Home / Metode Pembelajaran

Jumat, 12 Agustus 2022 - 14:55 WIB

Cara Guru Mengatasi Ulah Murid Dengan Cara Mendidik dan Beretika

Guru – Manusia merupkan makhluk sosial yang hidupnya selalu berdampingan dengan orang lain. Hal ini membuat kita akan bertemu dengan berbagai orang yang memiliki kepribadian yang beraneka ragam serta latar belakang yang berbeda pula.

Kita tentunya harus bisa beradaptasi dengan orang di lingkungan sekitar. Ini meruakan salah satu alasan betapa pentingnya pengaruh ligkungan dan kerabat dalam kehidupan seseorang.

Sebagai guru anda juga harus bisa beradaptasi serta mengatasi berbagai masalah dengan beragam sifat dan sikap siswa dan juga karakter yang berbeda-beda.  Mulai dari tingkatan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga perguruan tinggi serta bimbingan belajar.

Dalam lingkungan sekolah akan terasa hampa jika tidak ada siswa yang berulah melakukan berbagai pelanggaran dan di cap sebagai anak yang “nakal” yang lebih dari dua orang. Banyak guru yang memberikan hukuman berat pada siswa. Hukuman berat ini terletak pada setiap kategori pelanggaran.

Baca juga:   5 Soft Skill yang Perlu GuruTingkatkan

Baca Juga: Collaborative Learning Secara Daring? Cari tahu Di Sini!

Cara Guru Menegur Murid

Hukuman bukan satu-satunya cara guru untuk mengatasi murid yang melakukan kesalahan .Berikut ada beberapa hal untuk mengatasi siswa yang berulah dengan mendidik dan beretika :

Memberikan teguran

Jika ada beberapa siswa yang melanggar peraturan untuk pertama kalinya dalam segi kesalahan yang ringan, anda jangan langsung memberikan teguran yang berat yang tidak sesuai dengan kesalahan yang diperbuat. Bisa saja siswa tersebut khilaf dan tidak ada niat untuk melakukan kesalahan tersebut.

Anda bisa memanggil siswa bermasalah tersebut dan berikan nasihat yang akan membuat siswa tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Jangan lupa memberikan alaan kenapa dia disuruh untuk menghadap ke ruang guru. Degan begitu, nantinya siswa akan berfikiran bahwa teguran tersebut akan merasa bahwa teguran tersebut merupakan nasihat bukan hukuman dan demi kebaikan dirinya sendiri.

Baca Juga: Fenomena Learning Loss, Telah Terjadi Sebelum Pandemi

Baca juga:   Urgensitas Meningkatkan Kecerdasan Emosional Guru

Konsisten

Ketika memberikan hukuman pada siswa yang melakukan berbagai pelanggaran bisa dengan cara yang bertahap dan konsisten. Ini berarti siswa akan mendapatkan hukuman tiap kali mereka melakukan pelanggaran. Jangan samapai siswa diberikan hukuman ketika guru sengaja menghukum serta anda menginginkan saja hukuman tersebut. Jika memberikan hukuman dengan demikian, maka siswa akan menyepelekan pelanggaran serta berharap tidaka akan ada hukuman kembali seperti yang telah dilakukan sebelumnya.

Hukuman yang membangun

Setelah diberikan hukuman pertama dengan memberikan teguran, anda bisa memberikan hukuman lainnya yang bersifat mendidik jika ia kembali melakukan pelanggaran secara sengaja. Berikan siswa hukuman yang bersifat membangun dan mendidik yang tentunya akan disesuaikan dengan lingkungannya. Misalnya guru sekolah dasar harus memberikan hukuman dengan meminta siswa untuk menghafal rumus matematika aau menulis esai dalam beberapa lembar yang bertema mengeni adab menuntut ilmu.

 

Penulis: Vikri Februansyah

Share :

Baca Juga

Metode Pembelajaran

Cara Guru Era Kurikulum Merdeka Meningkatkan Interaksi Sosial Antar Peserta Didik

Metode Pembelajaran

5 Model Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan untuk Siswa
Pendidikan

Metode Pembelajaran

Macam-Macam Strategi Pembelajaran yang Harus Guru Ketahui

Metode Pembelajaran

Model-Model Pembelajaran yang Efektif Meningkatkan Literasi Siswa

Metode Pembelajaran

Memahami Model Pembelajaran Blended Learning
kiat-kiat sukses

Metode Pembelajaran

Panduan Penerapan Project Based Learning dalam Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Strategi Belajar Berdasarkan Gaya Belajar Siswa
Insekuritas Siswa

Metode Pembelajaran

Tips Mengatasi Insekuritas Siswa di Sekolah
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.