Home / Kesiswaan

Minggu, 14 Agustus 2022 - 17:51 WIB

8 Hukuman yang Mendidik bagi siswa yang Nakal di Sekolah

Hukuman yang mendidik bagi siswa – Sebagai seorang guru, Anda pasti akan sering menemukan berbagai karakteristik anak di dalam kelas. Ada yang pendiam, mudah di atur, dan ada yang susah di atur. Salah satu tantangan bagi guru adalah meluruskan karakteristik anak menjadi lebih baik. Namun, tidak semua anak mudah di atur.

Kenyataannya, banyak siswa yang tidak patuh pada gurunya dan tidak peduli dengan peraturan sekolah. Salah satu cara untuk mencegah siswa nakal dan tidak patuh adalah dengan menghukum mereka. Kata “hukuman” di sini bukan berarti tidak menyanyangi dan berbuat sesuka hati, melainkan dari hukuman yang mengecilkan hati dan mendidik siswa.

Pemberian hukuman merupakan cara terakhir yang perlu di lakukan oleh guru atau orang tua untuk mendisiplinkan anak. Hukuman di berikan kepada siswa sebagai imbalan atas kesalahannya yang berulang, yang sebelumnya di beritahu tidak boleh di lakukan, di tegur dan di beri peringatan agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.

Hukuman yang Mendidik Bagi Siswa

Jika guru tidak menghukum siswa yang nakal atau tidak mengikuti aturan, perilaku mereka akan memburuk dan mereka akan terbiasa melakukan kesalahan tersebut. Mereka mungkin juga berpikir bahwa peraturan sekolah itu sepele dan harus di langgar, jadi tidak ada rasa takut untuk melanggarnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Anda dapat memberikan hukuman yang memadai dan mengecilkan hati siswa. Tidak semua bentuk hukuman itu negatif, tetapi ada hukuman yang mendidik bagi siswa. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1.      Tulis beberapa halaman permintaan maaf dalam sebuah buku

Mungkin Anda semua pernah mengalaminya di sekolah dasar. Di hukum oleh guru dan di suruh menulis permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan sampai beberapa halaman buku atau bolak-balik.

Biasanya hal ini di lakukan oleh guru untuk siswa yang tidak mengerjakan PR atau terlambat ke sekolah. Hukuman ini tentu saja melelahkan jari siswa. Pada akhirnya, tangan siswa lelah karena menulis pernyataan permintaan maaf berkali-kali.

Memang tidak menyakitkan, namun hukuman ini selain memberikan efek jera kepada siswa juga dapat mengajarkan siswa pentingnya meminta maaf dan bertanggung jawab atas kesalahan setelah melakukan kesalahan.

2.      Mengerjakan soal di papan tulis

Biasanya hukuman ini di berikan oleh guru kepada siswa yang tidak memperhatikan saat guru menjelaskan di depan kelas. Biasanya karena siswa kepergok sedang mengobrol atau tidur. Hukuman ini masih cocok dan relevan di terapkan pada siswa SD hingga SMA.

Baca juga:   Begini Cara Menumbuh Karakter Jujur dan Amanah Pada Siswa

Siswa akan di panggil ke barisan depan untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan soal. Guru juga dapat meminta siswa untuk menjelaskan kembali apa yang baru saja di jelaskan oleh guru. Hal ini di lakukan agar siswa yang sedang di hukum malu dengan tingkah lakunya dan juga karena tidak bisa menjawab pertanyaan guru.

Pada akhirnya, siswa akan menyadari pentingnya memperhatikan pelajaran.

3.      Memberikan pekerjaan rumah tambahan kepada siswa yang melanggar aturan

Hukuman ini dapat di berikan kepada siswa yang melanggar peraturan, seperti tidak mengerjakan PR, tidak mengerjakan PR dengan tuntas, atau terlambat masuk kelas setelah istirahat. Ada berbagai bentuk hukuman yang bisa di pilih.

Guru biasanya memberikan tugas tambahan untuk pertemuan berikutnya atau mengajukan pertanyaan tambahan sebelum pulang dari sekolah. Hukuman seperti ini juga harus di lakukan sendiri tanpa bantuan teman.

Dalam bentuk yang lebih ekstrim, siswa biasanya di minta oleh guru untuk membersihkan ruang kelas, kamar mandi, dan halaman sekolah. Hukuman ini dapat melatih kedisiplinan siswa sekaligus mendidik siswa untuk hidup tertib dan bersih. Contoh lain dari tugas adalah menulis dokumen dengan materi yang agak bermasalah.

4.      Menyanyikan lagu di depan kelas

Hukuman ini juga bisa membuat suasana kelas menjadi menyenangkan dan membuat banyak orang tertawa. Siswa yang menerima hukuman akan di minta untuk menyanyikan lagu, lagu kebangsaan, lagu daerah, lagu anak-anak, atau lagu apa saja yang ingin mereka nyanyikan.

Menyanyikan lagu kebangsaan sekaligus dapat membangkitkan rasa nasionalisme dan membuat banyak siswa lebih hafal lagu kebangsaan. Hal ini juga sebagai upaya agar siswa mengenal dan menghafal bukan hanya lagu-lagu pop.

Lagu daerah dan lagu anak-anak juga sering di lupakan oleh siswa. Jadi, jika mereka di minta untuk menyanyi, itu juga akan menjadi tantangan bagi mereka. Biasanya setelah semua orang tertawa, satu kelas bisa bernyanyi bersama.

5.      Merangkum materi pelajaran

Jika ini memang hukuman yang mendidik siswa. Dengan hukuman yang menyimpulkan topik, siswa menjadi lebih pintar karena hukuman ini akan memaksa siswa untuk belajar dan membuka buku. Siswa memahami materi dengan baik.

Seperti hukuman lainnya, hukuman ini juga di berikan karena siswa biasanya tidak mengerjakan PR, tidak memperhatikan penjelasan guru di depan kelas, mengobrol dengan teman, atau ketahuan tidur di kelas. Sebenarnya, tugas ringkasan ini tidak terlalu sulit. Namun, di butuhkan kesabaran untuk memahami materi dan menulis artikel yang akan di rangkum atau di tulis dalam sebuah buku.

Baca juga:   Awas Nomophobia! Bahaya Kecanduan Gadget pada Gen Z

6.      Bawa siswa ke ruang guru

Hukuman ini dapat membuat siswa lebih jera dan lebih patuh kepada guru. Dengan membawanya ke ruang guru, semua guru akan melihat siswa. Mungkin juga guru lain menambahkan hukuman atau mengintimidasi siswa.

Hal ini juga dapat di lakukan setelah melakukan razia di sekolah, misalnya pada siswa laki-laki yang terkena razia rambut panjang. Dengan di bawa ke ruang guru, mereka dapat memotong rambut mereka sehingga mereka dapat meluruskan rambut mereka sepulang sekolah.

Sanksi ini juga dapat di kenakan apabila siswa tidak memakai sepatu, kaos kaki atau seragam sesuai aturan. Di ruang guru mereka akan di minta untuk memakai sepatu atau kaos kaki. Oleh karena itu, tidak di perbolehkan memakai sepatu sepanjang hari.

7.      Membaca bahan pelajaran yang di hafal di depan kelas

Pasti ada siswa yang tidak serius dalam menghafal topik. Ketika guru bertanya, siswa tidak bisa menjawab. Siswa tidak serius bahkan ketika mengikuti pelajaran di kelas. Akhirnya guru memberikan hukuman untuk menghafal kembali bahan bacaan di depan kelas. Hal yang sama berlaku untuk ringkasan, keduanya sama-sama mendidik.

Dengan hukuman seperti ini, siswa harus belajar lebih sabar. Siswa juga meningkatkan semangat belajarnya. Selain memberikan efek jera, siswa juga mendapatkan ilmu yang bisa berguna untuk belajar atau bisa mengerjakan ujian.

8.      Membuat siswa seperti “model”

Arti dari model di sini adalah ketika seorang siswa melakukan kesalahan, hukumannya adalah menjadikan”model” siswa tersebut. Misalnya, ada anak yang sering mengeluarkan bajunya di sekolah dan tidak terlihat rapi.

Dalam kasus seperti itu, beri hukuman kepada siswa dengan mendemonstrasikan cara merapikan pakaian dengan benar dan rapi di depan kelas. Atau jika ada anak lain yang melakukan kesalahan lain, maka jadikan dia “teladan” untuk menunjukkan jalan yang benar kepada anak lain. Jenis hukuman ini,selain sebagai cara untuk menghadapi siswa yang melanggar aturan, juga dapat mengajarkan siswa untuk selaras dengan apa yang di katakan dan di ajarkan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

Share :

Baca Juga

7 Gaya Belajar Siswa yang Wajib Guru Ketahui

Kesiswaan

Cara Mengenali Bakat Peserta Didik

Kesiswaan

Mengenal dan Strategi Mendidik Generasi Alfa di Era Pendidikan Digital
tips lulus guru penggerak

Guru Honorer

Guru Wajib Kenali 5 Gaya Belajar Siswa

Kesiswaan

Kriteria Siswa Eligible dan Ketentuan Terbaru SNMPTN 2022
Orang Tua

Kesiswaan

Waspadalah Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak!

Kesiswaan

4 Aplikasi Bacaan di Android untuk Meningkatkan Literasi pada Anak

Karya Inovatif

Kenali Hubungan Kepribadian, Karakter, Dan Perilaku Dalam Lingkup Pendidikan

Kesiswaan

Pembelajaran Kooperatif : Strategi, Tujuan dan Prinsip