Home / Metode Pembelajaran

Selasa, 5 April 2022 - 08:09 WIB

Metode Discovery Learning dan Strategi Implementasinya di Kelas

Metode Discovery Learning – Fenomena peserta didik yang berhasil mencapai kesuksesan tentu saja akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi para pendidik. Sebab salah satu faktor keberhasilan peserta didik juga berawal dari bagaimana kedisiplinan dan ketegasan yang dibiasakan oleh para guru saat pembelajaran.

Namun untuk mengarahkan peserta didik menjadi disiplin untuk mewujudkan cita – cita bukanlah hal yang mudah. Tentu ada beberapa strategi yang perlu dilakukan oleh guru. Salah satunya yakni dengan menggunakan konsep metode Discovery Learning saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Apa Itu Discovery Learning?

Secara umum, Discovery Learning merupakan suatu proses dalam memahami konsep materi secara mandiri dan aktif sekaligus bisa mencari kesimpulan dari materi yang dipahami.

Dalam metode ini, guru bukan menjadi fokus utama untuk menjelaskan materi yang ada. Alih –  alih mengajari, tugas utama guru pada metode Discovery Learning yakni mengarahkan peserta didik untuk dapat menemukan, melakukan analisis bahkan memberikan kesimpulan untuk bisa menjawab beberapa pertanyaan dari guru di sesi selanjutnya.

Konsep ini lahir dari pemikiran seorang psikolog yang berasal dari Amerika Serikat yakni bernama Jerome Bruner. Menurutnya, pembelajaran harus berlangsung tanpa guru memberikan pengetahuan yang mendalam terlebih dahulu pada suatu materi pembelajaran. Malah peserta didik lah yang harus mencari serta melakukan manajemen diri secara aktif dan mandiri.

Nah, semakin bertambahnya tahun konsep tersebut akhirnya berkembang dan diterapkan di beberapa negeri.

Selain itu, beberapa praktisi pendidikan pun juga turut menambahkan beberapa pengertiannya. Misal seorang praktisi bernama M. Hosnan menjelaskan bahwa cara peserta didik bisa belajar secara aktif yakni dengan serangkaian proses.  Serangkaian proses tersebut yakni seperti mengidentifikasi/ menemukan, melakukan penyelidikan sehingga hasil tersebut didapatkan.

Biasanya, model seperti ini akan menjadikan para peserta didik untuk dapat mengingat lebih lama. Selain itu, Sanjaya juga menambahkan bahwa metode Discovery Learning merupakan model belajar di mana pembelajarannya harus dicari serta ditemukan sendiri oleh siswa dengan berbagai implementasi kegiatan.

Misalnya, guru bisa memberikan beberapa pertanyaan kepada para siswa, atau memberikan beberapa instruksi khusus agar siswanya dapat menemukan jawaban tanpa harus dijelaskan oleh guru.

Tujuan Penerapan Discovery Learning

Metode Discovery sendiri tentu memiliki beberapa tujuan dari penerapannya. Di antaranya yakni memberikan kesempatan bagi para peserta didik untuk bisa terlibat aktif pada proses belajar mengajar.

Baca juga:   Metode Pembelajaran yang Cocok di Masa Pandemi!

Kemudian, metode tersebut idealnya akan memudahkan peserta didik untuk terbiasa berfikir secara ilmiah, sistematis dan logis pada penyelesaian masalah terkait suatu topik tertentu.

Di sisi lain, metode pembelajaran ala penemuan tersebut akan membantu peserta didik untuk lebih sering berfikir kritis sebagai dampak penerapannya.

Bahkan para peserta didik juga akan semakin terlatih dalam penyusuanan strategi untuk dapat meningkatkan pemahaman mereka berkaitan dengan materi tertentu.

Harapannya, metode tersebut juga dapat berkontribusi dalam mengentaskan tingkat ketidaktahuan siswa tentang keseluruhan topik pembelajaran yang ada di di sekolah.

Manfaat Penggunaan Discovery Learning di Kelas

Sedangkan untuk manfaatnya sendiri yakni peserta didik dapat memahami suatu konsep untuk dapat memahami serta mengingat materi lebih lama sebab mereka mencari sendiri.

Misalnya saja dalam pembelajaran Bahasa terkait Grammar. Biasanya kalau topik tersebut diajarkan semacam ceramah saja, peserta didik bisa dengan mudah melupakannya.

Namun beda lagi bila strategi pembelajarannya jika guru mencoba untuk menaikkan rasa keingintahuan peserta didik sehingga menjadikan mereka semakin tertarik dan melakukan penyelidikan sendiri.

Jenis – Jenis Discovery Learning

Pada penerapannya, metode pembelajaran penemuan terdiri dari dua jenis penerapan, di antaranya yakni guided discovery learning dan free discovery learning.

1.    Metode Guided Discovery Learning

Pada penerapannya metode guided discovery learning tetap membutuhkan peran guru sebagai fasilitator. Hal ini bertujuan untuk dapat menunjang terwujudnya pembelajaran penemuan.

Biasanya, metode guided ini dilakukan di awal maupun beberapa minggu pertama sebagai uji coba pembelajaran menggunakan metode penemuan. Bisa dibayangkan bukan, apa yang akan terjadi bila peserta didik dibiarkan melakukan Discovery Learning? Sementara mereka belum mendapatkan pemahaman terkait mekanismenya.

Jadi alih – alih mempermudah, malah memperbanyak durasi dan menghambat target pembelajarannya.

2.    Metode Free Discovery Learning

Sedangkan metode Free Discovery Learning merupakan metode pembelajaran penemuan yang tidak menyertakan guru sebagai fasilitator. Maksudnya yakni para peserta didik lah yang akan bertanggung jawab terkait materi yang akan dipelajari.

Sehingga kepekaan mereka terhadap pembelajaran tentu akan menjadi hal penting untuk kelancaran metode pembelajaran penemuan.

Strategi Implementasi Discovery Learning

Agar guru dapat melaksanakan metode pembelajaran penemuan dengan sempurna, berikut contoh sintak pembelajaran yang harus guru pahami. Misalnya, jika Anda adalah seorang guru IPA dan ingin mengajarkan materi terkait mekanisme kelistrikan dan teknologinya di lingkungan, langkah pembelajarannya yakni sebagai berikut:

Baca juga:   Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter

1.    Memberikan Stimulus atau Rangsangan

Tahapan pertama yakni memberikan rangsangan. Di tahapan ini,  guru perlu untuk memberikan motivasi agar para peserta didik dapat lebih fokus dan berkomitmen pada pembelajarannya.

Salah satu rangsangan yang dapat dilakukan yakni guru dapat mengarahkan peserta didik untuk melakukan instruksinya sebagai berikut :

“Anak – anak, coba sekarang pukulkan siku kalian ke meja. Tapi jangan sampai terlalu keras, ya.”

Kemudian guru memantik peserta didik dengan menanyakan motif tindakan tersebut kepada mereka. Jika cukup waktunya, guru bisa juga menanyai mereka satu per satu.

2.    Melakukan Identifikasi Masalah

Pertanyaan yang dipantik oleh guru akan mengarahkan peserta didik untuk berfikir lebih mendalam sehingga secara tidak sadar mereka sudah memasuki tahapan kedua.

Biasanya dalam proses ini akan sedikit membutuhkan waktu lama sebab ada sebagian siswa yang kesulitan untuk berfikir secara mendalam.

Guru bisa membantu dengan bertanya kepada peserta didik untuk menjawabnya. Sebagai saran, jika memang para peserta didik belum terbiasa, sebaiknya bisa menggunakan Guided Discovery Learning terlebih dahulu.

3.    Melakukan Proses Pengumpulan Data

Pada tahapan ini, para peserta didik akan melakukan proses pencarian informasi pada sumber yang relevan. Tujuannya agar serangkaian pertanyaan baik yang dibuat oleh guru maupun yang sudah dirumuskan pada tahapan identifikasi masalah segera terselesaikan.

4.    Melakukan Proses Pengolahan Data

Kemudian, guru akan mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi untuk saling memproses informasi yang telah diperoleh masing – masing anggota.

5.    Melakukan Pembuktian atau Verifikasi Data

Kemudian, setelah diolah, data harus dibuktikan kebenarannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan yakni memeriksa kembali hipotesisnya kemudian mencocokkan ulang dengan data yang sudah diperloleh dari sumber informasi relevan.

6.    Membuat Kesimpulan

Setelah tahapan sebelumnya selesai, hasil final dari pembelajaran penemuan harus dibuatkan kesimpulan agar dapat diingat oleh seluruh anggota kelompok.

Nah, demikian ulasan mengenai metode Discovery Learning.  Semoga ini menjadi rekomendasi bacaan yang menarik dan mudah untuk diterapkan oleh para guru di mana saja berada. Salam Semangat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Media Pembelajaran

Presentasi Interaktif dan Lebih Menarik dengan Canva for Education

Metode Pembelajaran

Indikator Guru Memiliki Kompetensi Pedagogik

Metode Pembelajaran

Cara Menumbuhkan Keberanian Siswa Berpendapat di dalam Kelas

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Problem Solving

Metode Pembelajaran

Strategi Guru untuk Meningkatkan Antusias Siswa di Kelas

Metode Pembelajaran

Menarik, Inilah Metode Pembelajaran Quantum Teaching

Metode Pembelajaran

Cara Meningkatkan Ranah Afektif Siswa

Metode Pembelajaran

Wajib dicoba! Berikut Cara Membuat Pembelajaran Tidak Membosankan
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.