Home / Kesiswaan

Selasa, 3 Mei 2022 - 01:47 WIB

Produksi Bahan Ajar dalam Penerapan Belajar Mandiri di Sekolah

Penerapan Belajar Mandiri – Kehadiran program produksi bahan ajar di lingkungan pendidikan merupakan suatu hal yang patut diapresiasi. Pasalnya, program tersebut dapat menjadi program peningkatan kualitas keilmuan dan aspek pedagogik seorang guru. Bahan ajar sendiri juga dapat menjadi pelengkap kebutuhan konten mata pelajaran bagi para peserta didik.

Namun tampaknya tidak semua satuan pendidikan mewujudkan program tersebut. Masih banyak sebagian satuan pendidikan yang belum menerapkannya lantaran beberapa faktor. Tentu saja hal tersebut akan berdampak pada daya serap dan tingkat pengetahuan para peserta didik.

Kehadiran produksi bahan ajar sangatlah berperan besar dalam penerapan lingkungan kelas yang menggunakan konsep penerapan belajar mandiri. Guru juga perlu mengenali lebih mendalam bahwa komponen belajar mandiri bukanlah berarti peserta didik diminta untuk belajar sendiri.

Namun, peserta yang terkategorikan sebagai peserta sistem belajar mandiri merupakan para individu yang sudah memiliki dorongan dan motivasi dalam diri untuk senantiasa memprioritaskan kegiatan belajar sebagai kegiatan utama.

Yuk, simak ulasan di bawah ini terkait produksi bahan ajar di lingkungan sekolah dan keterkaitannya dengan konsep dan sistem belajar mandiri.

Komponen Produksi Bahan Ajar pada Penerapan Belajar Mandiri

Dalam menyediakan bahan ajar untuk kebutuhan para peserta didik sistem belajar mandiri terdapat beberapa komponen yang harus diketahui oleh guru. Adapun di antaranya yakni :

1.    Produksi Bahan Ajar

Sebelum mengkaji lebih mendalam, alangkah baiknya bila mengenal maksud dari produksi bahan ajar. Sederhananya, produksi bahan ajar merupakan upaya dalam pembuatan paket bahan mata pelajaran tersendiri di luar buku teks yang dikeluarkan pemerintah secara resmi.

Rancangan bahan ajar tersebut sudah disesuaikan dengan beberapa persyaratan dan kriteria pada aspek pengolahannya. Biasanya pembuatan bahan ajar tidak bisa dilakukan oleh semua guru sebab dibutuhkan sebuah tim yang memiliki kompetensi unggulan.

Setelah bahan ajar diproduksi, biasanya akan ada beberapa instansi maupun satuan pendidikan yang mendistribusikan maupun mengadakan transaksi jual beli untuk pengadaan bahan ajar.

2.    Pendistribusian Bahan Ajar

Pendistribusian bahan ajar biasanya akan disebarkan kepada para peserta didik di sebagian satuan pendidikan. Mekanisme distribusinya akan disesuaikan dengan serangkaian proses dalam penentuan strategi, kesiapan produk yang didistribusikan, maupun kehadiran sarana dan prasarana.

Namun, biasanya distribusi bahan ajar sendiri juga bisa mengalami kendala dan hambatan. Misal, beberapa satuan pendidikan yang menerapkan konsep sistem belajar mandiri tentu memiliki waktu terbatas untuk capaian setiap target mata pelajarannya.

Baca juga:   Gunakan 4 Model Pembelajaran Efektif Ini di Sekolah

Hal ini menyebabkan keberadaan bahan ajar bisa saja tidak digunakan sebab sudah melewati batas capaian target. Kemungkinan lainnya, distribusi bahan ajar terhenti sebab masalah kebijakan – kebijakan politik yang melingkupi dunia pendidikan.

Bahan Ajar bagi Peserta Sistem dalam Penerapan Belajar Mandiri

Salah satu hal yang patut disyukuri dalam penerapan konsep belajar mandiri yakni para peserta didik dapat mengembangkan karakter kemandirian khususnya dalam hal belajar. Biasanya, hal utama dalam kegiatan SBM yakni berkaitan dengan serangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh para peserta.

Dengan bahan ajar yang digenggam, mereka dapat menentukan waktu dan tempat belajar yang nyaman dan menunjang aktivitas belajar. Hanya saja, biasanya kondisi tersebut bergantung pada kondisi, gaya belajar dan karakteristik peserta didik sekaligus kelengkapan bahan pelajaran yang dimiliki.

Biasanya guru akan memberikan saran kepada para peserta didik bahwa mereka dapat membentuk mekanisme kelompok belajar di lokasi yang hampir berdekatan. Tidak masalah bila kelompok yang sudah dibentuk peserta didik berbeda secara jenjang kelas maupun mata pelajaran yang sedang dipelajari. Sebab tujuannya yakni untuk mendiskusikan bersama terkait suatu topik tertentu, bukan?

Di penerapan sistem belajar yang ideal, kegiatan belajar tidak berbatas waktu sehingga mereka lebih dekat dengan konsep penguasaan materi. Tentu saja kehadiran bahan ajar sangatlah penting sebab biasanya keberadaan mereka berfungsi sebagai pelengkap dari buku teks maupun catatan peserta didik yang masih kurang karena satu dan lain hal.

Keberhasilan dari konsep penguasaan dapat terindentifikasi melalui kegiatan evaluasi dengan berbagai macam cara yang ada yakni melalui pelaksaan tes pribadi, tes baku dan bisa diambil kapan saja, pelaksanaan tes kolokium serta kegiatan pembuatan portofolio.

Organisasi Penyelenggaraan Belajar Mandiri

Sejatinya, penerapan belajar mandiri merupakan upaya dalam pembaruan yang penuh dengan berbagai kendala dan tantangan. Oleh sebab itu, organisasi penyelenggara konsep tersebut sudah seharusnya merupakan organisasi dengan kriteria yang lincah, mampu menjalin kerjasama, serta memiliki pandangan yang visioner.

Jalinan kerjasama yang dilakukan tentu akan semakin meluas jika intens melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Penyelenggara dalam pendidikan termasuk penerapan belajar mandiri dapat terbagi dan dibedakan menjadi 3 dimensi yakni dimensi persyaratan, kewenangan dan sumber belajar.

Pertama, dimensi persyaratan berkaitan dengan adanya rentangan ketat maupun longgar pada penyelenggaraan belajar mandiri.

Kedua, dimensi kewenangan berkaitan dengan adanya rentangan yang memusat maupun menyebar pada penyelenggaraan belajar mandiri.

Ketiga, dimensi sumber belajar berkaitan dengan adanya rentangan yang terbatas maupun bersifat leluasa pada penyelenggaraan belajar mandiri.

Baca juga:   Mendesain Pembelajaran Bermakna

Seorang guru perlu memahami bahwa kehadiran organisasi penyelenggaraan butuh dibentuk sejak awal kehadiran munculnya gagasan.

Komponen Organisasi Penerapan Belajar Mandiri

Dalam penyelenggaraannya, terdapat beberapa komponen yang perlu diketahui oleh guru agar tak salah langkah dalam menerapkan konsep belajar mandiri yang ideal. Beberapa diantaranya yakni :

1.    Komponen Tenaga

Komponen pertama yakni komponen tenaga. Para pendidik yang merupakan bagian integral dari penyusunan belajar mandiri merupakan para individu yang penting dalam kelancaran prosesnya. Biasanya terdapat beberapa tenaga yang dibutuhkan.

Pertama, tenaga manajerial. Tenaga tersebut akan memiliki jobdesk di bidang pengelolaan kegiatan organisasi maupun personil baik yang berada di pusat maupun daerah.

Kedua, tenaga akademik. Tenaga tersebut dibutuhkan untuk bekerja di bidang tertentu berdasar kepemilikan potensi dan keahlian masing – masing.

Ketiga, tenaga fungsional. Tenaga tersebut berkaitan dengan tenaga yang memiliki kompetensi maupun keahlian pada berbagai perencanaan dan pengembangan pada dunia pendidikan.

Keempat, tenaga kurikulum. Tenaga tersebut dibutuhkan sebagai tenaga instruksional, PLS, BK, maupun pengujian serta sebagian menjadi tenaga peneliti. Kesemuanya memiliki peran penting. Sebab mereka harus dan wajib memberikan masukan terkait berjalannya semua komponen penyelenggara. Biasanya tenaga peneliti akan memiliki tugas tersendiri sehingga tidak berbagi dengan tugas ketenagaan lainnya.

Kelima, tenaga teknis. Tenaga tersebut bertugas untuk melaksanakan serangkaian kegiatan sehari – hari yang menjadi rutinitas, termasuk halnya bagian administrasi.

Sarpras Penerapan Belajar Mandiri

Sarpras belajar mandiri merupakan komponen yang urgen dalam penerapan konsep belajar mandiri. Makna dari sarana sendiri merupakan segala peralatan dan fasilitis fisik yang diperlukan dalam proses produksi, distribusi maupun kegiatan belajar sekaligus pemberian penilaian dan bantuan.

Sedangkan prasarana atau infrastruktur merupakan suatu hal yang memberikan kemungkinan terjadinya pelaksanaan sarana, sumber daya listrik, dana maupun transportasi sekaligus segala tatanan maupun aturan yang sudah ada di dalamnya. Keberadaan tatanan maupun aturan sudah harus menjadi perhatian khusus sejak awal sebab meliputi berbagai ketentuan maupun prasyarat pada proses seleksi peserta dan berhubungan dengan karir peserta didik.

Nah demikian ulasan mengenai penerapan belajar mandiri dan beberapa komponen penyelenggaraannya. Semoga ulasan tersebut bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Mengenal Psikologi Pendidikan Anak Sekolah Dasar

Kesiswaan

Ini Dia Kriteria dan Standar Kelulusan Siswa Terbaru di Tahun 2022

Kesiswaan

8 Hukuman yang Mendidik bagi siswa yang Nakal di Sekolah

Kesiswaan

Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri Siswa

Kesiswaan

Breaking News! Simpan Permanen Akun LTMPT Diperpanjang
Merdeka Mengajar

Kesiswaan

Cara dan Tips Mengontrol Siswa dalam Kelas agar Kondusif
ice breaking

Kesiswaan

Penerapan Literasi dan Numerasi untuk Mewujudkan Karakter Pelajar Pancasila
7 Gaya Belajar Siswa yang Wajib Guru Ketahui

Kesiswaan

Tri Pusat Pendidikan : Sinergi Menyukseskan Pendidikan
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.