Home / Kurikulum

Senin, 28 Maret 2022 - 20:12 WIB

Penyusunan KOSP (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan) Dalam Kurikulum 2022 Untuk Jenjang SMK Pusat Keunggulan

KOSP Dalam Kurikulum 2022 di Jenjang SMK PK– Sesuai aturan baru yang telah diumumkan oleh menteri pendidikan saat ini, di mana mulai tahun 2022 kurikulum pendidikan telah dibagi menjadi 3 pilihan. Sementara khusus untuk sekolah menengah kejuruan atau SMK PK (Pusat Keunggulan), diumumkan boleh menerapkan kurikulum operasional satuan pendidikan atau KOSP dalam Kurikulum Merdeka yang bisa dikembangkan oleh sekolah atau lembaga pendidikan terkait. Sehingga sekolah diberikan kebebasan dalam memilih sarana pembelajaran dan memilih kurikulum yang telah disediakan pemerintah, sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Pengertian kurikulum operasional satuan pendidikan adalah memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. Untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan.

KOSP dan Kurikulum  2022

Sejatinya kurikulum operasional satuan pendidikan atau KOSP dalam kurikulum 2022 untuk SMK ini, adalah pengembangan dan penyusesuaian dari kurikulum 2022 yang ditetapkan pemerintah untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kondisi, situasi, dan kebutuhan dari satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) dalam SMK PK mengacu kepada Pedoman Pembelajaran pada Program SMK Pusat Keunggulan, khususnya terkait dengan spektrum keahlian dan struktur kurikulum 2022.

Dalam penyusunan dan pembuatan KOSP dalam SMK PK, terdapat pihak-pihak yang terlibat diantaranya para Administrator Pendidikan (Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah), Para Ahli Kurikulum (Fasilitator Kurikulum Merdeka/ Sekolah Penggerak dan Waka Kurikulum), Guru, Komite Sekolah, Pengusaha atau Kerjasama Industri dan Siswa.

Sementara untuk menjalankan sebuah kurikulum bernama kurikulum operasional satuan pendidikan dalam kurikulum 2022 ini, pihak sekolah terlebih dahulu bisa melaksanakannya dengan memulai langkah sebagai berikut:

  1. Perencanaan Kurikulum KOSP. Hal pertama yang mendasar adalah membuat struktur kurikulum
  2. Merencanakan keberhasilan profil pelajar pancasila. Di mana kurikulum operasional, diharuskan untuk mengimplementasi dengan baik terhadap budaya sekolah, maupun kegiatan belajar mengajar untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.
  3. Merencanakan keberhasilan dalam proses pembelajaran
  4. Mampu memformulasikan prinsip pembelajaran dan asesmen. Karena dalam kurikulum KOSP ini memiliki kewenangan untuk menyusun visi, misi, dan tujuan daripada kebijakan kurikulum pembelajaran dan asesmen sekolah.

Dalam penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan yang mengimplementasikan kurikulum prototipe, memiliki beberapa prinsip dalam pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan, antara lain:

  1. Mengacu pada siswa atau peserta didik. Jadi dalam pembelajaran, harus memenuhi keragaman potensi siswa, kebutuhan siswa, dan kurikulum mampu mengembangkan tujuan pendidikan. Intinya KOSP adalah mengatur tahapan belajar dan kepentingan peserta didik atau siswa.
  2. Kontekstual. Yang dimaksud dengan kontekstual dalam kurikulum KOSP ini adalah menunjukkan tentang kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Di mana sesuai dengan konteks sosial, budaya, lingkungan, serta dunia kerja. Di mana sekolah kejuruan SMK adalah seperti sebuah industri khusus.
  3. Esensial. Jadi prinsip KOSP adalah mencakup semua unsur informasi yang dibutuhkan pemegang kepentingan, dan semua bisa diperoleh di dokumen terkait.
  4. Akuntabel. Di mana kurikulum KOSP bisa dipertanggungjawabkan, dengan basis data yang akurat.
  5. Kurikulum KOSP harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti komite satuan pendidikan, orang tua, organisasi, berbagai pihak, industri, dan dunia kerja untuk SMK. Yang tentunya berada di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Kemenag, sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.
Baca juga:   Cara Menyusun Kurikulum Operasional di Sekolah

Aspek-Aspek Pengembangan KOSP

Sementara untuk pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, meliputi beberapa aspek terkait yaitu:

  1. Menganalisis konteks karakteristik satuan pendidikan, yang merupakan hal penting dalam mengembangkan kurikulum. Di mana satuan pendidikan, perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi semua anggota komunitas di sekolah. Hal ini untuk mewujudkan daripada visi dan misi sebagai arahan, yang sebelumnya telah disepakati bersama.
  2. Merumuskan visi, misi dan tujuan. Visi menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang dan nilai-nilai yang dituju. Nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar Pancasila. Misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi. Tujuan menggambarkan patok-patok (milestone) penting dan selaras dengan misi.
  3. Memutuskan bentuk organisasi pembelajaran. Pihak sekolah harus menemukan dan kemudian memutuskan sistem pembelajaran yang efektif, dengan karakteristik dari pada peserta didik atau siswa.
  4. Merencanakan kegiatan pembelajaran. Setelah diputuskan tentang sistem pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dari pada peserta didik, sekolah harus secara mandiri menyusun tahap-tahap untuk merencanakan kegiatan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kurikulum kaos di sekolahnya.
  5. Mendampingi dalam evaluasi serta pengembangan profesional terkait kurikulum KOSP. Sekolah siap mendampingi dan mengevaluasi, jika terjadi ketidakberhasilan dalam tujuan kurikulum yang telah direncanakan sebelumnya. Sehingga bisa merevisi tentang kekurangan, daripada perencanaan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.

Komponen – Komponen Kurikulum KOSP

Komponen dalam kurikulum operasional  ini disusun untuk membantu proses berpikir dan mengembangkan  satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkalaguna disesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan peserta didik.

Komponen-komponen utama pada kurikulum operasional di satuan pendidikan antara lain:

  1. Karakteristik Satuan Pendidikan: dari analisis konteks, dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik,  sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan.
  2. Visi, Misi, dan Tujuan
    • Visi : a) Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju. b) Nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaraagar peserta didik dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila
    • Misi :  Misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi dan nilai-nilai yang penting untuk dipegang selama menjalanka misi.
    • Tujuan
      • Tujuan akhir dari kurikulum sekolah yang berdampak kepada peserta didik.
      • Tujuan menggambarkan patok-patok (milestone) pentindan selaras dengan misi.
      • Strategi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya.
      • kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan  lulusan sekolah tersebut dan selaras dengan profil Pelajar Pancasila.
  3. Pengorganisasian Pembelajaran
    • Cara sekolah mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu, dan beban belajar,  cara sekolah mengelola pembelajarannya untuk mendukung pencapaian CP dan Profil Pelajar Pancasila (mis: mingguan, sistem blok, atau cara pengorganisasian lainnya).
      • Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok).
      • Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil Pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut.
      • Gambaran ekskul dalam bentuk matriks/tabel.
  4. Rencana pembelajaran
    • Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah: menggambarkan rencana pembelajaran selama setahun ajaran. Berisi alur pembelajaran/unit mapping (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi), program prioritas satuan pendidikan.
  5. Pendampingan, Evaluasi, dan pengembangan profesional
    • Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.
  6. Lampiran-lampiran
    • Lampiran-lampiran
      1. Contoh-contoh rencana pembelajaran ruang lingkup kelas: menggambarkan rencana pembelajaran per tujuan pembelajaran dan/atau per tema (untuk sekolah-sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara integrasi).
      2. Contoh penguatan Profil Pelajar Pancasila penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi projek pada tahun ajaran tersebut (deskripsi singkat tentang projek yang sudah dikontekstualisasikan dengan kondisi lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik, tidak perlu sampai rincian pembelajarannya).
      3. Referensi landasan hukum atau landasan lain yang kontekstual dengan karakteristik sekolah.
Baca juga:   Mengapa Manusia Membutuhkan Pendidikan? Berikut Alasan dan Penjelasannya

Contoh-Contoh dan Materi KOSP di Jenjang SMK PK

Bagi Anda yang ingin mendalami dan ingin mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai KOSP di SMK PK. Anda dapat melihat contoh-contoh dan materi paparan KOSP dari berbagai SMK PK. Contoh-contohnya dapat dilihat melalui link ini >>>> http://103.40.55.195/smkpk/kos <<<<. Sedangkan, untuk materi mengenai KOSP SMK PK dapat diakses melalui >>>> Materi KOSP SMK PK <<<<

Demikian, informasi mengenai KOSP di jenjang SMK PK dalam Kurikulum 2022. Semoga bermanfaat.

Share :

Baca Juga

Kurikulum

9 Cara Mengajarkan Toleransi pada Peserta Didik

Kurikulum

Penerapan Kurikulum Merdeka Bisa Dilakukan Secara Mandiri, Begini Caranya!

Kesiswaan

Terapkan Kegiatan Ini untuk Proyek P5 Jenjang SD

Kurikulum

Kurikulum Baru Merdeka Belajar

Kurikulum

32 Perubahan Pendidikan Dilakukan Kemendikbudristek Dalam Kurikulum Merdeka

Kesiswaan

Akibat PTM Tak Konsisten, Pendidikan Indonesia Mengalami Penurunan Kualitas

Kesiswaan

Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam

Kurikulum

Bagaimana Penerapan Kurikulum Merdeka SMA?
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.