Home / Kurikulum

Jumat, 19 Agustus 2022 - 18:28 WIB

Mengenal Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang penerapannya memiliki fokus pada kebutuhan siswa dalam kegiatan belajar. Guru diharuskan memerhatikan keunikan dari setiap karakteristik siswa yang berbeda-beda, sehingga siswa mendapatkan perlakuan yang berbeda antara satu siswa dan siswa yang lain sesuai karakteristiknya. Namun, bukan berarti memberikan perlakuan berbeda atau membedakan terhadap siswa yang pintar dan kurang pintar. Untuk itu guru harus paham mengenai pengetian pembelajaran berdiferensiasi dan penerapannya.

Tujuan dari pembelajaran berdiferensiasi ialah untuk meningkatkan potensi dari kesiapan belajar siswa, minat siswa, juga profil belajar. Namun, pembelajaran ini juga fokus pada produk pembelajaran, proses dan konten pembelajaran itu sendiri. Pembelajaran berdiferensiasi memili sifat proaktif, kualitatif, dinamis, dan berakar dari penilaian.

Karakteristik dan Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, guru harus memahami apa saja karakteristik dan strategi dari pembelajaran tersebut terlebih dahulu. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

Karakteristik:

  1. Lingkungan belajar menarik siswa untuk belajar
  2. Memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dalam kurikulum
  3. Memiliki penilaian berkelanjutan
  4. Guru menanggapi dan merespon kebutuhan belajar siswa
  5. Memanajemen kelas dengan efektif

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Pada pembelajaran berdiferensiasi terdapat 3 strategi, diantaranya:

  1. Diferensiasi Konten, yakni mengacu pada apa yang dikerjakan kepada siswa. Konten akan membedakan sebagian dari tanggapan, kesiapan, minat, dan profil belajar siswa atau gabungan dari ketiganya. Guru perlu menyiapkan bahan dan alat sesuai kebutuhan belajar siswa.
  2. Diferensiasi Proses, bagian ini memfokuskan pada siswa untuk memahami dan memaknai pembelajaran yang dilakukan, dapat dilakukan dengan beberapa cara:
  • Menggunakan kegiatan berjenjang
  • Menyiapkan pertanyaan atau tantangan pada sudut-sudut minat yang harus diselesaikan
  • Membuat agenda individual yakni, bisa berupa daftar tugas dengan variasi lama siswa mengerjakan tugas
  • Mengembangkan kegiatan belajar yang bervariasi
  1. Diferensi Produk, merupakan hasil pekerjaan yang harus siswa tunjukkan kepada guru misalnya karangan, pidato, diagram atau sesuatu yang ada wujudnya.
Baca juga:   Cara Penerapan Projek Kurikulum Merdeka Tema “Aku Sayang Bumi” di Tingkat PAUD

Bagaimana Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi?

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi akan memberi dampak yang baik bagi sekolah, kelas, terutama kepada siswa. Maka dari itu pembelajaran berdiferensiasi ini tidak memberikan perlakuan sama karena karakteristik dari masing-masing siswa yang berbeda. Jika tidak memberikan perlakuan sesuai kebutuhan siswa akan menghambat perkembangan dan kemajuan belajarnya.

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini menggunakan beragam cara sehingga siswa dapat menyerap materi atau informasi yang disampaiakan. Namun jika, guru masih menerapkan konsep pembelajaran berdasarkan kehendaknya sendiri, dan tidak memahami minat serta keinginan siswa, maka belum bisa dikatakan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

Baca juga:   Kurikulum Merdeka SMK sebagai Pusat Keunggulan: Antara Tantangan dan Harapan

Sehingga, perlunya guru untuk memahami dengan baik hal-hal berikut ini jika ingin menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.

  1. Melakukan pemetaan terhadap kebutuhan belajar siswa dengan mengacu pada 3 aspek, yaitu kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar siswa. Hal tersebut bisa guru lakukan dengan cara wawancara, observasi, atau survey dengan angket atau yang lainnya.
  2. Merencanakan pembelajaran berdasarkan hasil pemetaan. Guru bisa memberi berbagai pilihan mengenai strategi, materi, ataupun cara belajar kepada siswa.
  3. Guru perlu mengevaluasi dan merefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

Itulah, penjelasan mengenai pembelajaran berdiferensiasi sampai cara penerapannya oleh guru. Ada beberapa hal positif dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini antaralain, setiap siswa akan merasa dihargai dari perbedaan karakteristik yang mereka miliki, merasa aman, ada harapan siswa untuk maju, guru dan siswa berkolaborasi menciptakan kegiatan belajar sesuai minat siswa dan akan terfasilitasi dengan baik. tentu saja dari hal-hal tersebut akan menciptakan hasil belajar yang maksimal.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(nna/rtq)

Share :

Baca Juga

Kurikulum

Mudahnya Mendapatkan Ribuan Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka Secara Gratis, Begini Caranya!

Kurikulum

32 Perubahan Pendidikan Dilakukan Kemendikbudristek Dalam Kurikulum Merdeka
Pendidikan

Kurikulum

Problematika Pendidikan di Indonesia yang Wajib Dibenahi

Kurikulum

Kurikulum Merdeka Bukan Sebagai Pengganti Kurikulum 2013, Begini Penjelasannya
kegiatan outing untuk anak sd

Kurikulum

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tingkat PAUD

Kurikulum

4 Alasan Kenapa Penerapan Kurikulum Merdeka Perlu Dilaksanakan
Mulai Juli 2022, Pancasila Menjadi Mapel Wajib di Sekolah

Kurikulum

Mulai Juli 2022, Pancasila Menjadi Mapel Wajib di Sekolah
Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kurikulum

5 Alasan Penerapan Kurikulum Merdeka Perlu Segera Dilakukan