Home / RPP

Jumat, 19 Agustus 2022 - 22:20 WIB

Bentuk dan Teknik Menyampaikan Umpan Balik untuk Siswa

Dalam dunia pendidikan, ada banyak hal yang harus dilakukan oleh guru demi mencerdaskan anak bangsa. Salah satunya yakni menyampaikan umpan balik untuk siswa selama proses pembelajaran. Teknik ini membantu guru untuk memantau perkembangan peserta didik. Bahkan, guru bisa merancang langkah pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dengan baik sesuai kemampuan dan pencapaian siswa.

Umpan balik atau feedback yang diberikan kepada pelajar memberikan dampak yang besar. Umpan balik yang baik pasti akan membangun siswa untuk lebih semangat dalam memperbaiki dan meningkatkan prestasinya. Maka, sebisa mungkin, guru harus selalu menyampaikan feedback positif selama pembelajaran berlangsung.

Lalu, feedback seperti apa yang diberikan pada peserta didik? Bagaimana tekniknya penyampaiannya? Well, berikut adalah penjelasan lengkapnya:

Bentuk Umpan Balik Positif Terhadap Siswa

Ada tiga bentuk umpan balik untuk siswa yang akan meningkatkan semangat belajarnya, di antaranya adalah :

  1. Umpan Balik Edukatif

Tujuan dari feedback ini adalah memberikan penjelasan terhadap proses dan hasil belajar siswa. Guru akan menginformasikan alasan terkait benar tidaknya jawaban atau tindakan siswa selama belajar. Dalam hal ini, guru harus memberikan pemahaman yang baik agar tidak menimbulkan asumsi negatif.

Yang pasti, jika tindakan maupun jawaban siswa salah, guru tidak langsung menyalahkan, tetapi menjelaskan bagaimana seharusnya. Sebaliknya, jika jawaban siswa benar, guru sebisa mungkin tetap menumbuhkan semangat agar anak tersebut tetap meningkatkan prestasi belajarnya.

  1. Umpan Balik Motivasi

Feedback jenis ini cenderung ditujukan pada siswa yang kurang mampu melakukan proses pembelajaran dengan baik. Misalnya, anak tidak merespon suatu pertanyaan dengan benar, maka guru tetap harus memberikan feedback sebagai bentuk perhatian. Umpan balik tersebut tentunya bersifat motivasional.

Yang dimaksud feedback motivasi adalah sebuah umpan balik yang bertujuan untuk memotivasi siswa agar terus berbenah demi tercapainya target belajar. Selain itu, guru sebaiknya juga menyelipkan saran-saran terkait tips dan trik belajar. Dengan begitu, siswa tidak hanya menumbuhkan rasa semangat, tetapi juga disertai tindakan nyata sesuai saran gurunya.

  1. Umpan Balik Apresiatif

Tidak sekadar motivasi, umpan balik untuk siswa seharusnya juga bersifat apresiatif. Artinya, guru mengapresiasi segala upaya siswa selama belajar. Feedback ini biasanya ditujukan pada pelajar yang berhasil menyelesaikan tugas. Namun, bukan berarti tidak boleh diberikan pada siswa yang belum berhasil. Sejatinya, setiap siswa layak mendapatkan apresiasi dari gurunya.

Meskipun keberhasilan itu kecil, siswa sangat membutuhkan penghargaan meskipun hanya sebuah ucapan selamat. Di sinilah guru harus berperan untuk menciptakan kesan pada jiwa peserta didik bahwa mereka sudah berhasil mengerjakan tugasnya. Meskipun begitu, jangan sampai mereka merasa terlalu jumawa hingga lupa bahwa perjalanan belajar masih panjang. Maka, selain apresiasi, guru pun wajib memotivasi agar lebih giat lagi.

Baca juga:   Belajar Daring? Gunakan Format RPP Ini!

Cara Memberikan Umpan Balik untuk Siswa

Umpan balik memang bagus. Namun, guru harus memperhatikan bagaimana cara menyampaikannya. Ini karena setiap siswa mempunyai persepsi yang berbeda. Terlebih jika feedback tersebut bersifat negatif, maka guru wajib berupaya untuk menciptakan kenyamanan di hati para peserta didik. Dengan demikian, siswa akan menerima dan menyerap nasehat, motivasi, ataupun apresiasi dengan baik.

Lantas, bagaimana cara menyampaikan feedback? Well, berikut adalah hal yang harus guru perhatikan saat mengutarakan umpan balik:

  1. Bersifat Objektif

Selain feedback positif, terkadang, pendidik memberikan feedback negatif. Dalam kasus ini, guru wajib menyampaikannya secara objektif. Ketika terjadi kesalahan selama proses belajar, guru harus bersikap tenang sebelum sesi feedback dilaksanakan. Luangkan waktu sejenak untuk mengevaluasi situasi. Dengan begitu, umpan balik akan tersampaikan dengan hati-hati tanpa emosi.

  1. Menyampaikan Feedback Secara Spesifik

Umumnya, pemberian feedback dilakukan di akhir pelajaran. Guru harus cerdas mengemas kata dan menyampaikannya secara spesifik. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menangkap maksud dan tujuan Anda. Feedback yang spesifik juga membuat komunikasi antara guru dan murid berjalan lancar serta efektif. Sehingga, semua peserta didik menerima nasehat-nasehat tersebut secara positif.

  1. Umpan Balik Bersifat Tertutup (Conditional)

Apakah umpan balik untuk siswa harus diberikan secara tertutup? Ini bisa saja terjadi dalam keadaan tertentu. Misalnya, guru ingin menegur dan mengupayakan perbaikan pada siswa yang membuat masalah besar atau memiliki banyak kekurangan. Tentu saja, ini berbeda dengan nasehat yang disampaikan secara terang-terangan di hadapan siswa lain. Ini justru akan membuat anak tersebut merasa disudutkan.

Feedback tertutup bertujuan untuk menciptakan kenyamanan pada peserta didik. Guru bisa memanggil siswa yang bersangkutan ke ruangan setelah belajar. Bahkan, guru juga bisa menciptakan suasana berbeda dengan mengajak siswa tersebut bertemu di tempat tertentu. Jika siswa sudah benar-benar siap dan nyaman, maka feedback tidak sekadar didengar, tetapi juga diterapkan demi kebaikan semua pihak.

  1. Memberikan Kesempatan Bagi Siswa untuk Menanggapi

Feedback termasuk komunikasi dua arah. Artinya, tidak hanya guru yang berbicara, tetapi murid juga berkesempatan untuk menanggapi apa yang disampaikan gurunya. Maka, sebagai pendidik, Anda harus memberikan jeda sejenak sehingga anak-anak bisa berpikir jernih dan mengutarakan segala unek-uneknya.

Dalam hal ini, umpan balik tidak hanya disampaikan dari guru ke siswa, tetapi juga dari siswa ke guru. Terimalah apapun yang diutarakan siswa dengan baik. Sehingga, kedua belah pihak sama-sama merasa dihargai.

  1. Mengamati Progress Peserta Didik
Baca juga:   Perangkat Pembelajaran Daring untuk Solusi Belajar di Masa Pandemi Covid-19

Ada tujuan tertentu di balik sebuah umpan balik. Guru yang bijak tidak sekadar menyampaikan, tetapi juga terus memantau bagaimana progress anak-anak setelah menerima feedback. Amatilah apakah tujuan Anda sudah tercapai atau belum. Jika belum, Anda harus lebih bersabar dan menyampaikannya lagi di lain waktu dengan teknik yang berbeda.

Lantas, bagaimana jika progress sudah bagus atau tujuan tercapai? Guru tetap harus memantau perkembangan siswa secara berkala. Tujuannya adalah untuk mempertahankan pencapaian tersebut. Tentu saja, feedback lain juga masih bisa berjalan.

Waktu Terbaik untuk Memberikan Feedback

Pada dasarnya, umpan balik untuk siswa bisa diberikan kapanpun. Namun, biasanya, guru menyampaikannya di waktu-waktu berikut ini, antara lain:

  1. Saat pembelajaran berlangsung

Selama proses belajar mengajar, guru wajib mengamati kegiatan siswa. Selama itu pula, guru bisa memberikan umpan balik, seperti pada situasi berikut:

  1. Saat siswa bertanya. Dalam situasi ini, hendaknya, guru memberikan kesempatan dulu pada siswa lain sebelum menjawab. Dengan begitu, feedback bisa tersampaikan secara leluasa baik pada siswa yang bertanya, menjawab, ataupun semua siswa dalam kelas.
  2. Siswa mempunya kesempatan untuk mengembangkan konsep dan pemikiran. Saat situasi ini berlangsung, guru juga bisa ikut masuk untuk menguatkan pendapat para peserta didik.
  3. Akhir pelajaran. Ini yang sering terjadi dari dulu hingga sekarang. Biasanya, sebelum pelajaran ditutup, guru mereview ulang apa yang sudah dipelajari bersama. Setelah itu, guru menyematkan feedback untuk seluruh peserta didik.
  1. Pada tugas siswa

Saat memberikan tugas, guru juga harus bertanggung jawab penuh. Artinya, guru tidak sekadar menilai, tetapi juga membenahi jika menemukan kesalahan. Beritahu di mana letak kesalahannya dan bagaimana jawaban yang seharusnya. Jika tidak ada kesalahan, berikan pujian agar siswa semakin semangat.

  1. Hasil tes

Hal ini hampir sama dengan tugas siswa. Guru bisa menyampaikan umpan balik secara langsung setelah tes usai atau di lain waktu. Bahkan, guru juga bisa menyampaikannya pada wali murid. Dengan begitu, kerjasama dua belah pihak akan tercipta. Hasilnya, tingkat pencapaian belajar siswa semakin bagus.

Itulah penjelasan detail terkait umpan balik untuk siswa. Pastikan untuk menyampaikannya dengan tepat. Yang pasti, feedback tidak boleh merugikan pihak manapun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

Share :

Baca Juga

Kurikulum

Tips Belajar Bahasa Indonesia Menjadi Menarik dan Menyenangkan

Media Pembelajaran

Perangkat Pembelajaran Daring untuk Solusi Belajar di Masa Pandemi Covid-19

RPP

Langkah Pembuatan RPP Literasi dan Numerasi Lengkap dengan Contoh
rencana pelaksanaan pembelajaran daring

RPP

Belajar Daring? Gunakan Format RPP Ini!
kiat-kiat sukses

RPP

Mekanisme Penyusunan RPP Berdiferensiasi

RPP

Langkah Pembuatan RPL (Rencana Pelaksanaan Layanan) BK Dan Contohnya

Admin Sekolah

Mengenal RPP Literasi dan Numerasi dan Cara Menyusunnya
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.