Home / News

Senin, 17 Oktober 2022 - 07:29 WIB

Gagal Masuk Prolegnas, MPR: RUU Sisdiknas Harus Lebih Menyeluruh

RUU Sisdiknas – Penyusunan RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) kini sedang menjadi pembahasan hangat dewi wujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Penyusunan RUU Sisdiknas ini harapannya mampu menyempurnakan UU Sisdiknas sebelumnya. Menurut Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bahwa RUU Sisdiknas ini pelaksanaannya harus  menyeluruh. Tujuannya agar RUU Sisdiknas bisa menghadirkan sistem pendidikan di Tanah Air makin berkualitas.

RUU Sisdiknas ini sebelumnya tidak disetujui untuk masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. Badan Legislasi DPR RI mengambil keputusan tersebut ketika menggelar rapat kerja bersama Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Dewan Perwakilan Daerah RI (DPD), Selasa malam (20/9/22).

“Penyusunan RUU yang bertujuan untuk merevisi UU Sisdiknas harus menjadi penyempurna yang menyeluruh,” ungkap Lestari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Baca juga:   Calon Pengajar Wajib Tahu! 4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Tenaga Pendidik

Lebih lanjut Lestari atau akrab dengan sapaan Rerie mengatakan bahwa penyusunan RUU Sisdiknas yang menyeluruh itu ada pada tangan pemerintah. Di antaranya Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), dengan menampung aspirasi ataupun masukan dari berbagai pihak terkhususnya para pemangku kepentingan.

Selanjutnya, Lestari mengajak para pemangku kepentingan untuk memberi masukan yang betul-betul dapat mengatasi sejumlah masalah yang ada di dunia pendidikan. Sehingga, besar harapan untuk para pemangku kepentingan dan masyarakat mampu berkolaborasi untuk melahirkan suatu sistem pendidikan yang lebih baik.

“Lewat sistem pendidikan yang baik, hal-hal tersebut dapat berpotensi meningkatkan kemampuan anak bangsa supaya dapat menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tambahnya.

Baca juga:   Cara Monitoring Program Penguatan Karakter di SMP

Lestari mengungkapkan penyusunan RUU Sisdiknas perlu menyeluruh, karena rancangan undang-undang ini menyangkut integrasi dari peran tiga undang-undanng (UU) terkait dengan pendidikan.

Tiga undang-undang tersebut ujar anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai NasDem yakni, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah II (Demak, Kudus, dan Jepara) juga berharap dapat mengajak pemangku kepentingan untuk memberikan solusi. Dan solusi tersebut benar-benar mampu mengatasi permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia.

(nna)

Share :

Baca Juga

News

Buruan Daftar, PEMDA Siapkan 400 Lowongan Guru Dan PPPK 2024

News

Urgensitas Meningkatkan Kecerdasan Emosional Guru

News

Alur Pembelajaran Projek di Era Kebijakan Kurikulum Merdeka
Penjelasan ANBK 2022, Tujuan, sampai Tanggal Pelaksanaannya: Siswa kelas 5 MI Miftahul Huda sedang berlatih soal-soal ANBK, Rabu (17/11/2021). [Ninda Novita Arieani/dok.pribadi]

News

Simak Penjelasan ANBK 2022, Tujuan, sampai Tanggal Pelaksanaannya

News

Merampungkan Masalah Pendidikan Timur Indonesia Tidak Selalu dengan Cara Pandang Jakarta

News

Tahap dan Tujuan Seleksi CPNS PPPK Guru 2024

News

Fenomena Learning Loss, Telah Terjadi Sebelum Pandemi

News

Inilah Tanggal Pencairan THR bagi Guru dan Dosen 2024