Home / Kenaikan Pangkat

Sabtu, 30 Juli 2022 - 19:56 WIB

Inilah 6 Faktor Yang Menentukan Keberhasilan Konseling Individu

Konseling Individu – Dasar dari pelaksanaan konseling di sekolah tidak dapat terlepas dari dasar pendidikan  pada  umumnya  dan  pendidikan  di  sekolah  pada  khususnya  dan  dasar dari  pendidikan  itu  berbeda,  dasar  dari  pendidikan  dan  pengajaran  di  indonesia dapat dilihat sebagaimana dalam UU. No. 12/1945 Bab III pasal 4 “pendidikan dan pengajaran  berdasarkan  atas  asas-asas  yang  termaktub  dalam  pasal  UUD  Negara Republik Indonesia dan atas kebudayaan Indonesia”.

Konseling  individual menurut Prayitno dan Amti (2008) adalah  proses  pemberian  bantuan  yang  dilakukan melalui  wawancara  konseling  oleh  seorang  ahli  (konselor)  kepada  individu  yang sedang  mengalami  sesuatu  masalah  (klien)  yang  bermuara  pada  teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Sukardi (2008) menyatakan bahwa konseling individu merupakan layanan yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing/konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya. Sedangkan menurut Willis (2004) konseling individu mempunyai makna dalam arti pertemuan konselor dengan klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk pengembangan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapi.

Berdasarkan beberapa pengertian dari beberapa tokoh dapat disimpulkan bahwa konseling individu merupakan pemberian bantuan yang dilakukan oleh guru pembimbing/konselor kepada peserta didik (konseli) melalui wawancara konseling secara tatap muka dengan tujuan teratatasinya masalah dan perkembangan pribadi.

Tujuan Konseling Individu

Tujuan layanan konseling individu menurut Tohirin (2013:158) adalah agar klien memahami kondisi dirinya sendiri, lingkungannya, permasalahan yang dialami, kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri sehingga klien mampu mengatasinya. Dengan kata lain, konseling individua bertujuan untuk mengentaskan masalah yang dialami klien.

Secara lebih khusus tujuan layanan konseling individu adalah merujuk pada fungsi –fungsi bimbingan dan konseling, yaitu :

  • Merujuk pada fungsi pemahaman, maka tujuan layanan konseling individual adalah melalui layanan konseling individual klien dapat memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif,serta positif dan dinamis.
  • Merujuk kepada fungsi pengentasan, maka layanan konseling individual bertujuan untuk mengentaskan masalah klien dari masalah yang dihadapinya.
  • Merujuk pada fungsi pemahaman dan pemeliharaan, tujuan layanan konseling individual adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu dan memelihara unsur-unsur positif yang ada pada diri klien. (Tohirin,2007)
Baca juga:   Jadwal Pretest PPG Dalam Jabatan tahun 2022

Dari berbagai tujuan konseling individu dapat ditarik kesimpulan bahwa konseling individu bertujuan untuk membantu klien memahami kondisi diri terhadap permasalahan yang dialami sehingga mampu mengentaskan masalah yang dihadapi.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Keberhasilan Layanan Konseling Individu

Faktor-faktor yng mungkin dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan pemberian layanan konseling individu, antara lain :

  • Faktor dari pihak siswa

Menurut Hikmawati (2011:26) dalam proses konseling individu ada beberapa kondisi yang harus dilakukan oleh siswa untuk mendukung keberhasilan  konseling yaitu keadaan awal maksudnya keadaan sebelum proses konseling dan keadaan yang menyangkut proses konseling secara langsung yaitu :

  1. Siswa harus termotivasi untuk mencapai penyelesaian terhadap masalah yang sedang dihadapi.
  2. Siswa harus mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang diputuskan dalam proses konseling
  3. Siswa harus mempunyai keberanian dan mampu untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya serta masalah yang sedang dihadapi.
  • Faktor dari pihak guru BK

Menurut hikmawati (2011:28) dalam proses konseling individu, ada beberapa kondisi yang harus dilakukan guru BK yaitu :

  1. Guru BK dituntut mampu bersikap simpati dan empati. Keberhasilan pembimbing bersimpati dan berempati akan memberikan kepercayaan yang sepenuhnya kepada konselor.
  2. Guru BK berpakaian rapi. Kerapian dalam berpakaian sudah menimbulkan kesan pada siswa bahwa siswa dihormati dan sekaligus menciptakan suasana agak formal.
  3. Guru BK tidak memasang rekaman atas pembicaraannya dengan siswa, baik berupa rekaman audio maupun video.
  4. Penggunaan sistem janji. Guru BK membuat janji dengan siswa kapan konseling dapat dilakukan, sehingga sisa tidak perlu menunggu lama dan tidak kecew karena konseling tidak dapat dilakukan.
  • Faktor dari kepala sekolah
  1. Menyediakan prasarana dan sarana yang dibutuhkan dalam layanan konseling individu yang efektif.
  2. Melakukan supervisi dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan layanan konseling individu.
  • Faktor dari guru mata pelajaran
  1. Membangun kerjasama dengan guru BK dalam mengidentifikasi siswa yang memerlukan konseling kepada guru BK
  2. Mengalihtangankan kasus siswa yang perlu konseling dengan guru BK
  3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh layanan konseling individu dari guru BK
  • Faktor dari wali kelas
  1. Memberikan informasi kepada guru BK tentang siswa yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
  2. Membantu memberikan kesempatan dan kemudian bagi siswa khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya untuk mengikuti layanan konseling individu.
  • Faktor setting atau tempat
  1. Lingkungan fisik dan tempat wawancara berlangsung.
  2. Penataan ruangan, misalnya tempat-tempat duduk yang memungkinkan duduk dengan enak sampai agak lama.
  3. Bentuk bangunan ruang, yang memungkinkan pembicaraan secara pribadi (private).

Dengan kata lain jika dilihat dari faktor siswa maka dapat disimpulkan bahwa dalam proses konseling individu sangat diperlukan adanya inisiatif siswa dalam hal ini siswa harus termotivasi untuk mencari penyelesaian terhadap masalah yang sedng dihadapi, harus mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan apa yang diputuskan dalam proses konseling, harus mempunyai keberanian dan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya serta masalah yang sedang dihadapi.

Baca juga:   Tidak Ada Tenaga Honorer Pada Tahun 2023, Pemerintah Rencanakan Prioritas Pengangkatan

Nah, itu tadi adalah ulasan mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan konseling individu. Semoga artikel ini bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(GST/GST)

Share :

Baca Juga

Kenaikan Pangkat

8 Data Wajib Dipersiapkan Saat Akan Mendaftar PPPK Tahun 2022

Kenaikan Pangkat

Peran Guru Dalam Pengembangan Kreativitas Anak

Kenaikan Pangkat

Pentingnya Penilaian Kinerja Guru (PKG)

Kenaikan Pangkat

Kabar Baik ! Bagi Guru Lulus Passing Grade, Ini Mekanisme PPPK Tahap 3 Tahun 2022
peran apresiasi guru terhadap antusias belajar

Kenaikan Pangkat

Peran Apresiasi Guru Terhadap Antusias Belajar Peserta Didik

Kenaikan Pangkat

Kiat Mengajar Guru Profesional, Efektif, dan Menyenangkan

Kenaikan Pangkat

Pendidikan Agama Islam, istidraja

Kenaikan Pangkat

Pentingnya Laporan Publikasi Ilmiah Bagi Guru
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.