Home / Kesiswaan / Kurikulum

Rabu, 31 Agustus 2022 - 20:57 WIB

Kemdikbudristek dan Twitter Mengembangkan Program Literasi Media Sosial Bagi Pelajar SMP

program literasi sekolah

program literasi sekolah

Program Literasi Sekolah – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) danTwitter menandatangani nota kesepahaman program pendidikan literasi media sosial bagi pelajar dan tenaga kependidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program kerjasama ini akan berlangsung untuk lima tahun ke depan pada 2022 s.d. 2027.

Program literasi sekolah dikembangkan bersama oleh Twitter dan Kemdikbudristek yang berfokus pada keterampilan literasi media generasi muda untuk membantu warga sekolah berpikir dan menganalisis secara kritis berbagai konten dan informasi daring yang ditemukan, sesuai dengan pedoman dalam melakukan aktivitas di media sosial.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti dalam rilis Kemdikbudristek mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 dalam empat tahun terakhir, persentase siswa berusia 5–24 tahun di Indonesia yang memiliki akses internet meningkat tajam dari 33,98% menjadi 59,3%. Lebih dari seperempat pengguna internet (25,5%) adalah anak-anak dan remaja. Untuk mewujudkan penggunaan media sosial yang bijak, kemitraan dengan pemangku kepentingan diperlukan dalam upaya pendidikan literasi media berskala nasional yang berkelanjutan bagi pengguna pemula media sosial.

“Meskipun literasi digital di Indonesia sudah baik, kami menyadari bahwa ruang daring berkembang sangat cepat dan upaya kami tidak berhenti di situ. Upaya kami untuk membangun lingkungan digital yang aman dan mempertahankan nilai-nilai ‘Profil Pelajar Pancasila’ terus berlanjut,” jelas Suharti saat penandatangan nota kesepahaman di SDN Muara Kapuk 03, Jakarta pada Selasa (23/8), yang disaksikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim

Baca juga:   Panduan E-Rapor Kurikulum Merdeka yang Perlu Dipahami

Suharti mengungkap program ini nantinya akan disertai dengan beragam kampanye dan aktivitas interaktif. “Kami senang dapat berkolaborasi dengan mitra terpercaya seperti Twitter dalam upaya berkelanjutan kami untuk menyusun program literasi digital yang tepat guna bagi pelajar dan tenaga pengajar SMP di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kebijakan Publik, Pemerintah, dan Filantropi Asia Tenggara, Twitter, Monrawee Ampolpittayanant, menjelaskan sejak 24 Juni 2021, Twitter telah mendukung aktivitas perencanaan dan kreasi konten Kemendikbudristek terkait pedoman penggunaan media sosial dan manajemen komunikasi publik dalam bidang pendidikan melalui pemanfaatan berbagai fitur terbaru Twitter.

Bersama Kemendikbudristek, lanjutnya, Twitter telah menjalankan berbagai upaya dalam menciptakan sumber daya dan program latihan untuk membantu meningkatkan literasi digital pelajar SMP di Indonesia. Upaya tersebut meliputi pembelajaran tentang cara menggunakan fitur-fitur Twitter yang relevan untuk mengatasi perundungan di ranah digital. Selain itu mempromosikan kesadaran terhadap kesehatan mental, kekerasan berbasis gender secara daring, etiket atau tata cara penggunaan media sosial dan cara mengevaluasi informasi daring untuk mendukung literasi pelajar.

Baca juga:   Apa yang Dimaksud Kurikulum Merdeka tentang Literasi, Numerasi dan Profil Pelajar Pancasila ?

“Banyak orang Indonesia datang ke Twitter untuk mencari dan berbagi informasi, serta berdiskusi tentang berbagai hal sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka. Kami berharap kemitraan literasi digital selama lima tahun dengan Kemendikbudristek ini akan membawa dampak nyata bagi pelajar SMP di Indonesia dengan membantu mereka menavigasi ranah media sosial yang semakin kompleks serta terus memperoleh informasi yang cukup agar dapat tetap melakukan aktivitas daring secara aman,” ujar Monrawee Ampolpittayanant.

Ke depannya, program kemitraan lima tahun ini akan memperkuat komitmen jangka panjang Kemendikbudristek dan Twitter dalam menciptakan lingkungan digital yang bebas dari perundungan daring, kekerasan berbasis gender, dan radikalisme. Dengan berfokus pada lingkungan sekolah, program ini akan membantu pengguna pemula media sosial, yang merupakan pelajar SMP, untuk menavigasi ranah daring yang semakin kompleks.

Daftarkan diri anda segera pada pelatihan e-guru.id dengan tema “Ice Breaking Ampuh untuk Siswa Saat Pembelajaran” daftrkan diri anda segera di link berikut ini :

DAFTAR SEKARANG !

(fas/rtq)

Share :

Baca Juga

merdeka belajar

Kurikulum

Yuk Kenalan dengan Kurikulum Merdeka Belajar!

Kesiswaan

Jenis Wirausaha yang Cocok Untuk Siswa
tips membuat best practice

Admin Sekolah

Langkah menyusun asesmen P5 dengan mudah

Kesiswaan

4 Aplikasi Bacaan di Android untuk Meningkatkan Literasi pada Anak

Kurikulum

4 Dimensi Karakter dalam Program Profil Pelajar Pancasila

Kurikulum

6 Hal Penting dalam Penerapan Kurikulum Merdeka SMP

Kesiswaan

6 Situs Penunjang Pembelajaran Bahasa Inggris

Kesiswaan

Peningkatan pembelajaran literasi numerasi untuk mewujudkan pelajar pancasila