Home / Kesiswaan

Jumat, 22 April 2022 - 09:00 WIB

Kesulitan Belajar Siswa : Hakikat, Ciri-Ciri, Bentuk-Bentuk dan Faktor Penyebab

HAKIKAT KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar merupakan suatu konsep multidisipliner yang digunakan di lapangan ilmu pendidikan, psikologi, maupun ilmu kedokteran. Kesulitan belajar merupakan terjemahan dari istilah bahasa Inggris yaitu learning disability. Definisi kesulitan belajar pertama kali dikemukakan oleh The United States Offfice (USOE) pada tahun pada tahun 1977.

Kesulitan dalam belajar berkaitan dengan masalah dalam mengatasi berbagai gangguan serta hambatan saat proses belajar. Mulyadi (2010) mengemukakan bahwa kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Kesulitan belajar menurut Abdurrahman (2003) ialah kesulitan belajar harus disebabkan oleh adanya gangguan fungsi neorologis atau dikaitkan pada dugaan adanya kelainan fungsi neurologis.

Kemudian menurut Sunarta (2006) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kesulitan belajar adalah kesulitan yag dialami oleh siswa dalam kegiatan belajarnya, sehingga berakibat prestasi belajarnya rendah dan perubahan tingkahlaku yang terjadi tidak sesuai dengan partisipasi yang diperoleh sebagaimana teman-teman kelasnya.

Berdasarkan tiga pendapat di atas, dapat penulis simpulkan bahwa kesulitan belajar merupakan suatu kondisi dalam belajar dimana terdapat factor penyebab akibat adanya kelainan fungsi yang memunculkan hambatan-hambatan sehingga  berakibat terhadap prestasi belajar dan terhadap perubahan tingkah laku yang diharapkan selama proses belajar.

CIRI – CIRI SISWA BERKESULITAN BELAJAR

Siswa sering mengalami gejala atau ciri-ciri yang dapat ditemukan saat mereka mengalami hambatan dalam proses belajarnya. Gejala yang muncul tidak jarang menimbulkan keadaan yang berbeda ditimbang biasanya sehingga terkadang orang lain menganggapnya bahwa sedang malas dalam belajar.

Gejala yang muncul biasanya nampak dan dapat diamati melalui tingkah lakunya. Namun jika ditelaah, dibalik gejala yang muncul menandakan bahwa sebenarnya siswa sedang mengalami kesulitan dalam belajar. Berikut dikemukakan ciri-ciri tingkah laku yang merupakan manifestasi gejala kesulitan belajar menurut Mulyadi (2010) antara lain, yaitu:

  1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah dibawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau dibawah potensi yang dimiliki.
  2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan. Mungkin ada murid yang sudah berusaha untuk belajr dengan giat, tetapi nilai yang dicapainya selalu rendah.
  3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar. Selalu tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan. Misalnya rata-rata anak dapat menyelesaikan suatu tugas dalam waktu 40 menit, maka anak yang mengalami kesulitan belajar memerlukan waktu yang lebih lama, karena dengan waktu yang tersedia ia tidak dapat menyelesaikan tugasnya.
  4. Menunjukkan sikap yang kurang wajar seperti acuh tak acuh, menentang, berpura-pura, dusta dan sebagainya.
  5. Menunjukkan tingkah laku yang kurang wajar seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu di dalam atau di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, tidak tertib dalam kegiatan belajar mengajar, mengasingkan diri, tidak mau bekerjsama dan sebagainya.
  6. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar seperti pemurung, mudah tersinggung, pemarah, kurang gembira dalam menghadapi nilai rendah tidak menunjukkan perasaan sedih dan menyesal dan sebagainya.
Baca juga:   Pembentukan Karakter Prestatif Pada Siswa

Lebih lanjut dalam situs yang dikeluarkan oleh Learning Disabilites Association of America menyebutkan bahwa gejala yang sering timbul bagi anak dengan kesulitan belajar bervariasi dan tergantung pada usia anak.

  1. Pada Usia Pra Sekolah
    1. Keterlambatan bebricara jika dibandingkan dengan anak seusianya.
    2. Adanya kesulitan dalam pengucapan kata.
    3. Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim.
    4. Sering kali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu kalimat.
    5. Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka,huruf dan nama-nama hari.
    6. Mengalami kesulitan dalam menghubungkan kata-kata dalam suatu kalimat.
    7. Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya.
    8. Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya.
    9. Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu.
    10. Menghindari pekerjaan tertentu seperti menggunting dan menggambar.
  2. Pada Usia Sekolah
    1. Daya ingatnya (relatif) kurang baik.
    2. Sering melakukan kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca.
    3. Lambat untuk mempeljari antara huruf dengan bunyi pengucapannya.
    4. Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran matematika.
    5. Sulit dalam mempelajari ketrampilan baru, terutama yang membutuhkan kemampuan daya ingat.
    6. Sangat aktif dan tidak mampu menyelesaikan satu tugas atau kegiatan tertentu dengan tuntas.
    7. Impulsif (bertindak sebelum berfikir).
    8. Sulit berkonsetrasi atau perhatiannya mudah teralih.
    9. Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah ataupun di rumah.
    10. Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya.
    11. Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-hari.
    12. Problem emosional, seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya.
    13. Menolak sekolah.
    14. Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas tertentu.
    15. Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen.
    16. Kesulitan dalam mempelajari tentang hari dan waktu.
  3. Pada Usia Remaja dan Dewasa
    1. Membuat kesalahan dalam mengeja hingga dewasa.
    2. Sering menghindar dari tugas membaca dan menulis.
    3. Kesulitan dalam menyimpulkan suatu bacaan.
    4. Kesulitan menjawab pertanyaan yang membutuhkan penjelasan lisan dan/tulisan.
    5. Kemampuan daya ingat lemah.
    6. Kesulitan dalam menyerap konsep yang abstrak.
    7. Bekerja lamban.
    8. Bisa kurang perhatian dalam hal-hal yang rinci atau bisa juga terlalu.
    9. Bisa salah dalam membaca informasi.

BENTUK-BENTUK KESULITAN BELAJAR

Menurut Mulyadi (2010) Kesulitan belajar memiliki bentuk-bentuk atau jenis-jenis, diantaranya yaitu :

  1. Learning Disorder (Ketergangguan Belajar)

Adalah keadaan dimana proses belajar seseorang terganggu karena timbulnya respons yang bertentangan.pada dasarnya orang yang mengalami gangguan belajar, prestasi belajarnya tidak terganggu, akan tetapi proses belajarnya yang terganggu atau terhambat oleh adanya respons-respons yang bertentangan.

  1. Learning Disabilities (Ketidakmampuan belajar)

Adalah ketidakmampuan seorang murid yang mengacu kepada gejala dimana murid tidak mampu belajar (menghndari belajar), sehingga hasil belajarnya dibawah potensi intelektualnya.

  1. Learning Disfunction (Ketidakfungsian belajar)

Menunjukkan gejala dimana proses belajar tidak berfungsi dengan baik meskipun pada dasarnya tidak ada tanda-tanda subnormalitas mental, gangguan alat indera atau gangguan psikologis lainnya.

Baca juga:   Asesmen Nasional: Mengukur Karakter Peserta Didik
  1. Under Achiever (Pencapaian rendah)

Adalah mengacu kepada murid murid rendah yang memiliki tingkat potensi intelektual di atas normal, tetapi prestasi belajarnya tergolong rendah.

  1. Slow Learner (Lambat belajar)

Adalah murid yang lambat dalam proses belajarnya sehinnga membutuhkan waktu dibandingkan dengan murid-murid yang lain yang memiliki taraf potensi intelektual yang sama.

Di dalam buku Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar (2003) karya Abdurrahman menjelaskan beberapa jenis yang termasuk ke dalam kesulitan belajar khusus diantaranya yaitu :

  1. Gangguan perkembangan motorik dan perseptual
  2. Kesulitan belajar kognitif
  3. Kesulitan belajar bahasa
  4. Kesulitan belajar membaca
  5. Kesulitan belajar menulis
  6. Kesulitan belajar matematika

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESULITAN BELAJAR

Menurut Burton (2002), faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan.

Faktor Internal

Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor kejiwaan dan faktor kejasmanian.

1. Faktor kejiwaan, antara lain :

  • Minat terhadap mata pelajaran kurang
  • Motif belajar rendah
  • Rasa percaya diri kurang
  • Disiplin pribadi rendah
  • Sering meremehkan persoalan
  • Sering mengalami konflik psikis
  • Integritas kepribadian lemah.

2. Faktor Kejasmanian

  • Keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit)
  • Adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan
  • Adanya gangguan pada fungsi indera
  • Kelelahan secara fisik

Faktor Eksternal

Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berada atau berasal dari luar peserta didik. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua : faktor instrumental dan faktor lingkungan.

1. Faktor instrumental

Faktor-faktor instrumental yang dapat menyebabkan kesulitan belajar antara lain :

  • Kemampuan profesional dan kepribadian guru yang tidak memadai.
  • Kurikulum yang terlalu berat bagi pesert didik.
  • Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik.
  • Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

2. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan meliputi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor lingkungan antara lain :

  • Disintegrasi atau disharmonisasi keluarga.
  • Lingkungan sosial sekolah yang tidak kondusif.
  • Teman-teman bergaul yang tidak baik.
  • Lokasi kampus yang tidak atau kurang cocok untuk pendidikan.

SUMBER :

Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : PT Rineka Cipta

Mulyadi. 2008. Diagnosis Kesulitan Belajar (Dan Bimbingan terhadap Kesulitan Belajar Khusus). Yogyakarta. Nuha Litera

Sunarta, Kelut. 2006. Verba Derivasional Bahasa Bolaang Mangandow. Denpasar: Program Pascasarjana Universitas Udayana.

Penulis : Gesti Rosdiana

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Mengenal Lebih dalam Ujian AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)

Kenaikan Pangkat

Asesmen Nasional: Mengukur Karakter Peserta Didik

Kesiswaan

Guru Wajib Tau, Apa itu Konsep Diri Dan Ciri-Cirinya

Kesiswaan

Psikologi Perkembangan Peserta Didik yang Harus Dipahami Guru
Penjelasan ANBK 2022, Tujuan, sampai Tanggal Pelaksanaannya: Siswa kelas 5 MI Miftahul Huda sedang berlatih soal-soal ANBK, Rabu (17/11/2021). [Ninda Novita Arieani/dok.pribadi]

Admin Sekolah

Computer Based Test Menguntungkan atau Merugikan?

Kesiswaan

Siswa Perlu Bersiap, Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka Bulan April

Kesiswaan

Cara Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik

Kesiswaan

Akibat PTM Tak Konsisten, Pendidikan Indonesia Mengalami Penurunan Kualitas