Home / Kesiswaan

Sabtu, 28 Mei 2022 - 02:19 WIB

Menyusun Program Penguatan Karakter saat Kebijakan PTM Berlangsung

Program Penguatan Karakter – Selain mendidik untuk meningkatkan intelektualitas, sangat penting dan urgen bagi seorang guru untuk memiliki strategi perencaan untuk mewujudkan program penguatan karakter.

Dengan berlakunya kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), tentu akan membantu para guru untuk mengondisikan program tersebut. Memang, di awal penyusunan dan perwujudan program penguatan karakter terasa sulit. Sebab tidak bisa dinafikkan bila karakter peserta cenderung merupakan dampak dari adanya Covid-19.

Misal, berkarakter individualis dan berada di comfort zone. Sudah banyak contoh peserta didik yang kehilangan karakter baik seperti bertanggung jawab, optimis, tidak mudah menyerah dan karakter lainnya.

Jika terus dibiarkan, maka bia dipastikan generasi bangsa akan segera menghadapi kehancuran mental.

Maka dari itu, lingkungan sekolah yang bersinergi dengan orangtua merupakan kombinasi terbaik untuk mewujudkan program penguatan karakter.

Apa Urgensitas Program Penguatan Karakter?

Mungkin masih ada sebagian yang bertanya – tanya terkait urgensitas dari adanya Program Penguatan Karakter di lingkungan sekolah. Tujuannya yakni ingin merekonstruksi karakter dalam diri peserta didik sedini mungkin agar terbentuk pribadi yang baik.

Pembentukan karakter sendiri didefinisikan sebagaimana adanya upaya pembentukan serangkaian motivasi, sikap, dan perilaku sekaligus keterampilan. Proses rangkaian tersebut sebagai adanya nilai, kemampuan, kapasitas moral maupun ketegaran pada saat menjalani beragam masalah serta adanya tantangan dalam kehidupan.

Membentuk dan mewujudkan program penguatan karakter merupakan suatu upaya untuk mencegah terjadinya degradasi moral dan potensi kehadiran generasi yang merusak bangsa.

Hal ini selaras dengan kondisi dunia pendidikan hari ini yang tidak hanya tentang masalah peserta didik kesulitan untuk menyerap pembelajaran, namun adab dan tutur kata mereka sudah di luar norma.

Bayangkan saja, ada banyak pemberitaan mengenai seorang peserta didik yang berkata kasar. Pun ada juga kasus di mana peserta didik sakit hati lantaran dinasehati sehingga melapor pada polisi.

Tentu ini bukan hal yang baik. Sebab keberkahan ada di mana para guru rela untuk mendidik dan mengajarkan keilmuan pada peserta didik. Jika para guru sudah tidak rela, maka bisa dipastikan pembelajaran yang selama ini diserap hanya bagaikan buih di lautan saja.

Penguatan karakter juga diperlukan untuk membentuk kepribadian bangsa secara massal. Bayangkan saja, guru akan merasakan kesulitan bila harus menindak tegas peserta didik untuk memperbaiki perilakunya satu persatu.

Baca juga:   Ini Dia Kriteria dan Standar Kelulusan Siswa Terbaru di Tahun 2022

Langkah Menyusun Program Penguatan Karakter

Di dunia pendidikan, program penguatan karakter merupakan program yang sudah dicanangkan oleh naungan kementerian namun biasanya bergantung pada mekanisme pengelolaan guru di dalam kelas.

Guru bisa melakukan program penguatan karakter melalui beragam kegiatan misalnya saling membantu sesama. Kemudian, kegiatan berbagi dan masih banyak kegiatan lainnya.

Mekanisme pengaturannya yakni terdiri dari beberapa tahap mulai dari pembentukan, adanya unsur transformasi, maupun transmisi sekaligus informasi mengenai proses pengembangan potensi para peserta didik.

Program penguatan karakter sendiri sejatinya tidak akan berjalan tanpa ada sinergitas dari lingkungan sekolah, orangtua dan teman – temannya.

Untuk lingkungan sekolah, program tersebut biasanya berdasar pada kelima pilar religius, nasionalis, mandiri, integritas dan gotong royong.

Penjelasannya sebagai berikut :

1.   Pilar Religius

Pilar pertama yakni pilar religius. Dalam program penguatan karakter, pilar religius sangatlah penting. Semua agama tentu mengajarkan umatnya untuk memiliki kepribadian yang baik.

Kepribadian yang baik merupakan buah dari stabilnya keimanan yang dimiliki peserta didik. Sehingga, jika stabil keimanan yang dimiliki, maka pilar religius bisa menjadi penopang untuk mewujudkan program penguatan karakter di lingkungan sekolah.

2.   Pilar Nasionalis

Kemudian yang kedua yakni pilar nasionalis. Pilar yang mengharuskan peserta didik harus mencintai bangsa melalui wujud kepribadian yang baik.

Kepribadian yang baik akan menjadikan bangsa lebih maju dan diteladani bangsa lainnya. Mengingat bahwasannya kepribadian bangsa juga dapat dipahami melalui nilai – nilai yang ada dalam Pancasila.

3.   Pilar Mandiri

Selanjutnya, yakni pilar kemandirian. Pilar tersebut merupakan salah satu penopang untuk mewujudkan kerpibadian baik dalam diri seseorang untuk menjadi seorang yang mandiri. Menjadi mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain.

Namun mengusahakan sendiri dengan segala kemampuan yang dimiliki. Jika masih bisa diusahakan sendiri, alangkah lebih baik bila peserta didik bisa menyelesaikan dan mensolusikan permasalahan tersebut.

Kemandirian dalam diri peserta didik sangat diperlakukan sebagai bekal untuk menghadapi kondisi kehidupan di masa mendatang.

4.   Pilar Integritas

Kemudian, pilar integritas juga menjadi salah satu hal penting yang perlu diwujudkan agar program penguatan karakter dapat diwujudkan khususnya di jenjang SMP dan SMA.

Pilar ini juga akan banyak mengajarkan peserta didik bahwa persatuan dan kesatuan adalah hal yang dapat mendorong generasi untuk belajar sekaligus meningkatkan kepribadian atau karakter baik yang ada dalam diri.

Baca juga:   4 Dimensi Karakter dalam Program Profil Pelajar Pancasila

Kesatuan dalam membangun karakter bersama sangat diperlukan. Sebab akan susah bila hanya ada satu atau dua peserta didik saja yang ikut berpartisipasi dalam program penguatan karakter di kelas. Alih – alih terwujud, malah yang ada kegagalan saja.

5.   Pilar Gotong Royong

Pilar yang kelima yakni pilar gotong royong. Pilar ini mengharuskan para peserta didik untuk saling bahu membahu agar mereka bisa saling memberikan nasihat maupun teguran bilamana mendapati temannya sedang berperilaku buruk.

Manfaat Membina Karakter

Ada banyak manfaat yang guru dan peserta didik dapatkan manakala telah membangun kebiasaan untuk berperilaku baik sejak dini. Sebab semua agama pasti sudah mengajarkan para umatnya untuk bisa berbuat dan berkelakuan baik.

Manfaat lainnya yakni dicintai dan dikasihi oleh teman – teman dan lingkungan sekitar. Seseorang yang berperilaku baik pasti akan memiliki lingkungan pertemanan yang baik sebagai dampak dari aktivitas yang dia lakukan.

Kemudian manfaat lainnya membina karakter sejak dini yakni peserta didik akan lebih terbiasa untuk melakukan hal – hal baik sehingga ketika dewasa nanti akan menjadi seseorang yang berbudi luhur.

Sebab, kelak ketika peserta didik mencapai kedewasaannya, pada saat itu merupakan masa bagi peserta didik untuk melakukan berbagai aktivitas dengan kebaikan.

Nah, kesemua pilar ini merupakan satu kesatuan yang harus diwujudkan secara bersama – bersama agar program penguatan karakter dapat berjalan. Sulit rasanya mengondisikan program tersebut bila ada satu atau dua pilar yang tidak tersentuh.

Bayangkan saja, bila pilar gotong royong tidak ada atau bahkan belum terbangun pemikirannya, tentu guru harus berupaya lebih keras lagi untuk menyusun strategi agar kelima peran ini bisa saling berjalan dan seimbang.

Demikian ulasan mengenai program penguatan karakter, semoga dapat bermanfaat bagi para guru untuk bisa mengondisikannya.

Besar harapannya, bahwa ruang kelas selain menjadi tempat mengajar dan menyampaikan ilmu, sekaligus dapat menjadi ruang perubahan generasi bangsa ini. Yakni berawal dari generasi yang kacau dan amburadul menjadi sosok yang unggul dalam kepribadian serta dapat menjadi teladan baik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Membangun Pendidikan Indonesia ke Arah Lebih Baik dengan Strategi Jitu
program literasi sekolah

Kesiswaan

Kemdikbudristek dan Twitter Mengembangkan Program Literasi Media Sosial Bagi Pelajar SMP

Kesiswaan

Awas Nomophobia! Bahaya Kecanduan Gadget pada Gen Z
Strategi Guru

Guru Honorer

Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Siswa
motivasi belajar

Kenaikan Pangkat

Guru Perlu Lakukan ini! Siswa akan Semangat dalam Pembelajaran

Kesiswaan

Kenali Komponen-Komponen Membangun Karakter Siswa, Guru Harus Tahu!

Kesiswaan

Penanaman Karakter Cinta Tanah Air pada Siswa

Kesiswaan

Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mengembangan Potensi Siswa
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.