Home / Kesiswaan

Kamis, 31 Maret 2022 - 08:29 WIB

Begini Proses Pembentukan Karakter

Karakter seseorang bisa dibentuk. Akan tetapi, pembentukan karakter juga tidak mudah dan membutuhkan proses. Proses pembentukan karakter meliputi proses mengetahui, memikirkan, melakukan, dan membiasakan. Nah, terdapat beberapa teori yang dapat digunakan untuk menganalisis proses pembentukan karakter ini. Teori tersebut diantaranya:

Pendekatan Kognitif

Menurut para psikolog kognitif, otak menjadi tempat yang mengandung “pikiran” di mana kemungkinan proses-proses mental individu terjadi. Proses- proses tersebut diantaranya:

  1. Mengingat
  2. Mengambil keputusan
  3. Merencanakan
  4. Menentukan tujuan

Pendekatan kognitif menekankan pada proses-proses mental yang terlibat dalam mengetahui bagaimana kita mengarahkan perhatian, mempersiapkan, mengingat, berpikir, dan memecahkan masalah. Unsur terpenting dalam pembentukan karakter adalah pikiran karena pikiran, yang di dalamnya terdapat seluruh program yang terbentuk dari pengalaman hidupnya, merupakan pelopor segalanya.

Pendekatan Teori Psikologi Behavioristik

Pembentukan tingkah laku berdasakarkan pada pendekatan behavioristik ini menekankan mengenai respon perilaku yang dapat diamati dan merupakan penentu lingkungannya. Dengan kata lain, pendekatan ini dapat diukur karena dapat dilihat dari perilaku atau interaksi dengan lingkungannya. Ganjaran dan hukuman menentukan perilaku.

Pendekatan Teori Belajar Sosial (Social Learning Theory)

Teori belajar sosial atau social learning theory yang merupakan teori miliki Albert Bandura ini mengemukakan bahwa:

  1. Manusia dapat berfikir dan mengatur tingkah lakunya sendiri, sehingga mereka bukan semata-mata budak yang menjadi obyek pengaruh lingkungan. Sifat kausal atau sebab akibat bukan dimiliki sendirian oleh lingkungan, karena orang dan lingkungan saling mempengaruhi.
  2. Aspek-aspek fungsi kepribadian melibatkan interaksi orang tersebut dengan orang lain.
Baca juga:   9 Cara Mengajarkan Toleransi pada Peserta Didik

Pendekatan teori belajar sosial lebih ditekankan pada perlunya conditioning (pembiasaan merespon) dan imitation (peniruan). Pendekatan belajar sosial menekankan pentingnya penelitian empiris dalam mempelajari perkembangan anak-anak.

Proses Pembentukan Karakter

Setelah membahas teori yang bisa menganalisis pembentukan karakter. Selanjutnya, penjelasan mengenai proses pembentukan karakter yang bisa dilakukan sebai berikut :

Pertama, Pengenalan. Pengenalan mengenai dirinya sendiri dan bagaimana biasanya diri sendiri dalam menyikapi sesuatu. Individu harus melakukan tahap pengenalan dengan karakter yang sering muncul agar lama kelamaan karakter tersebut menjadi karakter yang sesuai dengan dirinya.

Kedua, Pemahaman. Setelah tahap pengenalan langkah berikutnya adalah pemahaman. Individu dalam proses pembentukan karakter harus benar-benar memahami karakternya sendiri.

Ketiga, Penerapan. Karakter yang kiranya sudah dianggap sesuai dengan dirinya lama kelamaan akan menyatu dan karakter ini dimunculkan setiap harinya. Ini termasuk bentuk penerapan karakter dan langkah setelah dilakukannya pemahaman karakter.

Keempat. Pengulangan/ pembiasaan. Karakter yang muncul biasanya akan terus muncul sehingga terjadi pengulangan atau pembiasaan.

Kelima, Pembudayaan. Setelah menjadi pembiasaan karakter berikutnya akan menjadi pembudayaan. Bahkan beberapa karakter yang baik akan diterima oleh masyarakat pada umumnya.

Keenam, Internalisasi menjadi karakter. Ini menjadi proses terakhir. Setelah melalui beberapa tahap, berikutnya karakter akan menginternalisasi dalam dirinya sendiri.

Tahapan di atas dapat dikelompokkan lagi atas dua bagian. Bagian pertama dominan aspek cognitifnya, yakni mulai dari Tahap Pengenalan hingga tahap Penerapan. Selanjutnya bagian kedua mulai didominasi oleh ranah afektif, yakni mulai dari pengulangan sampai internalisasi menjadi karakter. Bagian ke dua ini, dorongan untuk melakukan sesuatu sudah berasal dari dalam dirinya sendiri.

Baca juga:   Manfaat Chatbot sebagai Media Pembelajaran, Inovasi Baru Dunia Pendidikan

Selanjutnya Stephen Covey, menyimpulkan bahwa sebenarnya ada tiga teori utama yang mendasari terbentuknya karakter, yaitu :

  1. Determinisme Genetis, pada dasarnya mengatakan kakek-nenek andalah yang bebuat begitu kepada anda. Itulah sebabnya anda memiliki tabiat seperti ini. Kakek-nenek anda mudah marah dan itu ada pada DNA anda. Sifat ini diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya dan anda mewarisinya. Lagipula, anda orang Irlandia, dan itu sifat orang Irlandia.
  2. Determinisme Psikis, pada dasarnya orangtua andalah yang berbuat begitu kepada anda. Pegasuhan anda, pengalaman masa anak-anak anda pada dasarnya membentuk kecenderungan pribadi dan susunan karakter anda. Itulah sebabnya anda takut berdiri di depan banyak orang. Begitulah cara orang tua anda membesarkan anda. Anda merasa sangat bersalah jika anda membuat kesalahan karena anda “ingat jauh di dalam hati tentang penulsan naskah emosional anda ketika anda sangat rentan, lembek dan berbantung. Anda “ingat” hukuman emosional, penolakan, pembandingan dengan orang lain ketika anda tidak berprestasi seperti yang diharapkan.
  3. Determinisme Lingkungan, pada dasarnya mengatakan bos anda berbuat begitu kepada anda – atau pasangan anda, atau anak remaja yang berandal itu, atau situasi ekonomi anda, atau kebijakan nasional. Sesorang atau sesuatu di lingkungan anda betanggungjawab atas situasi anda.

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Kenali Ciri-Ciri Kecemasan Sosial Pada Siswa

Kenaikan Pangkat

Jenis-jenis Kecerdasan Yang Harus Kita Tahu

Kesiswaan

Kepercayaan Diri Siswa : Pengertian, Aspek, Ciri dan Faktornya

Kesiswaan

Ini Dia Tugas Perkembangan Siswa Sekolah Dasar yang Perlu Guru Ketahui

Guru Honorer

Guru Wajib Kenali 5 Gaya Belajar Siswa

Kesiswaan

Pengumuman SBMPTN 2022, Cek Selengkapnya Di Sini!
Karakteristik Siswa

Kesiswaan

Sangat Penting! Berikut Sifat yang Tidak Disukai Siswa

Admin Sekolah

Langkah menyusun asesmen P5 dengan mudah
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.