Home / Kesiswaan

Rabu, 30 Maret 2022 - 23:26 WIB

Meneladani Mr. Kobayashi dari Novel Totto Chan dalam Mendidik Siswa

Mr. Kobayashi merupakan tokoh dalam buku Totto Chan yang dianggap sebagai gambaran ideal tentang bagaimana seharusnya seorang pengajar dalam mendidik siswa.  Totto Chan sendiri merupakan buku populer dari Jepang yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1981. Di Jepang, buku ini digunakan sebagai materi pengajaran.

Banyak hal yang dapat diteladani dari buku ini dalam hal pendidikan. Salah satunya adalah tokoh kepala sekolah yaitu Mr. Kobayashi. Berikut ini hal-hal yang dapat diteladani dari Mr. Kobayashi dalam mendidik siswa.

Pertama, mengenal siswanya. Mr. Kobayashi digambarkan sebagai kepala sekolah yang sabar. Ketika ada siswa baru yang ingin masuk sekolahnya, ia meminta siswa baru untuk bercerita apa saja yang ingin diceritakan. Hal ini dimaksudkan untuk mengenal lebih jauh bagaimana karakter siswanya tanpa harus membuat siswa tersebut tidak nyaman.

Dalam kenyataannya, perilaku semacam ini juga dapat diterapkan guru terhadap siswanya. Guru dapat mendalami karakter siswa di kelasnya dengan melakukan pengamatan terhadap setiap tingkah laku siswa di kelas. Atau saat guru melakukan interaksi dengan siswa tersebut.

Mengenali karakter siswa dapat membantu guru menentukan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Kedua, menerima siswa tanpa membeda-bedakan. Mr. Kobayashi sangat menerima siapapun yang ingin belajar di sekolahnya. Baik itu siswa yang dikatakan ‘nakal’ oleh sekolah lain ataupun siswa biasa pada umunya.

Baca juga:   Computer Based Test Menguntungkan atau Merugikan?

Penerimaan guru terhadap siswanya tanpa membeda-bedakan merupakan sesuatu yang penting. Karena ketika guru lebih memprioritaskan siswa yang memiliki prestasi, maka hal ini akan menimbulkan kecemburuan siswa. Siswa dapat menganggap bahwa dirinya bukanlah bagian penting dalam kelas. Dan hal ini tentu akan berakibat pada menurunnya semangat dan prestasi belajarnya.

Ketiga, siswa diberikan kebebasan memilih pelajaran. Sebagai kepala sekolah, Mr. Kobayashi tidak mengharuskan siswa belajar hal yang sama. Sebaliknya, setiap siswa di sana dibebaskan untuk memilih pelajaran apa yang ingin dipelajari.

Di jam pertama siswa satu bisa belajar matematika, sedangkan siswa lainnya ada yang belajar bahasa. Namun Mr. Kobayashi tetap menekankan bahwa siswa harus bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.

Keempat, memberikan pengertian atas setiap tindakan bukan hukuman. Ketika salah satu murid Mr. Kobayashi melakukan tindakan yang dapat dikategorikan ‘nakal’ bagi sekolah pada umumnya, ia tidak langsung marah-marah atau melarang. Mr. Kobayashi justru bertanya lebih dahulu mengenai apa yang dilakukan dan alasan melakukannya.

Setelah mendengarkan kejujuran siswanya, barulah kemudian ia menjelaskan tanggung jawab apa yang harus dilakukan dari tindakan tersebut.

Kelima, memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada siswanya. Mr. Kobayashi selalu menaruh kepercayaan kepada siswanya. Ia membiarkan siswanya melakukan apapun yang disukai dengan mengajarkan rasa tanggung jawab melalui ucapan dan tindakannya.

Baca juga:   Bingung Ingin Melajutkan Kuliah Dimana? Yuk, Kenali Dulu Jenis-Jenis Perguruan Tinggi di Indonesia

Hal ini membuat siswanya menjadi tidak takut berbuat salah dalam hal yang positif dan bertanggung jawab dalam setiap perbuatannya.

Keenam, merancang aktivitas belajar yang menyenangkan. Dalam aktivitas belajar, Mr. Kobayashi mendesainnya agar dapat melibatkan daya pikir, psikomotorik, dan emosi siswa. Mr. Kobayashi juga mendesain belajar yang tidak terpaku hanya di ruang kelas, namun juga di luar.

Seperti misalnya menyediakan pembelajaran bercocok tanam dengan mengundang ahlinya.

Ketujuh, memberika pengaruh positif terhadap siswa. Mr. Kobayashi sering mangatakan hal-hal positif tentang siswanya. Seperti misalnya, “Kamu benar-benar anak baik. Kamu tahu itu, kan?”.

Hal ini penting untuk membangun kepercayaan diri siswa. Bagi siswa yang masih mengalami masa pencarian jati diri, penanaman kata-kata positif ini tentu akan memberikan dampak baik bagi interpretasi siswa terhadap dirinya sendiri.

Demikian hal-hal yang dapat diteladani dari Mr. Kobayashi dalam mendidik siswa.

 

Anda ingin meningkatkan kompetensi dalam mengajar? Mari bergabung menjadi member e-guru.id. Dapatkan akses berbagai pelatihan guru setiap minggunya. Klik LINK INI untuk mendaftar.

Penulis: Agriantika Fallent

 

Share :

Baca Juga

Penjelasan ANBK 2022, Tujuan, sampai Tanggal Pelaksanaannya: Siswa kelas 5 MI Miftahul Huda sedang berlatih soal-soal ANBK, Rabu (17/11/2021). [Ninda Novita Arieani/dok.pribadi]

Admin Sekolah

Computer Based Test Menguntungkan atau Merugikan?

Kesiswaan

Ingin meningkatkan softskill guru? simak ulasan berikut ini
program besar

Kesiswaan

5 Soft Skill yang Perlu GuruTingkatkan

Kesiswaan

Yuk Pahami Dampak Positif dan Dampak Negatif Media Sosial
Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kesiswaan

Cara Mewujudkan Karakter Disiplin Siswa

Kesiswaan

Tips Meningkatkan Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Siswa
tips menjadi guru friendly

Kesiswaan

Tips Menjadi Guru Friendly Yang Disukai Para Murid

Kesiswaan

Awas Nomophobia! Bahaya Kecanduan Gadget pada Gen Z