Home / Kesiswaan

Jumat, 11 Maret 2022 - 20:55 WIB

Perilaku Membolos Siswa : Faktor Penyebab dan Dampaknya

Membolos sekolah adalah kegiatan tidak masuk sekolah untuk mengikuti mata pelajaran baik satu mata pelajaran ataupun tidak masuk selama seharian penuh. Secara lebih lanjut perilaku membolos mengarah pada suatu kondisi dimana seseorang atau siswa secara sengaja tidak masuk sekolah dan tidak mengikuti mata pelajaran pada hari tersebut. Dengan kata lain siswa tidak berangkat tanpa keterangan atau alpa.

Perilaku membolos sekolah dikenal dengan istilah truancy ini dilakukan dengan cara siswa tetap pergi dari rumah pada pagi hari dengan berseragam, tetapi mereka tidak sampai ke sekolah atau tidak berada di sekolah pada jam sekolah berlangsung. Perilaku membolos ini umumnya ditemukan pada usia remaja mulai tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Membolos sekolah juga dapat diartikan sebagai perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat. Dengan kata lain, ketidak hadiran tanpa alasan yang jelas. Selain itu juga membolos sekolah bisa dikatakan sebagai tindakan tidak berangkat sekolah karena belum selesai dalam mengerjakan tugas. Biasanya membolos adalah sebagai tindakan menghindar dari sebuah tanggung jawab. Jika pada hari itu ada tugas yang belum dikerjakan padahal harus dikumpulkan, maka biasanya yang dilakukan siswa adalah dengan membolos sekolah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perilaku membolos adalah perilaku siswa yang tidak masuk sekolah atau tidak mengikuti pelajaran tanpa alasan atau dengan alasan yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Nah siswa Anda sering membolos sekolah apa tidak nih? Semoga tidak ya.

Faktor Penyebab Perilaku Membolos Sekolah

faktor penyebab perilaku membolos siswa pada hakikatnya tidak hanya berasal dari dalam diri siswa itu sendiri (internal) melainkan dapat juga disebabkan oleh faktor eksternal seperti lingkungan sekolah dan keluarga. Jadi, faktor penyebab perilaku membolos sekolah pada siswa dibagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Beberapa faktor internal yang menyebabkan perilaku membolos meliputi :

  1. Siswa membolos sekolah karena ada tugas yang belum terselesaikan.
  2. Ketidakmampuan siswa dalam mengikuti pelajaran di sekolah atau ketidakmampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang telah disampaikan oleh guru.
  3. Merasa memiliki kemampuan intelektual yang tarafnya lebih tinggi dari teman-temannya sehingga jika tidak berangkat sekolah maka tidak akan mempengaruhi hasilnya.
  4. Kurangnya motivasi belajar pada siswa.
  5. Kurangnya kepercayaan diri pada siswa
  6. Hilangnya minat akademik siswa.
Baca juga:   Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa. Beberapa faktor eksternal yang menyebabkan perilaku membolos meliputi :

Keluarga

Pertama, keadaan keluarga. Keadaan keluarga tidak selalu memudahkan anak didik dalam menggunakan waktu untuk belajar sekehendak hatinya. Banyak keluarga yang masih memerlukan bantuan anak-anaknya untuk melaksanakan tugas-tugas di rumah, bahkan tidak jarang pula terlihat ada anak didik yang membantu orang tuanya mencari nafkah.

Kedua, sikap orang tua. Sikap orang tua yang masa bodoh terhadap sekolah, yang tentunya kurang membantu mendorong anak untuk hadir ke sekolah. Orang tua dengan mudah memberi surat keterangan sakit ke sekolah, padahal anak membolos untuk menghindari ulangan.

Sekolah

Hubungan siswa dengan sekolah dapat dilihat dari siswa lain yang menyebabkan ia tidak senang di sekolah, lalu membolos. Atau bisa jadi tidak senang ke sekolah karena tidak senang dengan gurunya maupun mata pelajaran tertentu. Selain itu juga ketika ada masalah pribadi dengan teman di kelasnya bisa menjadi penyebab siswa membolos sekolah.

Tanpa disadari, pihak sekolah bisa jadi menyebabkan perilaku membolos pada remaja, karena sekolah kurang memiliki kepedulian terhadap apa yang terjadi pada siswa. Awalnya barangkali siswa membolos karena faktor personal atau permasalahan dalam keluarganya. Kemudian masalah muncul karena sekolah tidak memberikan tindakan yang konsisten, kadang menghukum kadang menghiraukannya. Ketidakkonsistenan ini akan berakibat pada kebingungan siswa dalam berperilaku sehingga tak jarang mereka mencoba – coba membolos lagi. Jika penyebab banyaknya perilaku membolos adalah faktor tersebut, maka penanganan dapat dilakukan dengan melakukan penegakan disiplin sekolah.

Dampak Perilaku Membolos Sekolah

Perilaku membolos sekolah yang sering dilakukan tentu akan membawa dampak bagi siswa itu sendiri. Jika sering dilakukan dan tidak segera diatasi, maka perilaku membolos ini akan menjadi kebiasaan yang bisa dibawa hingga dewasa. Adapun dampak dari perilaku membolos sekolah diantaranya yaitu :

Pertama, siswa yang sering membolos sekolah akan mengalami kegagalan dalam pelajaran. Meskipun dalam teori guru harus bersedia membantu anak mengejar pelajaran yang ketinggalan, tetapi dalam prakteknya hal ini akan sulit dilaksanakan. Karena pembelajaran menjadi kurang efektif ketika banyak siswa yang membolos sekolah. Siswa yang sudah sering membolos sekolah kemudian ketika dia berangkat sekolah biasanya dia tidak mengerti apa yang diajarkan oleh guru, karena dia tidak mempelajari materi atau dasar – dasar dari mata pelajaran – mata pelajaran yang sebelumnya diajarkan. Sehingga dalam proses pembelajaran akan muncul ketidakpahaman.

Baca juga:   Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam

Kedua, selain mengalami kegagalan belajar, siswa tersebut juga akan mengalami marginalisasi atau perasaan tersisihkan oleh teman-temannya. Hal ini kadang bisa terjadi manakala siswa tersebut sudah begitu “parah” keadaannya dalam membolos sekolah sehingga anggapan teman-temannya siswa tersebut merupakan siswa yang nakal dan perlu menjaga jarak dengannya. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya kedekatan hubungan antara dia dengan teman satu kelasnya.

Ketiga, hal yang tidak mungkin terlewatkan ketika siswa membolos ialah hilangnya rasa disiplin, ketaatan terhadap peraturan sekolah berkurang. Dampak ketiga ini akan begitu mudah dirasakan dan diamati. Bila perilaku membolos ini diteruskan, maka akan muncul sikap acuh tak acuh pada urusan sekolahnya.  Kurangnya rasa disiplin pada siswa juga akan menghambat proses kegiatan belajar mengajar yang berlangsung. Siswa yang kurang disiplin maka kesannya adalah siswa tersebut menyepelekan sekolah. Kemudian seperti menganggap sekolah itu miliknya sendiri sehingga bebas untuk melakukan tindakan semaunya. Nah, untuk itu ketika ada siswa yang membolos sekolah sebaiknya langsung ditegur agar tidak terus menerus membolos sekolah.

Keempat, dampak dari perilaku membolos yang sering dilakukan yang lebih parah siswa dapat tidak naik kelas bahkan bisa dikeluarkan dari sekolah. Biasanya ada sekolah yang menerapkan berapa persen kehadiran siswa di sekolah dan menetapkan kehadiran sebagai salah satu syarat untuk naik kelas. Jika ada siswa yang kehadirannya di sekolah tidak memenuhi kriteria maka sekolah berhak untuk membuat siswa tersebut tidak naik kelas atau dikeluarkan. Lalu karena membolos sekolah maka siswa tidak mengikuti pelajaran yang disampaikan guru. Akhirnya siswa tersebut harus belajar sendiri untuk mengejar ketertinggalannya. Masalah akan muncul juga manakala siswa tidak memahami materi bahasan. Sudah pasti ini juga akan berpengaruh pada nilai ulangannya.

Demikan tadi penjelasan mengenai perilaku membolos pada siswa yang meliputi faktor dan dampak yang diakibatkan dari perilaku membolos sekolah. Sebagai pendidik tentu hal ini akan menjadi perhatian khusus jika ada siswa di sekolah yang sering membolos maka sekolah pun akan segera bertindak strategi apa yang tepat untuk menangani perilaku membolos siwa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik dengan cara klik pada link INI

 

 

 

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Begini Strategi Menumbuhkan Karakter Cinta Tuhan pada Siswa

Kesiswaan

Resmi ! Mulai Agustus, Asesmen Nasional (AN) 2022 Akan Segera Dilaksanakan, Catat Jadwalnya

Kesiswaan

3 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa di Lingkungan Sekolah

Kesiswaan

Penting! Berikut Administrasi Wali Kelas yang Wajib Dipenuhi
mengatasi bullying

Kesiswaan

Pendekatan Solutif untuk Mengatasi Bullying di Sekolah!

Kesiswaan

Begini Strategi Agar Siswa Tidak Mencontek Saat Ujian
7 Gaya Belajar Siswa yang Wajib Guru Ketahui

Kesiswaan

Cara Mengenali Bakat Peserta Didik
program besar

Kesiswaan

5 Soft Skill yang Perlu GuruTingkatkan
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.