Home / Kesiswaan

Kamis, 24 Maret 2022 - 23:11 WIB

Strategi Mengatasi Kasus Bullying di Sekolah

Pengertian Bullying

Istilah bullying berasal dari kata bull (bahasa Inggris) yang berarti banteng. Banteng merupakan hewan yang suka menyerang secara agresif terhadap siapapun yang berada di dekatnya. Sama halnya dengan bullying, suatu tindakan yang digambarkan seperti banteng yang cenderung bersifat destruktif. Bullying merupakan sebuah kondisi dimana telah terjadi penyalahgunaan  kekuatan  atau  kekuasaan  yang  dilakukan  oleh perseorangan ataupun kelompok. Penyalahgunaan kekuatan/kekuasaan dilakukan pihak yang kuat tidak hanya secara fisik saja tetapi juga secara mental.

Menurut Santrock (2011), “bullying didefinisikan sebagai perilaku verbal dan fisik yang dimaksudkan untuk mengganggu seseorang yang lebih lemah”. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, praktikan dapat menarik kesimpulanbahwa bullying merupakan suatu perilaku agresif yang bersifat negatif pada seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan secara berulang-ulang dan dengan sengaja untuk menyakiti orang lain baik secara fisik atau pun mental karena adanya penyalahgunaan ketidak seimbangan kekuatan.

Bentuk-bentuk Bullying

Bullying ada beberapa bentuknya. Secara umum bentuk-bentuk bullying adalah sebagai berikut :

  • Kontak fisik langsung

Merupakan gangguan berupa serangan secara fisik yang dilakukan oleh pelaku kepada korban atau sasarannya dimana terlibat kontak langsung. Tindakan ini dapat berupa memukul, mendorong, menendang, mencubit, dan lainnya yang merupakan tindakan kekerasan.

  • Kontak verbal langsung

Merupakan serangan berupa kata-kata yang dilisankan langsung dari pelaku kepada korban. Tindakan ini dapat berupa ancaman, ejekan, mempermalukan, menggertak, menyebarkan gosip, sikap negatif terhadap guru, dan memaki.

  • Perilaku non-verbal langsung

Perilaku ini ditunjukkan melalui gerakan tubuh pelaku bullying yang biasa dikenal dengan bahasa tubuh, yang diperlihatkan secara langsung kepada sasaran atau korbannya. Anak-anak biasanya melakukan hal seperti pandangan sinis, menunjukkan ekspresi wajah yang merendahkan, memelototi, mengabaikan lawan bicara, mengalihkan pandangan, dan gerakan-gerakan tubuh yang menghina orang lain.

Baca juga:   Inilah Berbagai Manfaat Berpikir Positif yang Jarang Diketahui
  • Perilaku non-verbal tidak langsung.

Perilaku ini tidak melibatkan kontak langsung antara pelaku bullying  dengan  korban. Perilaku yang  dilakukan  seperti mendiamkan seseorang, berbuat curang pada orang lain atau sahabat yang menyebabkan keretakan persahabatan, dengan sengaja mengucilkan teman, menghasut teman yang lain, mengirim SMS ancaman atau surat kaleng tanpa ada nama pengirimnya. Perilaku ini dilakukan dengan maksud agar lawan yaitu temannya sendiri merasa tidak nyaman, gelisah, terancam atau ketakutan.

  • Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual biasanya dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap perempuan. Pelecehan seksual dilakukan secara fisik atau lisan menggunakan ejekan atau kata-kata yang tidak sopan untuk menunjuk pada sekitar hal yang sensitif pada seksual. Secara fisik pelecehan seksual bisa dilakukan dengan sengaja memegang wilayah-wilayah seksual lawan jenis. Pada tindak kekerasan seksual bisa juga terjadi dalam bentuk penghinaan-penghinaan terhadap lawan jenis atau sejenis seperti halnya mengatakan  teman  laki-laki  ”banci”bagi  laki-laki  yang berperilaku feminim.

Dampak Bullying

Berikut Dampak negatif bullying bagi orang yang menjadi korban :

  1. Terganggu fisiknya seperti cedera, terluka, sakit, dan sebagainya’
  2. Tertekan psikisnya (kejiwaannya) seperti takut, cemas, rasa tidak nyaman, resah, tertekan dan gejala tekanan psikis lain.
  3. Pergaulan sosial terganggu, seperti minder, menyendiri, grogi, pendiam dan tertutup.
  4. Terganggu prestasi belajarnya seperti nilai jelek, tidak konsentrasi belajar, lupa mengerjalkan tugas, sampai menurunnya rangking atau tidak naik kelas.
Baca juga:   7 Tips Memilih Ekstrakurikuler yang Cocok

Strategi Mengatasi Kasus Bullying

Untuk mencegah agar kita tidak menjadi korban tindakan bullying antara lain yang dapat kita lakukan adalah :

  1. Hindari membawa atau memakai barang-barang mahal atau uang yang berlebihan
  2. Jangan sendirian terutama di tempat sepi
  3. Hindari cari gara-gara dengan pelaku bullying
  4. Jangan berada di dekat dengan oarang yang suka melakukan tindakan bullying atau berada di sekitar  mereka
  5. Kenali dan perhatikan pelaku bullying
  6. Jangan ikut-kutan melakukan tindakan bullying dalam bentuk apapun.

Sedangkan untuk melawan pelaku bullying kita dapat mengambil sikap sebagai berikut :

  1. Jadilah orang yang percaya diri dan tunjukan ketahanan diri bahwa kita tidak mau mengganggu dan diganggu.
  2. Bersikap tenang saat ada yang mengganggu jangan biarkan emosi terpancing
  3. Jika melihat ada tenman yang menjadi korban, maka tolonglah korban dan laporkan
  4. Lakukan perlawanan diikuti dengan berteriak, lari atau tindakan apapun sambil mencari pertolongan

Demikian tadi merupakan penjelasan dari bullying, bentuk bullying, dampak dan cara mengatasinya. Kasus bullying atau perundungan masih saja terus terjadi baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, bullying perlu untuk segera dilawan dan diatasi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik dengan cara klik pada link INI

 

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Membangun Pendidikan Indonesia ke Arah Lebih Baik dengan Strategi Jitu
Orang Tua

Kesiswaan

Keterlibatan Orang Tua Siswa SD Untuk Berkualitas

Kenaikan Pangkat

Mengajarkan Kedisiplinan Melalui 3 Kebiasaan Sehat Pelajar Jepang

Kesiswaan

Penanaman Karakter Cinta Tanah Air pada Siswa

Kesiswaan

Cara Mewujudkan Perkembangan Siswa dengan Baik

Kesiswaan

Pentingnya Mengenali Kepribadian Peserta Didik Bagi Guru
Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kesiswaan

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan

Kesiswaan

Begini Upaya Membangun Budaya Positif Pada Lingkungan Sekolah