Home / Kesiswaan / Kurikulum

Minggu, 14 Agustus 2022 - 20:39 WIB

Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam

Pendidikan usia dini dalam perspektif islam – Pendidikan dapat diartikan sebagai upaya membimbing dan mengarahkan seseorang menjadi lebih baik. Pendidikan juga bertujuan untuk mengembangkan potensi yang telah diberikan Tuhan kepada setiap manusia secara optimal dan maksimal.

Ketika kita mendengar kata “Pendidikan” secara singkat kita membayangkan sebuah proses belajar mengajar yang terjadi di sekolah. Guru memegang pelajaran dan siswa mendengarkan dan memahami apa yang guru katakan.

Namun Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan Indonesia mengatakan bahwa pendidikan dapat berasal dari 3 aspek lingkungan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Pendidikan pada anak merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap orang. Usia anak merupakan masa tumbuh kembang yang tepat untuk membentuk kepribadian anak. Hal ini dapat berupa pembentukan karakter, pembinaan dan pelatihan fisik, kognitif, bahasa, seni, sosial, emosional, spiritual, disiplin diri, konsep diri, kemandirian, bahkan panca indera.

Islam sebagai agama yang sempurna, melalui Al-Qur’an dan hadits, Allah telah memberikan petunjuk bagi kehidupan manusia dari kebangkitan hingga kebangkitan penuh dan tanpa cacat. Jadi tidak dapat disangkal bahwa dalam pendidikan juga terdapat petunjuk dan petunjuk dalam Al-Qur’an dan hadits. Terutama dalam pendidikan anak.

Di sisi lain, menilai seorang anak, mereka seperti selembar kertas kosong tanpa tulisan. Kemudian lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang memberi warna pada kehidupan seorang anak. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya, usia anak-anak adalah usia emas. Jika sejak awal kehidupannya mendapat pendidikan yang baik, maka anak tersebut akan menjadi pribadi yang baik.

Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam Harus di Dapatkan Sejak Kecil

Pendidikan anak usia dini dalam perspektif Islam tidak lepas dari pendidikan dan ajaran Islam yang harus di miliki anak sejak bayi. Ajaran Islam pada umumnya terdiri dari tiga, yaitu aqidah, ibadah dan akhlak. Hal ini sejalan dengan apa yang di ajarkan oleh Luqmanul Hakim kepada putranya dan menjadi teladan yang harus kita ikuti saat ini.

Pendidikan aqidah

Aqidah adalah ilmu tentang iman, kepercayaan dan keyakinan kepada Allah SWT. Meyakini bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah dan menjauhi segala perbuatan syirik dan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Aqidah merupakan pondasi penting dalam kehidupan seseorang.

Nilai-nilai keimanan yang harus di ajarkan dan di tanamkan pada seorang anak dimulai dengan pengenalan Allah dan Rasul-Nya, memberikan gambaran tentang siapa pencipta alam semesta dan isinya serta mengenalkan kebesaran Allah. Menanamkan aqidah kepada anak sebelum mengajarkan ilmu-ilmu lain merupakan hal penting yang perlu di lakukan oleh orang tua.

Baca juga:   Strategi Mengatasi Kasus Bullying di Sekolah

Pendidikan ibadah

Ibadah merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Sehingga pendidikan ibadah merupakan hal penting yang harus di ajarkan sejak kecil, agar ketika anak dewasa ia dapat beribadah dengan baik dan sesuai tuntunan ajaran Islam serta anak dapat menaati perintah agama dan menjauhi segala larangan.

Seorang anak yang memiliki potensi alam harus di kembangkan secara maksimal pada hal-hal yang positif dengan menanamkan nilai-nilai agama. Cara sholat ketika hendak beraktivitas, mengajari anak tentang wudhu, bersuci, sholat, puasa, dan ibadah lainnya.

Pendidikan moral

Moral adalah perilaku, kebiasaan, sikap dan karakter yang melekat pada diri seseorang. Moralitas adalah wujud jiwa seseorang yang terkandung dalam sikap, perkataan dan perbuatan. Pendidikan moral dapat di ajarkan kepada anak melalui kebiasaan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti berkata jujur, menghormati orang tua, menyayangi anak kecil, tidak sombong dan berbagai akhlak lainnya yang perlu dibiasakan pada anak sedini mungkin. Jika anak tidak di biasakan dengan akhlak yang baik, mereka akan tumbuh tidak terkendali. Pendidikan moral pada anak juga sangat di pengaruhi oleh lingkungan anak.

Orang pertama dan paling dekat dengan anak adalah keluarga dan terutama orang tua. Orang tua adalah panutan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan karakter anak.

Siapkan Bekal Sedini Mungkin

Pendidikan anak dalam perspektif Islam merupakan hal penting yang harus di perhatikan oleh semua pihak yang terlibat dalam lingkungan anak. Anak-anak adalah generasi penerus peradaban. Sehingga mereka harus memiliki bekal yang cukup untuk tumbuh menjadi seseorang yang cerdas, kuat dan bertaqwa pada agama dan negara.

Agar penataan tersebut di persiapkan sedini mungkin, di mulai dengan mengenal tuhannya, beribadah dan berkarakter dalam kehidupan sehari-hari.

Hal-hal besar di capai dengan mengumpulkan hal-hal kecil di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupannya sendiri. Kebiasaan baik yang di biasakan sejak kecil akan mengubahnya menjadi pribadi yang baik dan positif.

Keberhasilan Pendidikan di Pengaruhi Oleh Keluarga

Pendidikan Islam atau pendidikan Islami adalah pendidikan yang di pahami dan di kembangkan dari ajaran dan nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam sumber dasarnya, yaitu Al-Quran dan As-Sunnah.

Baca juga:   Kiat-kiat Menjadi Siswa Berprestasi di Sekolah!

Dalam pengertian yang pertama ini, pendidikan Islam dapat berupa pemikiran-pemikiran dan teori-teori pendidikan yang berbasis pada diri sendiri atau di kembangkan dan di bangun dari sumber-sumber dasar tersebut. Keberhasilan pendidikan anak usia dini di pengaruhi oleh keluarga, karena banyak di lakukan di lingkungan keluarga.

Pembelajaran anak dalam keluarga terjadi secara alami, tanpa sepengetahuan orang tua, namun pengaruh buruk yang terkadang di berikan oleh orang tua akan berdampak sangat besar terutama pada tahun pertama kehidupan anak (balita).

Pada usia tersebut pertumbuhan kecerdasan anak masih berkaitan dengan panca inderanya dan berpikir logis atau makna abstraknya belum berkembang atau dapat dikatakan anak masih berpikir indrawi. Bagian lain yang juga berperan dalam pendidikan anak adalah masyarakat.

Kurikulum dan Materi Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam

Ada berbagai bentuk kurikulum yang di kembangkan oleh para ahli pendidikan anak usia dini. penjelasannya adalah sebagai berikut.

Kurikulum terpisah

Artinya, kurikulum memiliki mata pelajaran yang terpisah satu sama lain dan tidak ada hubungannya satu sama lain, karena setiap mata pelajaran memiliki organisasi yang terintegrasi.

Kurikulum yang saling terkait

Yaitu antara masing-masing mata pelajaran ada hubungan, antara kedua mata pelajaran masih ada hubungan. Dengan demikian, anak memiliki kesempatan untuk melihat hubungan antar mata pelajaran, sehingga anak tetap dapat belajar berintegrasi walaupun hanya antara dua mata pelajaran.

Kurikulum terpadu

Dalam kurikulum ini anak memperoleh pengalaman yang luas, karena antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lain saling berhubungan.

Berkaitan dengan materi pendidikan anak usia dini, Ibnu Sina menyebutkan dalam bukunya yang berjudul As-Siyasah, ide-ide cemerlang dalam pendidikan anak. Beliau berpesan agar dalam mendidik anak-anak dimulai dengan mengajarkan mereka Al-Qur’an al-Karim yang merupakan persiapan fisik dan mental untuk belajar.

Selama itu pula anak-anak belajar mengenal huruf hijaiyah, membaca, menulis dan dasar-dasar agama. Jika anak sudah mampu menghafal Al-Qur’an al-Karim dan mengetahui kaidah-kaidah bahasa Arab dengan baik, maka membawanya ke jenjang selanjutnya adalah dengan melihat kecenderungannya atau yang sesuai dengan karakter dan bakatnya.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

Share :

Baca Juga

motivasi belajar

Kesiswaan

3 Cara Efektif Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa!

Guru Honorer

Pentingnya Pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) bagi Anak
Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kesiswaan

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan

Kurikulum

3 Jenis Modul Ajar Yang Wajib Dibuat Oleh Guru Dalam Kurikulum Merdeka 2022

Kesiswaan

Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital

Kurikulum

5 Fitur Tersembunyi pada Platform Merdeka Mengajar

Kesiswaan

Begini Upaya Membangun Budaya Positif Pada Lingkungan Sekolah

Kesiswaan

Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab Siswa