Home / Guru Honorer

Kamis, 31 Maret 2022 - 17:46 WIB

Tips Untuk Mengatasi Burnout Pada Guru

Burnout merupakan kelelahan emosional, mental, serta fisik karena stres yang berlebihan dan berkepanjangan. Burnout adalah kondisi di mana seseorang mengalami kelelahan yang begitu berat dalam bekerja. Burn out sendiri bisa terjadi kepada siapa saja termasuk seorang Guru. Apalagi seperti kita ketahui bahwa guru memiliki banyak tugas dan kewajiban yang harus guru kerjakan. Selain itu tidak jarang juga seorang guru yang memperoleh beban kerja yang melebihi biasanya karena misalnya mendapatkan tugas tambahan dari sekolah. Seperti menjadi kurikulum, kesiswaan, wali kelas, pendamping ekstrakurikuler dan sebagainya. Tentu Anda bisa membayangkan bagaimana sibuknya seorang guru.

Nah, melihat keadaan demikian banyak guru yang sebenarnya mengalami yang namanya Burn Out tanpa mereka sadari. Terkadang ketika mengalami burn out yang berkepanjangan bisa mengakibatkan pikiran seorang guru menjadi terganggu dan bisa juga mengganggu kesehatan.

Penyebab burnout bisa dari diri sendiri maupun dari orang lain.  Selain itu, penyebab burnout bisa juga dapat muncul dari karakter dan pola pikir diri sendiri. Orang dengan kepribadian yang ambisius dan cenderung berpikir negatif sangat rentan untuk mengalami burnout syndrome. Jadi, jika kamu seorang guru dan sering mengalami kelelahan dalam bekerja kemudian sering berpikir yang negatif bisa jadi Anda termasuk yang mengalami burnout.

Burnout bukan termasuk gangguan mental. Jadi ketika Anda mengalami burnout pasti akan segera bisa Anda atasi. Burnout juga berbeda dengan yang namanya stres. Jika stres kerja biasa memang wajar terjadi dalam sebuah pekerjaan dan berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, sedangkan burnout syndrome tidak. Burnout syndrome muncul akibat stres berkepanjangan hingga mampu menurunkan performa kerja Anda. Nah, waspada jika Anda sudah sampai mengalami yang namanya burnout. Hal ini karena burnout jika dibiarkan bisa mengakibatkan seseorang mengalami insomnia (susah tidur) atau bisa jadi penyakit yang lainnya. Tentu Anda tidak menginginkannya bukan?

Baca juga:   RUU Sisdiknas Terus Mengupayakan Kesejahteraan Pendidik di Indonesia

Lantas, apa yang bisa dilakukan agar bisa mengatasi burnout? Mari simak penjelasan berikut ini mengenai tips mengatasi burnout.

Pertama, berpikir positif. Tips yang pertama ini mungkin kelihatannya mudah untuk dilakukan. Akan tetapi akan sangat sulit bagi mereka yang sering berpikir negatif. Seorang guru ketika menjalankan pekerjaanya tentu akan menemui banyak permasalahan baik itu berkaitan dengan pembelajaran maupun berkaitan dengan sesama rekan guru. Nah, kadang guru memiliki pikiran yang negatif ketika berhadapan dengan sesuatu yang kiranya tidak sesuai dengan dirinya. Ketika sering berpikir negatif dan beban kerja di sekolah juga banyak maka tidak jarang guru mengalami burnout. Oleh karena itu, sering-seringlah untuk berpikir yang positif ya. Misalkan sedang mengerjakan tugas atau mengerjakan sebuah perintah lakukanlah dengan baik dan benar serta lakukan dengan senang hati. Hal ini karena bisa mencegah agar tidak sampai mengalami burnout.

Baca juga:   Cara yang Bisa Dilakukan Guru untuk Memahami Gaya Belajar Siswa

Kedua, istirahat yang cukup. Tips yang kedua ini sangat mudah dan pasti semua bisa melakukannya. Akan tetapi, memang biasanya orang yang banyak pekerjaan akan sulit untuk tidur karena harus lembur atau bahkan bekerja melebihi waktu biasanya. Nah, ketika burnout sudah melanda maka segera untuk istirahat bisa tidur maupun istirahat sejenak. Jadi jangan terlalu memforsir kerja Anda.

Ketiga, melakukan refreshing. Nah, Anda perlu untuk sekedar berlibur atau bersantai dengan melupakan pekerjaan sejenak. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan dengan melakukan hobi Anda maupun mencoba melakukan hal yang belum pernah Anda lakukan sebelumnya. Dengan melakukan tips ketiga ini harapannya dapat membuat pikiran Anda kembali jernih, semangat, dan termotivasi kembali.

Burnout dalam bekerja tidak mempengaruhi hasil kerja Anda sebagai seorang Guru. Akan tetapi, jika burnout tidak segera Anda atasi maka bisa mengganggu hubungan Anda dengan orang lain maupun bisa menurunkan kesehatan Anda.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik, Caranya, klik pada link INI

 

Share :

Baca Juga

PPPK

Guru Honorer

Berikut Syarat Tenaga Honorer yang Ingin Diangkat Menjadi PPPK

Guru Honorer

Ini Dia Tantangan Berat Bagi Guru Honorer di Tahun 2022

Guru Honorer

Juknis TPG 2022: Syarat dan Teknis Penyaluran Tunjangan Guru ASN

Admin Sekolah

Pakai Excel, Guru Lebih Mudah Kelola Administrasi

Guru Honorer

Jangan Khawatir, Mendikbudristek Pastikan Tunjangan Profesi Guru Bagi Semua Guru

Guru Honorer

Syarat Guru Minimal Lulusan Pascasarja Akan Masuk Dalam Rancangan RUU Sisdiknas, Ini Penjelasannya
Strategi Guru

Guru Honorer

Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Siswa

Guru Honorer

Guru Honorer Diganti Menjadi Outsourcing
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.