Home / Kesiswaan / Kurikulum

Jumat, 6 Mei 2022 - 15:22 WIB

Akibat PTM Tak Konsisten, Pendidikan Indonesia Mengalami Penurunan Kualitas

Akibat PTM Menyebabkan Penurunan Kualitas Pendidikan – Terganggunya proses pembelajaran akibat wabah pandemi covid-19 menyebabkan terjadinya penurunan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang baik dalam aspek kognitif, afektif dan konatif.

Maka dari itu perlu berbagai upaya dari berbagai pihak terutama pemerintah untuk mendukung kemajuan pendidikan agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif walaupun di tengah pandemi covid 19.

Proses kegiatan belajar mengajar harus tetap berjalan sehingga peserta didik tidak kehilangan haknya dalam belajar. Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan harus cepat tanggap terhadap fenomena wabah covid 19 dengan cara senantiasa berupaya agar proses pembelajaran dapat terlaksana secara efektif.

Sekolah secara keseluruhan merupakan media interaksi antar siswa dan guru untuk meningkatkan kemampuan intelegensi, skill serta rasa kasih sayang diantara mereka.

Pemerintah dalam hal ini mengeluarkan keputusan bersama menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri agama, menteri kesehatan dan menteri dalam negeri Republik Indonesia telah menetapkan kebijakan pendidikan di tengah pandemi dengan mengeluarkan surat edaran nomor 03 / KB /2021, nomor 384 tahun 2021, nomor HK-01-09 / MENKES / 4242 / 2021 dan nomor 440-717 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi Corona Virus Desease (Covid 19).

Agar dapat memenuhi hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran virus corona maka penyelenggaran pendidikan dilakukan melalui program tatap muka belajar terbatas dengan tetap menetapkan protokol kesehatan. PTM terbatas hanya berlaku bagi daerah yang berada pada level 3 dan 2 atau program pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi daerah yang berada pada level 4.

Untuk mendukung kegiatan pembelajaran pemerintah memfasilitasi pembelajaran daring   dengan menyediakan media teknologi yang dapat mendukung pembelajaran secara daring yakni dengan menggunakan aplikasi   Zoom, Google Meet, YouTube dan aplikasi lainnya  yang dapat menunjang  pembelajaran pada era pandemi covid-19 seperti saat ini.

Dampak dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring membuat tenaga    pendidik memiliki inovasi dan kreativitas dalam melaksanakan pembelajaran. Pro dan Kontra mengenai sistem pembelajaran daring ini membuat beberapa orang tua yang tidak setuju dengan adanya pembelajaran melalui media sosial karena dianggap tidak efektif dan ada juga orang tua yang setuju dengan adanya sistem pembelajaran daring karena untuk menghindari kontak langsung dengan orang lain di masa pandemi ini.

Baca juga:   Penting Diketahui Guru! Inilah 5 Fungsi Rapor Pendidikan Hasil Asesmen Nasional

Ada beberapa dampak negatif pembelajaran daring terhadap siswa diantaranya:

1. Peserta didik terancam putus sekolah

Pertama peserta didik putus sekolah yang mana putus sekolah yang terjadi dikarenakan anak “terpaksa” bekerja untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi Covid-19. Hal tersebut juga di perparah dengan persepsi orang tua yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar jika proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka.

2. Pertumbuhan anak terkendala dan terjadi Kesenjangan capaian belajar

Kedua pertumbuhan anak terkendala serta terjadi kesenjangan capaian belajar hal tersebut dikarenakan perbedaan akses dan kualitas selama pembelajaran jarak jauh dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak dari sosio ekonomi berbeda.

Selain itu Ketidakoptimalan pertumbuhan yang ditandai dengan turunnya keikutsertaan dalam PAUD mengakibatkan hilangnya tumbuh kembang yang optimal di usia emas. Risiko learning loss atau hilangnya pembelajaran secara berkepanjangan berisiko terhadap pembelajaran jangka panjang, baik kognitif maupun perkembangan karakter.

3. Terjadinya tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga

Ketiga pembelajaran daring mengakibatkan terjadinya tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga sehingga membuat anak rentan stress hal tersebut dikarenakan minimnya interaksi dengan guru, teman, dan lingkungan luar ditambah tekanan akibat sulitnya pembelajaran jarak jauh dapat menyebabkan stress pada anak.

Selain itu dampak positif pembelajaran daring yakni sebagai berikut:

1. Menambah wawasan dalam penggunaan teknologi

Peranan teknologi dalam dunia pendidikan dapat menciptakan cangkupan yang luas saat belajarmandiri. Penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan dapat menciptakan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik serta mendukung pemerintah dalam upaya menjaga physical distancing sesuai protokol kesehatan.

Dampak pembelajaran daring yang dirasakan akibat pandemi covid-19 ini juga membuat pendidikan di Indonesia mulai bereksperimen dengan menciptakan beberapa teknologi pendidikan yang menunjangpembelajaran serta turut aktif mengikuti revolusi industri 4.0.

2. Banyaknya situs belajar online yang dapat di akses

Percepatan transformasi dalam bidang teknologi dalam dunia pendidikan karena pandemi covid-19 membuat berbagai platform meluncurkan berbagai aplikasi belajar online guna mendukung pembelajaran jarak jauh.

Sehingga dengan munculnya aplikasi belajar online yang banyak tersebut membuat kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring dari rumah tetap dapat dilakukan dengan efektif. Aplikasi-aplikasi belajar online yang dikembangkan juga sudah menyediakan fitur-fitur yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran online.

Baca juga:   Tips Meningkatkan Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Siswa

Melalui aplikasi pembelajaran online tersebut maka proses pembelajaran yang berlansgung dapat di pantau oleh orang tuanya secara langsung dari rumah. Pada dasarnya setiap peserta didik memiliki potensi yang tidak terbatas. Namun ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan potensi dari peserta didik tersebut.

Sehingga dalam hal ini peran orangtua dalam kehidupan anak memiliki dampak yang luas dengan adanya pengawasan dari orangtua anak akan mudah dipantau perkembanganya secara langsung.

Keterlibatan orangtua sangat penting bagi anak agar dapat berprestasi di sekolah. Sebagian besar orangtua mungkin berpikir bahwa hal tersebut adalah peran guru untuk mengajar, bukan peran mereka. Akan tetapi kepercayaan tersebut tidak sepenuhnya benar dan tidak sepenuhnya salah. Hal itu tidak merugikan orang tua dan anak.

Anak-anak tidak memulai dan berhenti belajar hanya selama hari sekolah. Mereka selalu terbiasa dengan belajar, di rumah, dengan teman, dan melalui pengaruh lain. Sehingga dengan demikian para siswa diharapkan cepat beradaptasi dengan pemberlakuan sistem pembelajaran daring ini dan orang tua siswa juga diharapkan mendukung anaknya untuk tetap belajar meskipun tidak tatap muka langsung.

Salah satu permasalahan mendasar pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan dasar dan menengah. Faktor utama yang menyebabkan mutu pendidikan yang rendah dan tidak merata yaitu kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan input dan ouput analisis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen.

Pendekatan ini menganggap bahwa apabila input pendidikan seperti pelatihan guru, pengadaan buku dan alat pelajaran serta perbaikan sarana serta prasarana pendidikan dipenuhi maka mutu pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi.

Penyelenggaraan pendidikan nasional dilakukan secara birokratik-sentralistik sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokratis yang mempunyai jalur yang sangat panjang dan terkadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah tersebut. Partisipasi masyarakat lebih banyak bersifat dukungan input (dana) bukan pada proses pendidikan sehingga hal ini secara tidak langsung dan apabila dibiarkan terus menerus maka dalam jangka panjang mengakibatkan penurunan kualitas pendidikan di Indonesia.

Untuk meningkatkan kompetensi Guru Ikutilah “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Kompetensi Sosial Emosional” yang diselenggarakan oleh e-guru.id 

DAFTAR SEKARANG

Penulis : Erlin Yuliana

 

 

Share :

Baca Juga

Kurikulum

Ini Dia Tujuan dan Keunggulan Kurikulum Merdeka Bagi Guru dan Siswa

Kesiswaan

Memahami Konsep dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter

Kurikulum

6 Hal Penting dalam Penerapan Kurikulum Merdeka SMP

Kesiswaan

Terapkan Kegiatan Ini untuk Proyek P5 Jenjang SD

Kurikulum

10 Panduan Lengkap Terkait Kurikulum Merdeka yang Wajib Guru Miliki

Karya Inovatif

Kenali Hubungan Kepribadian, Karakter, Dan Perilaku Dalam Lingkup Pendidikan
Orang Tua

Kesiswaan

Keterlibatan Orang Tua Siswa SD Untuk Berkualitas
motivasi belajar

Kurikulum

Manfaat Pelaksanaan Projek untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.