Home / Kurikulum

Selasa, 16 Agustus 2022 - 19:38 WIB

5 Keuntungan Merdeka Belajar Bagi Peserta Didik

Tahun pembelajaran baru sudah dimulai. Pendidik sudah sibuk mempersiapkan bahan ajar serta administrasi untuk 1 tahun kedepan.  Namun, kini bukanlah hanya kompetensi dasar yang perlu dikuasai siswa. Tetapi apa yang disebut dengan kemerdekaan belajar yang harus dialaminya selama berada pada lembaga pendidikan tersebut. Kurikulum pembelajaran baru disebut dengan Merdeka Belajar.

Secara implisit kata tersebuti menggambarkan bahwa peserta didik memiliki kemerdekaan untuk mempelajari hal-hal baru yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Pendidikan wajib untuk membantu agar siswa tersebut memiliki kesempatan untuk meraihnya.

Apa yang dimaksud dengan Merdeka Belajar?

Merdeka belajar merupakan untuk membebaskan para guru dan siswa untuk meraih serta berinovasi demi peningkatan kualitas pembelajaran. Program ini dikembangkan untuk mendukung pengembangan minat dan bakat siswa.

Pada prosesnya guru tidak lagi mengambil peranan penting sebagai eksekutor kurikulum. Tetapi menjadi penghubung antara minat dan bakat siswa yang harus dikembangkan dengan kurikulum yang memiliki basis data pencapaian kompetensi. Sehingga pendidik serta peserta didik akan saling bekerja sama.

Pada program ini, keduanya akan saling berinovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.  Guru akan mencari cara bagaimana mengetahui dengan pasti minat dan bakat serta karakter siswa. Tujuannya adalah untuk menyelaraskannya dengan tuntutan untuk mengembangkan kompetensinya.

Dengan adanya program merdeka belajar itu maka guru tidak lagi menjadi satu-satunya informasi tentang materi ajar. Namun dapat berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk orangtua serta masyarakat untuk membantu siswa menemukan kapasitas pengembangan kepribadiannya.

Keuntungan Menggunakan Kurikulum Merdeka belajar Bagi Siswa

Secara garis besar kurikulum merupakan landasan edukasi yang digunakan oleh lembaga pendidikan untuk meningkatkan kompetensi siswanya.  Tanpa kurikulum Tentu saja tidak akan ada rambu-rambu yang perlu dicapai oleh peserta didik dalam suatu kurun waktu tertentu.

Dalam waktu kurun tertentu selalu dilakukan perubahan terhadap kurikulum pendidikan. Tujuannya tentu saja untuk mempersiapkan agar peserta didik memiliki kemampuan mumpuni agar dapat menghadapi masa depannya yang akan berlangsung 10 sampai 20 tahun puluh tahun kedepan.

Tanpa perubahan kurikulum, maka ditakutkan pendidikan tidak mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi masa depannya sendiri dengan cara mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sebaik mungkin.  Sebab belum tentu kurikulum yang lalu akan cocok dengan keadaan di masa mendatang.

Oleh karena itu merdeka belajar dianggap memiliki beberapa keuntungan yang dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.  Selain itu juga dapat lakukan proses yang sama agar kemampuan praktisnya bertambah dengan baik sesuai dengan tuntutannya.

Baca juga:   4 Alasan Kenapa Penerapan Kurikulum Merdeka Perlu Dilaksanakan

Manfaat Bagi Peserta Didik

Sejatinya proses pendidikan adalah menemukan bakat dan minat siswa agar mereka dapat memiliki kemampuan untuk menata masa depannya.  Tidak hanya menemukan tetapi juga mengembangkan seluruh bibit kompetensi yang sudah dimiliki oleh peserta didik agar mencapai pencapaian optimal.

Oleh karena yang menjadi titik fokus adalah bagaimana guru menemukan minat dan bakat siswa itu dalam jangka waktu tertentu. Karena tetap saja dalam proses pembelajarannya setiap jenjang dibatasi dengan waktu yang umumnya berlaku selama 1 tahun pembelajaran.

Mengembangkan Minat dan Bakat Siswa

Dengan adanya program pembelajaran yang terbaru ini maka baik guru dan siswa memiliki kesempatan untuk saling mengembangkan minat dan bakatnya.  Terlebih lagi untuk siswa yang bisa jadi keseluruhan kemampuannya masih tersembunyi karena belum tergali dengan benar.

Oleh karena itu program ini akan membantu guru mengenali keseluruhan bibit-bibit kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Pasalnya, dalam satu kelas belum tentu ada yang memiliki kesamaan. Sehingga diperlukan treatment yang berbeda ketika menjalani proses pembelajaran.

Menjamin Kebebasan Berekspresi

Selama menjalankan proses pembelajaran siswa diberi kesempatan penuh untuk mengekspresikan pengalaman belajarnya. Baik ketika menggali ilmu baru atau berinteraksi sosial bersama ke rekan sebaya.  Ia juga memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya.

Tujuannya tetap sama yaitu untuk mengetahui dengan cara apa siswa mampu mengembangkan minat dan bakatnya secara optimal.  Tanpa adanya kebebasan tersebut, maka ditakutkan para siswa akan tetap terkukung pada kebiasaan lama di mana pembelajaran berjalan satu arah.

Dengan adanya kebebasan berekspresi tersebut siswa juga belajar bagaimana caranya untuk berinteraksi dengan orang lain yang memiliki minat dan bakat yang berbeda.  Secara tidak langsung ini akan mempelajari berbagai macam karakter yang dapat dijadikan panutan untuk mengembangkan diri.

Berkurangnya Beban Siswa

Dampak yang dirasakan dengan adanya program pembelajaran baru ini adalah berkurangnya beban siswa. Salah yang satunya adalah untuk menguasai apa yang tidak menjadi minat dan bakatnya. Bisa juga hal ini terjadi karena siswa merasa senang mempelajari hal baru yang merupakan bakat dan minatnya.

Sehingga apa yang dilakukan sekarang dapat memotivasinya untuk belajar lebih lanjut lagi.  Hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh guru dengan cara memberi kesempatan siswa untuk mempresentasikan apa yang dikuasainya sehingga dapat menjadi pengetahuan baru bagi teman sekelasnya.

Memberikan Seluasnya Kesempatan Untuk Mencari Ilmu

Program ini memberi kesempatan bagi guru dan siswa untuk mengeksplorasi model pembelajaran yang baru.  Sehingga mereka dapat memanfaatkan sumber belajar apapun sebagai sumber informasi dan data yang nantinya akan diolah untuk pengembangan kompetensi diri.

Baca juga:   Kenali P5 dahulu sebelum menerapkan kepada siswa

Dengan adanya kesempatan ini, maka pemanfaatan fasilitas belajar tidak hanya yang ada di sekolah saja, misalkan laboratorium atau perpustakaan.  Tetapi juga dapat berkembang sampai ke tingkat lingkungan, masyarakat serta para orang tua yang berkenan untuk dilibatkan dalam proses pembelajaran tersebut.

Dalam artian guru dapat memasukkan keberadaan personal lain seperti orang tua,  polisi,  atau figur masyarakat lain yang memiliki pengaruh sebagai sumber informasi di kelas.  Artinya terdapat kerjasama yang cukup erat antara sekolah dengan publik untuk mengembangkan informasi yang berkaitan dengan kompetensi pembelajaran.

Dengan adanya figur tersebut maka siswa akan lebih mengetahui bahwa adanya kemungkinan mendapatkan  informasi dan data dari sumber lain selain sekolah.  Ia juga dapat mengembangkan keterampilan berpikirnya sehingga mengetahui bahwa adanya kesempatan untuk menjadi profesionalisme dalam bidang lain.

Mengijinkan Penggunaan Teknologi Seluasnya

Program Merdeka belajar juga merupakan tahapan pembelajaran yang sangat kreatif.  Pasalnya, mengijinkan penggunaan teknologi seluasnya dalam proses pembelajaran.  Hal ini karena adanya dukungan perkembangan teknologi yang sangat masif sehingga hal tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja.

Guru dan siswa dapat sama-sama belajar untuk memanfaatkan semua teknologi atau aplikasi untuk mengembangkan metode pembelajaran.  Seperti yang sudah banyak digunakan pada saat pandemi ini ketika menjalankan pembelajaran jarak jauh adalah dengan pemanfaatan Google Classroom serta aplikasi Zoom meeting.

Tentunya pemanfaatan teknologi tersebut tidak boleh berhenti ketika sekolah mulai bertatap muka seperti sebelum pandemi. Tetapi harus merambah aplikasi yang lain yang dapat mendukung proses pembelajaran.  Misalnya pemanfaatan aplikasi kamus bahasa Inggris secara online,  atau Google Maps untuk pelajaran tentang geografi bumi.

Sejatinya Merdeka Belajar digunakan seluas mungkin untuk membantu agar para peserta didik memperoleh kesempatan untuk mempersiapkan masa depannya dengan lebih baik lagi. Oleh karena itu diperlukan guru yang yang memiliki tingkat kelenturan tinggi untuk menghadapi setiap perubahan zaman terutama yang didukung dengan teknologi.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam

Kurikulum

Kurikulum Baru Merdeka Belajar

Kesiswaan

Ingin Siswa Belajar dengan Optimal? Pahami 7 Jenis Gaya Belajar

Kurikulum

3 Dokumen Administrasi Guru Era Kurikulum Merdeka yang Harus Dipahami

Kurikulum

Cara Menyusun Kurikulum Operasional di Sekolah

Kesiswaan

Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri Siswa

Kurikulum

9 Cara Mengajarkan Toleransi pada Peserta Didik

Kurikulum

Cara Penerapan Projek Kurikulum Merdeka Tema “Aku Sayang Bumi” di Tingkat PAUD