Home / Kurikulum

Minggu, 6 Maret 2022 - 00:37 WIB

Mari Mengenal Kurikulum Paradigma Baru untuk Pendidikan Indonesia

Kurikulum Paradigma Baru – Pemerintah terus berupaya untuk melakukan pembenahan dan perbaikan terhadap capaian pembelajaran peserta didik dari setiap satuan pendidikan yang Indonesia. Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan merumuskan serta menerapkan perubahan kurikulum secara dinamis agar tetap dapat sesuai dengan perkembangan informasi dan perubahan jaman.

Tidak dapat dipungkiri, kurikulum memang merupakan suatu komponen yang krusial dalam terlaksananya program pendidikan. Merujuk pada undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pasal 1 butir 19 dijelaskan bahwa kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan.

Sehingga dengan demikian, penyusunan dan perubahan kurikulum dari masa ke masa ini memiliki orientasi terhadap tujuan pendidikan untuk mengentaskan kebodohan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perubahan kurikulum yang saat ini sedang berlangsung adalah kehadiran kurikulum paradigma baru yang kemudian diberi nama secara resmi sebagai Kurikulum Merdeka Untuk memahami lebih jauh tentang kurikulum paradigma baru, Anda dapat menyimak artikel ini secara seksama.

Sekilas Mengenai Kurikulum Paradigmaa Baru

Kurikulum paradigma baru belakangan ini dikabarkan akan mulai berlaku di tahun 2022. Kemendikbudristek mengatakan bahwa kurikulum ini akan lebih fleksibel dan hanya berfokus pada materi-materi yang memang benar-benar esensial saja. Sehingga pembelajaran akan lebih padat materi dan tidak membahas lagi materi yang dinilai kurang esensial.

Kurikulum paradigma baru adalah berperan sebagai penyempurna dari KTSP 2013. Pemberlakuan kurikulum paradigma baru tersebut adalah secara bertahap diperkenalkan melalui program sekolah penggerak. Kemudian pada akhirnya kurikulum ini diharapkan dapat diimplementasikan secara merata dan menyeluruh pada setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia.

Meskipun demikian, menurut Nadiem Makarim (Mendikbudristek) wewenang untuk menerapkan kurikulum dengan paradigmaa baru ini secara utuh diberikan kepada masing-masing sekolah. Tidak akan bentuk pemaksaan apapun untuk sekolah segera menerapkan kurikulum baru ini. Sehingga memang sekolah dapat lebih menyesuaikan diri dan mempertimbangkan kurikulum seperti apa yang akan digunakan di sekolahnya untuk mencapai tujuan pembelajaran.

7 Poin Pokok Kurikulum Paradigma Baru

Setiap kurikulum memiliki karakteristik dan poin pokoknya tersendiri ketika itu berkenaan dengan proses pembelajaran dan program pendidikan. Nah, dalam kurikulum paradigma baru ini ada 7 (tujuh) poin penting yang perlu untuk Anda ketahui dan pahami bersama. Berikut ini adalah uraiannya:

1.     Struktur Kurikulum

Pertama, dalam segi struktur kurikulum. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dijadikan sebagai acuan utama dalam struktur kurikulum paradigma baru. Oleh karena itu, pegembangan terhadap setiap Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian atau Struktur Kurikulum, Capaian Pembelajaran (CP), Prinsip Pembelajaran, dan Asesmen Pembelajaran akan selalu mengacu pada Profil Pelajar Pancasila tersebut.

Baca juga:   Kurikulum Baru Merdeka Belajar

Secara umum, struktur kurikulum yang berlaku ini terdiri dari kegiatan intrakurikuler (berupa pembelajaran tatap muka bersama guru) dan kegiatan proyek. Meskipun demikian, setiap sekolah tetap akan diberikan keleluasaan untuk dapat mengembangkan program pendidikan tambahannya. Sehingga dengan demikian siswa/I dapat lebih mengembangkan kompetensi dan minatnya masing-masing.

2.     Capaian Pembelajaran (CP)

Poin kedua yang tidak boleh luput dari pemahaman adalah mengenai Capaian Pembelajaran (CP). Jika dalam kurikulum KTSP 2013 biasanya digunakan istilah KI dan KD sebagai ukuran kompetensi yang perlu dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran, maka kurikulum paradigma baru ini memiliki istilah berupa Capaian Pembelajaran (CP).

Dengan Capaian Pembelajaran yang disusun dan disesuaikan tersebut, diharapkan peserta didik nantinya mampu mencapai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan visi dan misi pendidikan nasional. Diharapkan pula melalui CP tersebut dapat dilakukan proses yang berkelanjutan sehingga peserta didik dapat membangun kompetensi yang utuh.

3.     Pendekatan Tematik

Poin berikutnya yang tidak kalah penting adalah dalam hal pendekatan atau approach yang digunakan dalam pembelajaran. Pendekatan tematik akan digunakan dalam kurikulum dengan paradigma baru ini. Jika biasanya pendekatan tematik hanya untuk jenjang SD, namun di kurikulum yang baru dapat pula diaplikasikan dalam jenjang pendidikan yang lainnya.

Sebalinya, di jenjang pedidikan sekolah dasar, guru dan tenaga pendidik boleh dengan leluasa menggunakan pendekatan tematik maupun pendekatan jenis lainnya. Hal tersebut demi tercapainya tujuan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

4.     Jam Pelajaran

Selanjutnya, dalam hal jam pelajaran, dalam kurikulum paradigma baru tidak ditetapkan jumlah jam pelajaran perminggunya seperti apa yang telah sebelumnya diterapkan dalam kurikulum 2013. Akan tetapi, jumlah jam pelajaran dari kurikulum terbaru ini langsung diakumulasikan per tahunnya. Dengan sistem ini, sekolah dapat lebih mudah mengatur pelaksanaan program pembelajaran sesuai dengan kalender akademik yang berlaku.

5.     Model Pembelajaran Kolaboratif

Poin  berikutnya adalah berkaitan dengan model pembelajaran. Dalam kurikulum paradigma baru, model pembelajaran akan lebih bersifat kolaboratif. Di sekolah dapat mulai berlaku asesmen lintas mata pelajaran. Misalnya asesmen sumatif dalam bentuk proyek aplikatif bagi peserta didik.

Baca juga:   Mendesain Pembelajaran Bermakna

Dalam kurikulum terbaru ini, projek untuk jenjang sekolah dasar dapat dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun pelajaran. Sedangkan, untuk jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas asesmen berbasis projek diharapkan dapat dilakukan minimal tiga kali dalam satu tahun pelajaran. Penyelenggaraan asesmen berbasis projek ini memiliki tujuan dalam hal penguatan profil pelajar pancasila.

6.     Mata Pelajaran Informatika

Poin dari kurikulum paradigma baru berikutnya yang juga sangat penting untuk diketahui bersama adalah perihal mata pelajaran informatika. Jika dalam kurikulum 2013 terdapat mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), maka dalam kurikulum yang baru mata pelajaran ini kembali menggunakan nama Informatika dan dapat mulai dipelajari sejak jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Dalam mata pelajaran Informatika ini, sekolah yang belum memiliki tenaga pengajar atau guru dengan latar belakang pendidikan Informatika dapat mengambil guru umum untuk mengampu mata pelajaran ini. Hal ini dikarenakan pemerintah melalui Kemendikbudristek telah memiliki bahan ajar dan modul pembelajaran aplikatif yang sangat mudah untuk diterapkan dan disampaikan oleh guru dengan latar belakang pendidikan apapun.

7.     Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS)

Poin ketujuh dalam kurikulum paradignma baru adalah mengenai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPS). Ini merupakan terobosan baru dalam sistem pendidikan Indonesia. Apabila pada kurikulum sebelumnya di jenjang sekolah dasar (SD) kelas IV, V, dan VI terdapat mata pelajaran IPA dan IPS, maka saat ini kedua mata pelajaran tersebut  akan dilebur dalam mata pelajaran yang bernama IPAS.

Tujuan dari penggabungan kedua mata pelajaran tersebut adalah agar siswa/I dapat lebih siap untuk mengikuti pembelajaran di sekolah menengah pertama (SMP) yang mana IPA dan IPS terpisah secara lebih fokus.

Di samping tujuh (7) poin penting di atas tentang kurikulum paradigma baru, agar masing-masing satuan pendidikan dapat lebih memahami kurikulum ini secara mendalam dan menerapkannya dengan baik, maka perlu untuk mengadakan sosialisasi dan pendampingan secara masif.

Dengan demikian, pelaksanaan program pendidikan dapat berjalan dengan optimal dan mengarah pada tercapainya masa depan pendidikan yang cemerlang.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

 

Share :

Baca Juga

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kurikulum

5 Alasan Penerapan Kurikulum Merdeka Perlu Segera Dilakukan

Kurikulum

Mengenal 7 Paradigma Kurikulum Baru 2022

Kurikulum

Personalized Learning dan Relevansinya dengan Merdeka Belajar

Kesiswaan

Ingin Siswa Belajar dengan Optimal? Pahami 7 Jenis Gaya Belajar

Kurikulum

3 Jenis Modul Ajar Yang Wajib Dibuat Oleh Guru Dalam Kurikulum Merdeka 2022

Admin Sekolah

Kenali Google Workspace for Education sebagai Wujud dari Digitaliasai Pendidikan Era Merdeka Belajar melalui Teknologi
video pembelajaran

Kesiswaan

Mengenal Fitur Canva dan Cara Menggunakannya Dalam Pembelajaran
Merdeka Mengajar

Kurikulum

Metode Merdeka Mengajar untuk Tahun Ajaran Selanjutnya
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.