Home / Kesiswaan

Kamis, 21 April 2022 - 04:56 WIB

Membangun Pendidikan Indonesia ke Arah Lebih Baik dengan Strategi Jitu

Pendidikan Indonesia – Pendidikan adalah usaha untuk mengubah kehidupan ke arah yang lebih baik. Di Indonesia sendiri, populasi penduduknya menduduki posisi keempat dengan total lebih dari 250 juta. Dengan jumlah sebanyak ini, maka perlu adanya tujuan untuk memproduksi, ikut beradaptasi, melakukan inovasi, serta memiliki daya saing baik kancah global maupun internasional sehingga dapat meraih target sebagai negara terkuat melalui pemberdayaan SDM.

Cara yang paling berpengaruh untuk memberdayakan SDM yakni membina dan mendidik intelektualitas serta kepribadian mereka. Sehingga kecerdasannya akan linear dengan perilaku baik yang mereka miliki.

Bayangkan saja, bagaimana jadinya negeri bila manusianya bermodal cerdas belaka tanpa kepribadian yang baik? Pastilah akan terjadi kehancuran pada peradaban tersebut.

Pentingnya pendidikan bagi kemajuan intelektual generasi tentu memerlukan suatu konsep pendidikan maupun sistem pelatihan yang jelas, matang dan terencana untuk dapat mengubah masyarakat.

Pun dapat meningkatan level taraf hidup dalam bermasyarakat sekaligus meraih kemakmuran dalam bidang perekonomian serta tujuan yang berkelanjutan. Namun, kondisi pendidikan saat ini masih berbeda dengan kondisi ideal yang diharapkan.

Jika ditilik lebih lanjut berdasarkan beberapa informasi, menurut penilaian Programme for International Student Assessment alias PISA misalnya, hanya ada 30% generasi yang dapat mencapai skor minimal pada bidang membaca. Tentu, kondisi ini jelas menggambarkan betapa krisisnya pendidikan di negeri ini.

Sehingga untuk meraih target perubahan yang lebih baik, yakni terwujudnya pendidikan Indonesia melalui pembangunan berkelanjutan, tentu membutuhkan usaha yang komprehensif pada pada sistemnya.

Fakta Permasalahan Pendidikan Negeri

Salah satu kondisi yang patut untuk disoroti yakni tentang kondisi pendidikan yang belum membaik. Salah satunya yakni permasalahan bahwa sebagian besar generasi ini tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Selain itu tentu masih banyak masalah yang perlu diperbaiki. Berikut ini adalah beberapa hal yang patut menjadi sorotan:

1.   Keterampilan Praktik Masih dalam Level Rendah

Setiap pergantian tahun kurang lebih terdapat 4,2 juta yang telah lulus di beragam jenjang pendidikan. Rata – ratanya yang lulus maksimal sampai pada umur 16 tahun. Artinya, para siswa tersebut hanya mengeyam pendidikan selama 11 tahun.

Sebagian dari siswa yang lulus di usia 16 – 17 tahun tersebut ada yang berasal dari alumni SMK dan SMA. Idealnya, siswa yang merupakan alumni SMK pasti akan banyak mendapatkan skill di bidang pelatihan kerja. Namun, kenyataannya tidak semua demikian.

Baca juga:   Mengajar Matematika dengan Game agar Pembelajaran Lebih Menarik

Malah ada sebagian dari mereka yang memiliki keterampilan di bawah rata – rata sehingga hal tersebut masih belum mencapai target pendidikan yang seharusnya. Sehingga hal tersebut tak masuk dalam kualifikasi perekrutan tenaga kerja.

2.   Penguasaan Bidang Literasi dan Numerasi yang Rendah

Selain hal tersebut, masih banyak sebagian siswa yang masih belum memahami dengan dunia baca tulis. Hal ini bisa juga disebabkan karena faktor kurikulum yang diajarkan masih belum selaras.

3.   Pergantian Kurikulum yang Memberikan Dampak pada Generasi

Kendala lainnya yakni perubahan kurikulum yang memberikan dampak bagi generasi. Seperti yang diketahui bersama, bahwa Indonesia telah berkali – kali melakukan pergantian kurikulum. Kondisi ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan sebab ada jutaan generasi yang bisa saja berpikir bahwa mereka hanyalah sekedar bagian percobaan kurikulum saja. Idealnya, seiring bertambahnya tahun dan berkembangnya kajian pada kurikulum, permasalahan pendidikan dapat segera terselesaikan sehingga kurikulum baru bisa lebih difokuskan untuk memperbaiki permasalahan lainnya.

4.   Belum Terwujudnya Sinergitas antara Orangtua, Sekolah dan Lingkungan Sekitar

Pendidikan merupakan usaha untuk mengubah generasi ke arah yang lebih baik kan? Tentu saja membutuhkan banyak komponen dasar untuk bisa membantu terjadinya perubahan tersebut.

Keseluruhan komponen tersebut yakni terdiri dari orangtua, sekolah maupun lingkungan sekitar. Dari sisi orangtua, mereka harus memahami bahwa kondisi dunia pendidikan sekarang apalagi di zaman serba canggih teknologi tidaklah sama dengan masa pendidikannya. Akan lebih banyak tantangan yang harus dihadapi salah satunya yakni terkait pemanfaatan media informasi.

Selain itu, orangtua juga punya andil dalam pemilihan lingkungan belajar yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan intelektualitas maupun pendidikan karakter yang anaknya pelajari.

Dari sisi sekolah, lembaga atau satuan pendidikan haruslah bisa menyeimbangkan dan melaksanakan segala visi misi sesuai yang dipahami oleh para orangtua. Selain itu, penting bagi sekolah untuk senantiasa mengajak koordinasi orangtua dalam hal tumbuh kembang anak. Filosofi yang menjadi landasan dasar harus selalu dipegang teguh dan dijalankan para pengajar sehingga mereka juga dapat menjadi tauladan bagi siswanya.

Dari sisi lingkungan, masyarakat mau tidak mau juga harus ikut memberikan dukungan pada pembelajaran anak – anak. Hal ini bisa ditunjukkan dengan cara mendukung kebijakan terkait pendidikan seperti tidak memberikan akses khusus pada anak untuk menggunakan internet di saat jam sekolah berlangsung, maupun hal-hal sederhana lainnya.

Baca juga:   Mengenal Lebih dalam Ujian AKM (Asesmen Kompetensi Minimum)

Bagaimana jika di masa pandemi? Malah di masa pandemi, selain masyarakat, kebijakan politik juga harus memberikan dukungannya seperti memberi jeda pada sistem informasi terkait aspek tertentu untuk diberi batasan usia. Sebab kecanggihan teknologi sekarang malah menjadikan siswa mengakses berbagai hal yang tidak bermanfaat dan tak seharusnya dibaca. Alih –  alih mencerdaskan diri, malah menjerumuskan pada hal tak layak dan mencoreng nama baik generasi.

Strategi Jitu Wujudkan Pendidikan yang Baik

Jika Anda adalah salah satu orang yang sadar akan permasalahan krisis pendidikan, maka Anda harus maju sebagai pasukan garda terdepan untuk segera menyelamatkan keadaan.

Ya, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda juga perlu melakukan usaha dan strategi khusus. Beberapa di antaranya yakni :

1.   Mulai Pahamkan Siswa akan Filosofi Dasar dalam Kehidupan

Sebagai guru, Anda harus pandai mengambil momen. Salah satunya yakni ketika Anda bercengkrama dengan siswa – siswi. Tanamkan dalam diri mereka sebuah filosofi dasar terkait kehidupan yang penting. Salah satunya yakni tentang perjuangan dalam belajar dan ketekunan. Di zaman milenial seperti sekarang, rasanya penting sekali bagi guru untuk senantiasa menanamkan pemahaman bahwa proses untuk meraih kesuksesan bukanlah hal yang dicapai dengan cepat, melainkan dengan banyak usaha dan tawakal.

2.   Sosialisasikan pada Masyarakat terkait Urgensitas Pendidikan Indonesia

Selain itu, Anda juga bisa memberikan sedikit pengertian sederhana terkait urgensitas pendidikan kepada khalayak luas melalui berbagai kesempatan yang ada. Misalnya melalui channel Youtube yang Anda miliki, sosial media, dan beragam model publikasi lain. Bisa juga jika Anda berkarya melalui opini sehingga Anda bisa juga berkontribusi pada dunia literasi.

Nah, demikian ulasan mengenai pendidikan Indonesia dan berbagai strateginya agar generasi dapat menjadi output yang lebih baik. Kesadaran individu sangatlah penting untuk ditingkatkan. Bayangkan saja, jika mulai banyak individu yang tersadarkan khususnya dari para guru, berapa total generasi yang bisa terselamatkan? Tentu akan ada lebih banyak generasi yang dapat memenuhi indikator suksesnya pendidikan di negeri ini.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

KIP Kuliah Merdeka : Cek Syarat dan Langkah Pendaftarannya

Kesiswaan

Strategi Mengatasi Kasus Bullying di Sekolah

Kesiswaan

Cara Mengatasi Peserta Didik dengan Insekuritas Akut

Kesiswaan

Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital
7 Gaya Belajar Siswa yang Wajib Guru Ketahui

Kesiswaan

Kenali Karakter Tanggung Jawab Belajar Pada Siswa

Kesiswaan

Penting! Inilah yang Dibiayai Dana BOS Reguler 2022
motivasi belajar

Kenaikan Pangkat

Guru Perlu Lakukan ini! Siswa akan Semangat dalam Pembelajaran

Kesiswaan

Begini Cara Membentuk Karakter Disiplin Siswa
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.