Home / Metode Pembelajaran

Selasa, 31 Mei 2022 - 14:12 WIB

Mengenal Teknik Self Management dalam Layanan Konseling Individu

Konseling  individual merupakan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling yang digunakan untuk membantu individu mengentaskan masalah. Menurut Prayitno dan Amti (2008) konseling individual adalah  proses  pemberian  bantuan  yang  dilakukan melalui  wawancara  konseling  oleh  seorang  ahli  (konselor)  kepada  individu  yang sedang  mengalami  sesuatu  masalah  (klien)  yang  bermuara  pada  teratasinya masalah yang dihadapi klien.

Sedangkan menurut Sukardi (2008) menyatakan bahwa konseling individu merupakan layanan yang memungkinkan peserta didik mendapatkan layanan langsung secara tatap muka dengan guru pembimbing/konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.

Berbeda dengan pendapat sebelumnya menurut Willis (2003) konseling individu mempunyai makna dalam arti pertemuan konselor dengan klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberikan bantuan untuk pengembangan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi masalah-masalah yang dihadapi.

Berdasarkan beberapa pengertian dari beberapa tokoh dapat disimpulkan bahwa konseling individual merupakan layanan pemberian bantuan yang dilakukan oleh guru pembimbing/konselor kepada peserta didik (konseli) melalui wawancara konseling secara tatap muka dengan tujuan teratatasinya masalah dan pengembangan pribadi.

Layanan konseling individual itu sendiri secara khusus bertujuan sebagai berikut :

  1. Merujuk pada fungsi pemahaman, melalui layanan konseling individual klien dapat memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif,serta positif dan dinamis.
  2. Merujuk kepada fungsi pengentasan, maka layanan konseling individual bertujuan untuk mengentaskan masalah klien dari masalah yang dihadapinya.
  3. Merujuk pada fungsi pemahaman dan pemeliharaan, tujuan layanan konseling individual adalah untuk mengembangkan potensi-potensi individu dan memelihara unsur-unsur positif yang ada pada diri klien.

Teknik Self Management  dalam Konseling Individual

Self-management  diartikan sebagai  kemampuan  mengatur  diri  dan mengarahkan  diri.  Kemampuan  mengatur  diri  dapat  mencegah  individu  dari perilaku maladaptif. Dalam penggunaan strategi ini diharapkan konseli dapat mengatur, memantau dan mengevaluasi dirinya sendiri untuk  mencapai  perubahan  kebiasaan  tingkah  laku  yang  lebih  baik.  Berikut beberapa pendapat dari para ahli tentang konsep self-management :

Gunarsa (2004) mengemukakan bahwa pengelolaan diri (self management) adalah prosedur yang pelaksanaanya berpusat pada klien sendiri dengan  memanfaatkan keterampilan dan teknik  mengurus  diri  untuk  menghadapi  masalahnya, yang biasanya  dalam  terapi  tidak langsung diperoleh. Keterampilan tersebut diperoleh pada saat proses konseling karena  perubahan  dalam  perilaku  itu  harus  diusahakan  melalui  suatu  proses belajar (learning) atau belajar kembali (relearning).

Baca juga:   5 Model Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan untuk Siswa

Sedangkan menurut Nursalim (2013)  bahwa  self-management merupakan proses pengubahan tingkah laku oleh individu dengan menggunakan satu strategi tertentu atau dengan mengkombinasikan beberapa strategi. Jadi dalam proses konseling walaupun konselor yang  mendorong  dan  melatih  prosedur  ini,  tetapi  konselilah  yang  tetap mengontrol  pelaksanaannya.  Sehingga  dari  sinilah  konseli  mendapat  suatu ketrampilan untuk mengurus diri. Strategi tersebut terdapat tiga macam yaitu  selfmonitoring (memonitor diri), stimulus-control, dan self-reward(ganjar diri).

Berdasarkan  uraian  tersebut  maka  dapat  disimpulkan  bahwa  teknik self-management merupakan  teknik  terapi  dalam  konseling  behavior  yang membantu  konseli  dalam mendorong  diri  sendiri  untuk  maju,  untuk  dapat mengatur,  memantau  dan  mengevaluasi  dirinya  sendiri  dalam  mencapai perubahan  kebiasaan  tingkah  laku  yang  lebih  baik  dalam  kehidupan  pribadi melalui tahap menentukan perilaku sasaran, memonitor perilaku tersebut, memilih prosedur tersebut, dan mengevaluasi efektivitas prosedur tersebut.

Tahap-Tahap Teknik Self Management dalam Konseling Individu

Menurut  Komalasari,  dkk  (2011)  menyebutkan  bahwa pengelolaan  diri  biasanya  dilakukan  dengan  mengikuti  langkah-langkah  sebagai berikut:

  • Tahap Monitor Diri atau Observasi Diri

Pada tahap ini konseli dengan sengaja mengamati tingkah lakunya sendiri serta  mencatatnya  dengan  teliti.  Catatan  ini  dapat  menggunakan  daftar  cek  atau catatan  observasi  kualitatif.  Hal-hal  yang  perlu  diperhatikan  oleh  konseli  dalam mencatatat tingkah laku adalah frekuensi, intensitas, dan durasi tingkah laku. Pada  tahap  ini  konseli  mengobservasi  apakah  dirinya  sudah bertanggung jawab terhadap belajar atau belum. Konseli mencatat berapa kali dia belajar  dalam  sehari,  seberapa  sering  dia  belajar,  dan  seberapa  lama  dia melakukan aktivitas dalam belajarnya.

  • Tahap Evaluasi Diri

Pada tahap ini konseli membandingkan hasil catatan tingkah laku dengan target  tingkah  laku  yang  telah  dibuat  oleh  konseli.  Perbandingan  ini  bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi program. Bila program tersebut tidak berhasil, maka perlu ditinjau kembali program tersebut, apakah target tingkah laku yang ditetapkan memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi, perilaku yang ditargetkan tidak cocok, atau penguatan yang diberikan tidak sesuai. Pada  tahap  ini  konseli  mengevaluasi  antara  hasil  catatan  tingkah laku  dalam  tanggung  jawab  belajarnya  kemudian  dibandingkan  dengan  target tingkah laku yang ingin dicapai apakah program sudah tercapai atau belum. Jika belum  maka  perlu  ditinjau  kembali  apakah  target  perilaku  tidak  cocok  atau reinforcement yang diberikan tidak sesuai.

  • Tahap Pemberian Penguatan, Penghapusan, Dan Hukuman
Baca juga:   Orang Tua Mengutamakan Parenting Ditengah Kesibukan Bekerja Pada Anaknya

Pada  tahap  ini  konseli  mengatur  dirinya  sendiri,  memberikan penguatan,  menghapus,  dan  memberi  hukuman  pada  diri  sendiri.  Tahap  ini merupakan tahap yang paling sulit karena membutuhkan kemauan yang kuat dari konseli untuk melaksanakan program yang telah dibuat secara kontinyu. Pada tahap ini  jika  konseli  telah  menunjukkan  adanya  sikap tanggung  jawab  belajar  maka  konseli  akan  diberikan  sebuah  penguatan  atau reward  yang telah ditentukan.  Namun jika konseli ternyata belum menunjukkan sikap  tanggung  jawabnya  maka  konseli  akan  diberikan  punishment yang  telah ditentukan.

Impelementasi Layanan Konseling Individual Teknik Self Management 

Penerapan layanan konseling individual teknik self management sebagai upaya meningkatkan tanggung jawab belajar siswa ialah ada dua alternatif yaitu :

  • Memperhatikan Peran Konselor dan Konseli

Menurut Hartono dan Soearmadji peran konselor dan konseli dalam melaksanakan teknik self management yaitu :

  1. Konseli harus aktif berperan dalam setiap bagian proses konseling.
  2. Konseli didorong untuk melakukan introspeksi diri dan mengajari aspek-aspek konseling dengan cara mengembangkan tindakan yaitu keterampilan yang spesifik.
  3. Konseli harus  berpikir  bahwa  proses  konseling  berhubungan dengan kejadian internal.
  4. Konseli mempunyai  tanggung  jawab  yang  besar  terhadap  hasil yang akan dicapai.
  5. Konseli belajar teknik self-reinforcement.
  6. Konselor bertindak sebagai mentor
  • Memperhatikan Faktor-Faktor Keefektifan dalam Pelaksanaan Teknik Self Management

Cormier  &  Cormier  menyatakan bahwa agar pelaksanaan strategi self-management dapat  dilaksanakan  secara  efektif,  maka  ada  beberapa  faktor yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Adanya kombinasi beberapa strategi konseling di mana beberapa diantaranya berfokus  pada  antecedent dan  yang  lainnya  pada konsekuensi dari perilaku tertentu.
  2. Konsistensi penggunaan  salah  satu  strategi  dalam  kurun  waktu tertentu.
  3. Bukti evaluasi  diri  sendiri,  penentuan  sasaran  dengan  standar tinggi.
  4. Gunakan self-management secara  tertutup,  verbal  atau  dengan bentuk materi-materi tertentu.
  5. Adanya dukungan eksternal/lingkungan.

Demikian penjelasan mengenai teknik self management dalam layanan konseling individu. Semoga artikel ini bermanfaat khususnya bagi guru Bimbingan dan Konseling.

Share :

Baca Juga

cara membuat laporan best practice guru

Media Pembelajaran

Aplikasi Zipgrade: Cara Otomatis Mengetahui Hasil Pencapaian Peserta Didik
Insekuritas Siswa

Metode Pembelajaran

Tips Mengatasi Insekuritas Siswa di Sekolah

Metode Pembelajaran

Strategi Belajar Mengajar yang Mudah & Efektif di Masa Pandemi
model pembelajaran inkuiri

Metode Pembelajaran

Mengenal Metode Resitasi untuk Kegiatan Pembelajaran

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Problem Solving

Metode Pembelajaran

Memahami Konsep Pembelajaran Kontekstual
peran apresiasi guru terhadap antusias belajar

Kenaikan Pangkat

Peran Apresiasi Guru Terhadap Antusias Belajar Peserta Didik

Metode Pembelajaran

Mengenal Model Pembelajaran PAIKEM dan Cara Penerapannya