Home / Kesiswaan

Kamis, 24 Maret 2022 - 22:50 WIB

Begini Caranya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa– Konsentrasi belajar berasal dari kata konsentrasi dan belajar. Konsentrasi menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal. Selain itu, konsentrasi juga merupakan pemusatan atau pengerahan perhatiannya ke pekerjaannya atau aktivitasnya. Sedangkan pengertian belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Sejalan dengan perumusan itu, berarti pula belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.

Definisi belajar dalam arti luas ialah proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap  sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau, lebih luas lagi, dalam berbagai aspek kehidupan atau pengalaman yang terorganisasi. Belajar selalu menunjukkan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu. Dengan kata lain, belajar dalam arti luas mampu melakukan sebuah kecakapan dalam berbagai aspek kehidupan yang diperoleh melalui praktek atau pengalaman.

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa konsentrasi belajar adalah pemusatan perhatian dalam proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap atau mengenai sikap dan nilai-nilai, pengetahuan dan kecakapan dasar yang terdapat dalam berbagai bidang studi.

Baca juga:   Cara Mengatasi Masalah Pembelajaran pada Peserta Didik

Cara Meningkatkan Konsentrasi Belajar

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Konsentrasi belajar perlu ditingkatkan agar pembelajaran semakin efektif. Adapun cara meningkatkan konsentrasi belajar yaitu :

  • Pertama, adanya kesiapan untuk belajar. Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional, seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Masalah-masalah konflik kejiwaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Pikiran harus benar-benar jernih, jika hendak melakukan kegiatan belajar.
  • Kedua, memberikan motivasi untuk terus belajar. Untuk membangkitkan faktor intelektual-emosional belajar kita, maka perlu diberikan motivasi yang lebih dari diri sendiri maupun dari orang lain. Kadang banyak siswa yang kurang konsentrasi dalam belajar karena tidak punya motivasi untuk belajar.
  • Ketiga, melakukan cara belajar yang baik. Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk mengetahui bagaimana orang harus berpikir. Nah, untuk itu harus dilakukan juga cara belajar yang baik yang tentunya nyaman untuk dilakukan. Selain itu, belajar yang baik harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara dalam mengembangkan rasa ingin tahu kita, hingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari. Dengan kata lain, dalam belajar perlu diperbaiki kualitas maupun kuantitasnya sehingga belajar lebih maksimal.
  • Keempat, lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondusif bisa mempengaruhi konsentrasi belajar. Jika ketika sedang belajar namun kondisi sekitar berisik, bising atau ramai tentu akan mengganggu konsentrasi belajar. Siswa akan fokus ketika belajar berada pada lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih. Suasanapun harus nyaman untuk belajar.
  • Kelima, aktif untuk bertanya. Jika kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang dijelaskan guru dan sebagainya, maka sebaiknya siswa harus aktif untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya. Karena dengan begitu apa yang disampaikan guru bisa masuk ke dalam pikiran. Jadi siswa memang harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan pada guru atau teman.
Baca juga:   Bagaimana Penerapan Kurikulum Merdeka SMA?

Demikian tadi pembahasan mengenai cara meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Jika siswa konsentrasi belajarnya meningkat semoga proses pembelajaran bisa berjalan dengan optimal.

 

Share :

Baca Juga

motivasi belajar

Kesiswaan

3 Cara Efektif Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa!
ice breaking

Kesiswaan

Penerapan Literasi dan Numerasi untuk Mewujudkan Karakter Pelajar Pancasila
Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Kesiswaan

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan
program literasi sekolah

Kesiswaan

Kemdikbudristek dan Twitter Mengembangkan Program Literasi Media Sosial Bagi Pelajar SMP
insekuritas siswa

Kesiswaan

Rasa Insekuritas Siswa yang Wajib Orang Tua Ketahui

Kesiswaan

Penyebab Peserta Didik Tidak Percaya Diri pasca Pandemi

Kesiswaan

Materi MPLS Pendidikan Karakter tahun 2022

Kesiswaan

Kesulitan Belajar Siswa : Hakikat, Ciri-Ciri, Bentuk-Bentuk dan Faktor Penyebab
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.