Home / Kesiswaan

Kamis, 23 Juni 2022 - 02:49 WIB

5 Faktor Internal yang Menjadi Hambatan Peserta Didik dalam Belajar

Hambatan Peserta Didik – Idealnya, belajar merupakan sebuah proses yang terjadi secara berkala. Cepat atau lambat maka proses belajar akan menjadikan intelektualitas seseorang meningkat.

Oleh sebab itu, pembelajaran tersebut harus diperhatikan dengan seksama agar peserta didik dapat menyerap pembelajaran dengan lebih mudah dan optimal.

Faktanya, tidak semua berjalan sesuai dengan idealitas. Masih ada sebagian peserta didik yang mengalami hambatan pada saat mencoba untuk menangkap materi pada saat kegiatan belajar mengajar.

Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya para guru mulai melakukan beragam strategi dan mengkreasikan kegiatan belajar agar tak membuat peserta didik bosan.

Kemudian mencoba menciptakan fasilitas yang nyaman seperti ruang kelas yang bersih dan rapi, melakukan perombakan pada susunan kelas pun juga sering mengajak peserta didik bermain dan belajar.

Lingkungan peserta didik biasanya menjadi faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar. Bila lingkungan belajar dirasa tak memberi kenyamanan, maka sudah pasti akan masuk dalam daftar hambatan peserta didik saat belajar.

Maka dari itu, sebisa mungkin para guru membuat lingkungan belajar menjadi kondusif agar bisa lebih optimal. Lingkungan belajar yang kondusif akan berdampak pada peningkatan capaian keberhasilan peserta didik.

Selain itu, peserta didik akan lebih fokus dan mudah menyerap konten pembelajaran yang ada. Lingkungan belajar yang kondusif termasuk dari bagian faktor eksternal. Sementara masih banyak faktor lain yang juga menghambat peserta didik yakni faktor internal yang berasal dari personal peserta didik masing – masing.

Faktor internal merupakan faktor yang muncul dari dalam peserta didik. Biasanya faktor tersebut meliputi beberapa kondisi seperti aspek psikologis, biologis, dan fisiologis yang terurai dalam aspek bakat, minat, kecerdasan bahkan sampai motivasi yang dimiliki untuk belajar.

Jika hambatannya berupa faktor internal, biasanya memang akan sulit untuk diatasi. Namun bukan suatu kemustahilan. Bahwa berawal dari faktor tersebutlah akan menjadikan peserta didik bertemu dengan kesuksesan. Adapun rincian hambatan peserta didik dari sisi internal biasanya terdiri dari :

1.     Aspek Kesehatan

Aspek pertama yakni kesehatan. Kesehatan merupakan aspek terpenting pada kehidupan manusia khususnya para peserta didik. Dengan memiliki tubuh yang sehat, maka hal tersebut akan menjadikan mereka mampu untuk mengoptimalkan beragam aktivitas dengan mudah. Sehat sendiri karang seringkali disepelekan.

Generasi pada rentan usia sd-sma lebih sering merasa bahwa mereka masih muda sehingga dapat melakukan segala hal dan bisa memakan apapun termasuk berlebihan dalam konsumsi junk food.

Baca juga:   Begini Strategi Agar Siswa Tidak Mencontek Saat Ujian

Padahal secara kesehatan makanan tersebut kurang sehat atau malah mendekatkan generasi pada beragam penyakit. Untuk mendukung aspek ini, biasanya di beberapa sekolah terdapat program cek kesehatan. Program ini disinyalir dapat menjadi upaya pencegahan terjadinya penyakit berbahaya yang menyerang organ dalam.

Peserta didik yang pesakitan biasanya kurang bisa optimal menyerap dan menerima materi. Jangankan yang sakit, sehat saja belum tentu paham sepenuhnya. Maka dari itu, sejak dini, sangat perlu bagi generasi untuk menjaga pola makan guna kesehatan di masa depan.

Perlindungan pada aspek kesehatan, sebisa mungkin sekolah melakukan sinergitas dengan keluarga yang ada di rumah. Misal untuk mengkomunikasikan kepada orangtua agar sang peserta didik dapat menjaga pola makan dan rajin berolahraga.

2.     Aspek Psikologis

Aspek lainnya yakni psikologis. Aspek ini biasanya kurang banyak mendapat perhatian sebab letaknya ada di jiwa individu. Ternyata, faktor psikologis yang terganggu juga menjadikan peserta didik tidak fokus dalam belajar.

Sebagai guru, wajib bagi anda mempelajari dasar dari psikologi perkembangan peserta didik. Sebisa mungkin anda mencoba untuk melihat beragam ekspresi dari peserta didik untuk membaca bagaimana karakter mereka yang sebenarnya. Jika dirasa masalah psikologisnya terganggu dan akut, alangkah sebaiknya guru berkoordinasi dengan orangtua untuk membawa anaknya ke psikolog terdekat.

Di era teknologi sekarang, kesehatan mental menjadi hal yang sangat penting. Sebab rentan sekali terjadinya perundungan di jagat maya. Belum lagi dengan kondisi meningkatnya rasa insekuritas yang ada dalam diri peserta didik.

Insekuritas sendiri merupakan perkara yang sangat berbahaya. Jika dibiarkan, maka akan menjadikan peserta didik semakin mengalami down dan malah bisa berujung membunuh nyawanya sendiri.

Psikologis peserta didik seringkali berubah – ubah. Hal ini lantaran mood merekayang mudah berganti dan tidak stabil.

Selain itu, ada kalanya sebagian dari mereka berpikir bahwa belajar itu bukan hal yang mudah dan menjenuhkan. Hingga hal tersebut secara tidak sadar menjadikan peserta didik menjauh dari lingkungan belajar dan lebih mencari lingkungan yang bebas serta tidak merasa dituntut oleh apapun.

Rasa jenuh yang muncul dalam diri peserta didik biasanya muncul karena melihat materi yang teramat sulit, atau bisa juga tidak merasa nyaman sehingga tidak bisa mengerjakan dengan maksimal.

Baca juga:   Pengumuman Hasil SNMPTN 2022 : Cek Selengkapnya Di Sini!

Jika anda mulai merasakan rasa jenuh peserta didik, ajaklah mereka untuk berkegiatan di luar kelas. Bisa juga dengan jalan – jalan virtual dengan menggunakan akses internet yang tersedia di sekolah.

Agar jalan – jalan tetap bisa bermanfaat, maka pastikan bahwa anda bisa menyisipkan berbagai gambar menarik untuk menyegarkan mata.

3.     Aspek Kecerdasan

Aspek lainnya yang sangat mempengaruhi diri peserta didik yakni aspek kecerdasan. Ada sebagian peserta didik yang merasa bahwa dirinya kurang mampu di materi tersebut sehingga menjadikan mereka mundur untuk belajar.

Ketidakmampuan itu juga menjadikan diri mereka merasa tak pantas untuk berada pada satu kelas yang sama. Untuk meningkatkan kecerdasan mereka, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan.

Misalnya dengan mengikutkan anak pada kursus mapel tertentu. Di lingkungan sekolah, guru bisa mengusahakan untuk memberi tugas tambahan, memberikan tutor serta mengajak peserta didik berkomunikasi untuk mencari tahu materi yang kurang bisa diterima.

4.     Aspek Minat Belajar

Aspek selanjutnya yakni terkait minat belajar. Minat merupakan rasa ketertarikan akan sesuatu hal ataupun topik tertentu. Hanya saja, terkadang minat individu sifatnya fluktuatif.

Ada yang mulai merasa bosan dengan mempelajari materi yang berulang. Di sisi lain terkadang minat muncul lantaran ada dorongan eksternal baik dari para guru maupun keluarga di rumah yang turut memberikan support.

5.     Aspek Perilaku

Kemudian aspek lainnya yakni aspek perilaku. Perilaku peserta didik akan mempengaruhi keberlangsungan belajar mereka.

Peserta didik yang bersikap kurang baik tentu lebih rentan tidak fokus dan malah berakhir tak paham dengan materi yang ada. Sikap buruk mereka biasanya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya lingkungan sekolah, teman – teman, rumah bahkan dengan sahabat.

Sebagai guru, hal pertama yang harus dilakukan yakni menasehati peserta didik yang berperilaku demikian agar tak mengulangi perbuatannya.

Karakter semacam itu memang tak mudah untuk hilang. Namun guru tak boleh putus harapan dan senantiasa berdo’a perilaku buruk demikian dapat segera menghilang.

Demikian ulasan mengenai hambatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Semoga bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(rhm/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Pendidikan Karakter Peserta Didik di Era Digital

Kesiswaan

Awas Nomophobia! Bahaya Kecanduan Gadget pada Gen Z
Strategi Guru

Guru Honorer

Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Siswa

Kesiswaan

Ingin meningkatkan softskill guru? simak ulasan berikut ini
insekuritas siswa

Kesiswaan

Rasa Insekuritas Siswa yang Wajib Orang Tua Ketahui

Kesiswaan

Begini Strategi Agar Siswa Tidak Mencontek Saat Ujian
Kiat-kiat menjadi siswa berprestasi

Kesiswaan

Kiat-kiat Menjadi Siswa Berprestasi di Sekolah!

Guru Honorer

Pentingnya Pembelajaran Social Emotional Learning (SEL) bagi Anak