Home / Kesiswaan

Kamis, 28 April 2022 - 06:01 WIB

Strategi Membuat Peraturan Kelas agar Terbentuk Suasana yang Kondusif

Membuat Peraturan Kelas – Salah satu hal penting yang ada dalam dunia pendidikan yakni bagaimana seorang guru melakukan pengelolaan kelas.

Hal ini penting sebab terserapnya pembelajaran merupakan target utama bagi seorang guru. Bayangkan saja, bagaimana pembelajaran bisa terserap, bila ruang kelas saja terlihat menyesakkan? Peserta didik berlarian kemana saja?

Maka dari itu, selain menyiapkan konten pembelajaran dan medianya, seorang guru juga perlu untuk melakukan kesepakatan dalam membuat peraturan kelas bersama peserta didik. Peraturan ini akan membantu peserta didik untuk tetap fokus dalam pembelajaran dan memudahkan guru dalam menyampaikan pelajaran.

Manfaat Membuat Peraturan Kelas

Dalam pembuatan peraturan kelas, tentu ada beberapa manfaat yang bisa guru dan peserta didik dapatkan.

1.    Peserta Didik Belajar Bertanggung Jawab

Manfaat pertama yang bisa didapatkan oleh peserta didik yakni mereka akan belajar untuk bertanggung jawab.

Pada saat pembuatan peraturan kelas, guru dan peserta didik akan melakukan kesepakatan. Misal, jika melanggar salah satu poin peraturan kelas, maka peserta didik tersebut akan mendapat sanksi atau denda tersendiri. Dengan begini, peserta didik akan lebih banyak belajar bertanggung jawab.

2.    Peserta Didik Belajar untuk Mengatur Diri

Manfaat kedua yakni peserta didik akan senantiasa belajar untuk mengatur dan mengontrol diri agar terhindar dari kegiatan yang menyebabkan dirinya bertindak di luar poin peraturan kelas.

Hal ini penting agar peserta didik mulai terbiasa untuk menjalani kehidupan berdasar peraturan yang ada. Sekolah adalah salah satu tempat penting bagi peserta didik untuk belajar mengontrol diri.

3.    Guru Mendapat Kemudahan dalam Menyampaikan Materi

Manfaat ketiga, peraturan kelas dapat membuat guru mendapat akses yang mudah dalam menyampaikan materi.

Misalnya, pada peraturan kelas terdapat frasa “jika ada peserta didik yang membuat kegaduhan, maka akan mendapat poin … “. Nah, dengan adanya pernyataan ini maka secara tidak langsung akan menjadi kebiasaan kelas untuk tidak mudah dalam membuat gangguan saat pembelajaran sedang berlangsung.

Strategi Membuat Peraturan Kelas

Setelah mengetahui manfaatnya, maka berikut strategi dalam membuat peraturan kelas. Beberapa hal yang perlu dilakukan yakni:

1.    Melibatkan Siswa dalam Pembuatan Peraturan Kelas

Salah satu strategi khusus dalam membuatnya yakni dengan melibatkan peserta didik. Keterlibatan mereka sangat penting apalagi jika ruang kelas diperuntukkan bagi jenjang SMP maupun SMA. Sebab perkembangan intelektualitas mereka sudah mulai masuk dalam tahapan belajar untuk memutuskan beberapa hal penting. Maka guru dapat membantu peningkatan intelektualitasnya. Pun, dengan adanya peraturan kelas yang dibuat bersama, akan lebih banyak memunculkan tanggung jawab yang lebih. Sehingga peraturan dapat ditegakkan bersama.

Baca juga:   Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi pada Peserta Didik

2.    Membuat Pernyataan Positif dalam Penyusunan Peraturan Kelas

Strategi yang kedua yakni seorang guru perlu menggunakan pernyataan positif terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh peserta didik. Perlu diusahakan bahwa penggunaan kata – kata negatif malah hanya menjadikan peserta didik melakukan sesuatu yang seharusnya tidak boleh dilakukan.

Melansir dari beberapa sumber, penggunaan kata “jangan” malah menyebabkan suatu pernyataan diterima secara positif oleh alam bawa sadar. Misal terdapat pernyataan “jangan berlarian”.

Maka yang masuk dalam alam bawah sadar seorang peserta didik yakni mereka harus berlarian. Oleh sebab itu, gunakan frasa seperti ,” mendengarkan guru ketika sedang menjelaskan dan berbicara”. Pernyataan positif ini akan lebih diterima oleh alam bawah sadar sesuai dengan fungsinya.

3.    Menggunakan Bahasa Peraturan yang Jelas

Selain menggunakan kalimat positif, pastikan bahwa bahasa maupun diksi yang digunakan jelas dan mudah dipahami. Sebab biasanya ada beberapa peraturan yang terlihat sangat sulit untuk ditafsir dan malah maknanya ambigu. Peraturan seperti ini malah menyebabkan adanya disinformasi.

4.    Guru Mengusahakan untuk Menjadikan Peraturan Berjumlah Sedikit

Sebisa mungkin guru mengarahkan peserta didik agar melakukan kesepakatan kelas sesedikit mungkin agar bisa diingat dan diterapkan oleh peserta didik.

Sebaliknya, peraturan dengan jumlah yang banyak, malah menyebabkan peraturan tersebut ditinggalkan sebab tak semua bisa dihafalkan dan diingat dalam memori peserta didik.

Akibatnya fatal, salah satunya peraturan tersebut akan sia – sia sebab yang menerapkan hanya segelintir dari peserta didik yang jeli dan cermat dalam memahami peraturan kelas.

5.    Guru Bersinergi bersama Peserta Didik dalam Menegakkan Peraturan

Strategi selanjutnya yakni para guru dan peserta didik saling berkolaborasi untuk bisa menegakkan peraturan kelas. Sebisa mungkin guru mengajarkan peserta didik agar bertanggung jawab bila mendapati salah satunya melanggar poin peraturan kelas.

Jika sejak dini peserta didik diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap perbuatannya, maka saat dewasa nanti mereka akan mulai terbiasa apabila telah melakukan kesalahan, ada konsekuensi yang harus mereka dapatkan.

Baca juga:   Tips Membangun Komunikasi Harmonis dengan Peserta Didik

Contoh Pembuatan Peraturan di Kelas

Setiap guru, tentu memiliki kebutuhan peraturan kelas yang berbeda – beda. Malah ada sebagian guru yang membuat peraturan kelas dengan sangat ketat, sementara di sisi lain ada yang lebih santai dalam pembuatannya.

Berikut beberapa contoh pembuatan peraturan kelas sebagai bahan rekomendasi.

1.   Menggunakan Bahasa Kalimat Perintah

Salah satu hal yang menjadi keunikan pada peraturan kelas yakni menggunakan kalimat perintah (imperatives). Penggunaan kalimat perintah ini biasanya akan disesuaikan dengan jenjang kelas yang diajar.

Misal jika jenjang kelas bawah, maka kalimat perintah super singkat sangat dibutuhkan. Beberapa contoh pernyataan peraturan kelas di antaranya, bertanya, hormati teman sekelas, aktif saat pembelajaran, duduk dengan tenang, lakukan yang terbaik, dengarkan gurumu, angkat tangan jika ingin berpendapat, diskusikan dengan teman, jangan berbisik, ikuti petunjuk guru, hormati orang lain, jaga kondisi kelas, pakai seragam dengan rapi dan buatlah kelompok belajar.

2.   Menggunakan Pernyataan yang Wajib Dilakukan oleh Peserta Didik

Selain menggunakan kalimat perintah, ada pernyataan peraturan yang menggunakan frasa keharusan. Beberapa contoh misalnya:

Pertama, seluruh peserta didik harus datang dengan menggunakan seragam yang lengkap.

Kedua, seluruh peserta didik harus bersikap baik terhadap teman sesama.

Ketiga, seluruh peserta didik harus mengerjakan tugas pekerjaan rumah dan mengumpulkan tepat waktu.

Keempat, seluruh peserta didik harus sudah berada di dalam kelas setelah bel berbunyi.

Kelima, seluruh peserta didik harus segera pulang setelah sekolah usai.

Keenam, seluruh peserta didik harus berbicara dengan sopan.

Nah, demikian ulasan mengenai membuat peraturan kelas serta beberapa manfaat yang bisa didapatkan baik guru dan peserta didik saat menerapkannya. Di awal, penerapannya memang tidak mudah. Butuh pembiasaan beberapa hari agar peraturan tersebut dapat dijalankan secara maksimal oleh keseluruhan anggota kelas.

Besar harapannya, bahwa keberadaan peraturan kelas dapat mengajarkan perilaku baik bagi peserta didik, sehingga di masa depan akan muncul generasi dengan kepribadian baik.

Semoga ulasan ini bermanfaat dan menjadi insight bagi para pendidik. Semangat untuk menyongsong generasi gemilang.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Cara Mengatasi Masalah Pembelajaran pada Peserta Didik

Kesiswaan

Tips Berkomunikasi dan Menjalin Hubungan Baik dengan Lawan Jenis

Kesiswaan

Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri Siswa

Kesiswaan

Pembentukan Karakter Prestatif Pada Siswa

Kesiswaan

Begini Strategi Agar Siswa Tidak Mencontek Saat Ujian

Kesiswaan

Mengenal dan Strategi Mendidik Generasi Alfa di Era Pendidikan Digital

Guru Honorer

Tips Bagi Guru SD Agar Menguasai Kelas Ketika Kegiatan Belajar Mengajar atau Menguasai Kelas

Kesiswaan

Ini Dia Tugas Perkembangan Siswa Sekolah Dasar yang Perlu Guru Ketahui
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.