Home / Kurikulum

Rabu, 22 Juni 2022 - 01:52 WIB

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi pada Peserta Didik

Pendidikan Anti Korupsi Di era kecanggihan teknologi sekarang, tentu sangat mudah untuk mengakses informasi. Pada dasarnya, kecanggihan teknologi yang ada haruslah disyukuri.

Namun, di saat yang sama kecanggihan tersebut seakan – akan bisa menjadi salah satu sarana untuk melakukan tindakan kriminal semisal korupsi. Aktivitas yang tidak pernah sirna dari negeri dan malah menjamur seiring bertambahnya tahun.

Permasalahan korupsi sendiri bukanlah hal yang baru sebab terjadi sudah berpuluh tahun lamanya. Sederhananya, korupsi bisa didefinisikan sebagai tindakan penyelewengan yang dilakukan pada wewenang publik dan timbul lantaran ketidakmampuan kontrol terhadap kekuasaan yang ada. Selain itu, korupsi terjadi sebab kesempatan untuk melakukan penyelewengan terbuka lebar.

Kondisi demikian perlu diatasi dengan tepat dan bijak sebagai upaya perbaikan bangsa. Di akhir tahun 2015, jumlah penduduk negeri kurang lebih sudah mencapai 250 juta jiwa, namun populasi sebanyak itu malah sebanding dengan jumlah koruptor yang semakin mewabah. Berdasar laporan dari Transparency International (TI) menegaskan bahwa rangking negeri masih berada di urutan terbawah dari urutan negara bersih dari korupsi.

Tindakan korupsi yang masal dan menjadi tren merupakan salah satu karakter khusus yang dimiliki warga negara sehingga menjadi cikal bakal terjadinya korupsi. Hal ini sesuai dengan apa yang ditegaskan oleh Koentjaraningrat sebagai pakar antropologi Indonesia.

Beberapa sikap yang menjadi cikal bakal korupsi yakni sering menganggap rendah kualitas seseorang atau sesuatu, lebih menyukai budaya instan, senantiasa tidak percaya diri, tidak memiliki kedisiplinan bahkan cenderung mengabaikan rasa tanggung jawab.

Sikap negatif demikian perlu untuk segera dihindarkan dari generasi bahkan mental mereka sejak berada di lingkungan pendidikan. Sebab lingkungan pendidikan merupakan tempat yang tepat dan bijak sebagai upaya pemberantasan korupsi.

Untuk mencegah adanya perilaku dan menjamurnya korupsi, maka lembaga pendidikan merupakan salah satu yang bisa dimanfaatkan untuk menyuarakan serta wadah bagi perbekalan generasi bebas korupsi.

Kehadiran lembaga pendidikan merupakan basis dari adanya pendidikan karakter generasi muda pada jangka panjang. Maka dari itu, sangat penting bagi masyarakat untuk menempatkan dan menjadikan lembaga pendidikan sebagai wadah yang strategis dalam menanamkan mindset anti korupsi secara berkelanjutan.

Membahas lebih mendalam mengenai pendidikan anti korupsi, anda sebaiknya memahami beberapa tujuan dari pendidikan tersebut. Sebab jika menerapkan tanpa memahami tujuan, tentu akan terjadi ketimpangan pemahaman dan dualisme pemikiram. Adapun tujuan dasar dirumuskan sebagai berikut :

Baca juga:   Mengenal Pembuatan Karya Inovatif Guru PNS untuk Naik Pangkat

1.    Budaya yang Merajalela

Seperti yang diketahui publik, bahwa korupsi sudah menjadi budaya kolonial di negeri dan bertambah tahun malah menjadikannya semakin parah.

Istilah suka dan menjadikan aktivitas korupsi sebagai pekerjaan bergengsi merupakan suatu misteri yang sangat sulit diungkap. Saking wajarnya, para pelaku seakan – akan tidak merasa berdosa bahwa tindakan tersebut merupakan hal terlarang dan merugikan banyak pihak.

Tindakan korupsi terjadi pada semua aspek pendidikan. Bahkan lembaga pendidikan juga dihuni oleh para pelaku korupsi.

Kondisi inilah yang menjadikan pentingnya pemahaman anti korupsi sejak dini dan dibiasakan pada generasi. Maka dari itu, lembaga pendidikan merupakan salah satu bagian integral dari pembentukan generasi anti korupsi perlu senantiasa dikembangkan dan mengalami pembaharuan.

2.    Perangi Korupsi dari Lingkungan Terdekat

Strategi lainnya yakni mengusahakan agar mendidik generasi dengan konsep pendidikan anti korupsi baik di sekolah ataupun bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Salah satu contoh yang bisa diterapkan yakni berusaha menjadikan peserta didik sebagai individu yang jujur dalam mengerjakan segala hal khususnya sewaktu pelaksanaan ujian.

Jika seorang peserta didik malah diajari untuk mencontek atau melakukan atas kesadarannya sendiri, maka tindakan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi kecil. Kemudian, datang tidak tepat waktu, memanipulasi nilai, melakukan gratifikasi juga merupakan tindakan korupsi yang sebenanrya ada di sekitar anda, namun kadang tidak menyadarinya.

Berawal dari sikap inilah korupsi bermunculan hingga akhirnya sampai terjun di posisi kenegaraan dan menyelewengkan dalam jumlah besar sebab sebelumnya sudah latihan bertahun – tahun melakukan tindakan korupsi kecil.

Para koruptor hari ini adalah para alumni pendidikan yang sama – sama berada dinegeri. Lantas, bagaimana jadinya bila hari ini tindakan korupsi kecil masih sering dilakukan, bagaimana ketika menerima posisi menjadi penguasa?

3.    Menanamkan Pendidikan Karakter yang Aplikatif

Strategi lainnya yakni berusaha untuk menanamkan pendidikan anti korupsi pada lembaga pendidikan dengan konsep dan sistematika yang jelas.

Bisa saja penerapannya akan sangat sulit, sebab melihat dari model dan karakter peserta didik hanya berupa proses hafalan materi pendidikan bukan terlaksana secara implementatif.

Idealnya, pendidikan mengajarkan bahwa nilai karakter merupakan suatu pemahaman yang semestinya terbentuk pada tindakan seseorang secara nyata. Bukan hanya sebatas materi yang dihafal tanpa adanya penerapan nyata. Mendidik peserta didik untuk tak berlaku korupsi sangatlah penting dilakukan dengan berbagai tindakan dan pemberian teladan. Bukan hanya dari teori pembelajaran saja.

Baca juga:   Mendesain Pembelajaran Bermakna

Guru dan segenap tenaga kependidikan perlu memahami bahwa mendidik peserta didik untuk tak korupsi harus dimulai dari contoh individu yang tak melakukan demikian. Apa jadinya bila tidak ada contoh nyata?

4.   Tujuan Pendidikan Anti Korupsi

Selain itu, strategi yang lain yakni berusaha untuk senantiasa mengingat komitmen dan tujuan pendidikan anti korupsi. Pendidikan tersebut merupakan upaya atau tindakan untuk proses pengendalian dan pengurangan korupsi.

Pendidikan anti korupsi yang ditempuh dengan jalur pendidikan akan lebih efisien dan efektif. Sebab pendidikan adalah jalan untuk mengubah sikap mental yang ada di dalam diri seseorang, sehingga besar harapannya, pendidikan tersebut dapat terimplementasikan secara tepat.

Model pelaksanaan pendidikan biasanya akan diterapkan menurut tiga cara. Diantaranya yakni model yang terintegrasi pada mata pelajaran, terintegrasi di luar pembelajaran (ekstrakurikuler) serta model pembiasaan nilai pada seluruh aktivitas kehidupan individu.

Maka dari itu, penting untuk mengusahakan adanya perubahan baru pada proses penyemaian kebaikan pada lembaga pendidikan.

Selain itu, sangat penting untuk menguatkan langkah dan komitmen agar terwujud cita -cita yang konkrit untuk bisa menanamkan nilai – nilai kebaikan pada generasi.

Oleh karena itu, lembaga pendidikan mempunyai tugas dan peran yang besar untuk merealisasikan cita – cita tersebut. Semuanya akan berjalan berdasar harapan jika terdapat peran dan kontribusi nyata yang dilakukan oleh pihak lembaga, pemerintah maupun masyarakat.

Nah demikian ulasan mengenai pendidikan anti korupsi dan beberapa ulasan mengenai strategi penanggulannya. Korupsi memang bukan satu – satunya permasalahan yang ada di negeri. Namun perlu untuk mendapatkan perhatian khusus.

Sebab jika tidak, permasalahan ini akan semakin memuncak dan merusak negeri. Jika sudah demikian, lantas bagaimana dengan nasib generasi? Padahal tujuan hadirnya di negeri yakni untuk memperbarui peradaban. Bukan malah menjadi pelaku kerusakan di negeri. Semoga ulasan ini bermanfaat. Salam pendidikan!

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Pendidikan Usia Dini Dalam Perspektif Islam
Karakteristik Siswa

Kurikulum

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tingkat PAUD

Kurikulum

32 Perubahan Pendidikan Dilakukan Kemendikbudristek Dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum

Panduan Kurikulum Merdeka untuk Pemulihan Pendidikan Nasional

Kurikulum

3 Jenis Modul Ajar Yang Wajib Dibuat Oleh Guru Dalam Kurikulum Merdeka 2022
Orang Tua

Kesiswaan

Tidak Sulit, Berikut Strategi Mudah Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional

Kurikulum

Kurikulum Merdeka SMK sebagai Pusat Keunggulan: Antara Tantangan dan Harapan

Kesiswaan

Ingin Belajar Penyusunan Modul P5? Guru Wajib Tahu Hal Ini!
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.