Home / Kurikulum

Rabu, 23 November 2022 - 19:56 WIB

Cara Menyusun Rubrik dalam Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik

Cara menyusun rubrik wajib diketahui oleh para guru. Sebab perangkat tersebut sangat penting ketika seorang guru melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Setidaknya terdapat tiga langkah utama dalam menyusun rubrik tersebut.

Dunia pendidikan bukan sekedar urusan guru yang mendidik saja. Namun juga terkait bagaimana seorang peserta didik tersebut dapat mencapai target pembelajaran pun pola interaksi mereka dengan yang lainnya.

Salah satu hal yang patut diperhatikan oleh guru yakni terkait instrumen penilaian hasil belajar setiap masing – masing peserta didik.

Hanya saja, dalam penilaian, terkadang seorang guru membutuhkan perencanaan maupun indikator secara detail. Biasanya, guru bisa menggunakan rubrik.

Apa itu Rubrik?

Meski anda adalah seorang guru pemula, tentu anda juga sudah memahami tentang adanya rubrik pada komponen asesmen ideal. Biasanya rubrik sering digunakan dan direkomendasikan.

Apalagi bila pembelajaran telah memasuki era Kurikulum Merdeka seperti saat sekarang. Maka rubrik bisa difungsikan sebagai alat untuk melakukan proses evaluasi dalam aspek kualitas maupun performa peserta didik. Untuk itulah cara menyusun rubrik penting dipahami.

Proses evaluasi yang dihasilkan tentu akan bersifat objektif, membangun dan konsisten. Penggunaan rubrik sangatlah penting jika dilihat dari beberapa aspek.

Baca juga:   Begini Cara Membuat Promes yang Benar

Adapun dari sisi pendidik, rubrik dapat dijadikan sebagai bahan yang detail untuk pemastian penilaian sebab terdapat deskripi yang jelas.

Hal ini dapat dijadikan sebagai landasan dalam bahan penilaian. Deskripsi yang disusun oleh pendidik pada rubrik, akan bersifat konsisten serta objektif.

Dengan demikian nilai yang sudah diperhitungkan oleh pendidik dapat diterima secara adil sebab sudah terjamin terkait aspek keluhan dan kecurangan dalam sistem penilaian.

Adapun bagi peserta didik, rubrik berfungsi sebagai sarana yang efektif serta bisa memberikan adanya pemahaman yang jelas berkaitan dengan tugas serta tujuan dalam projek yang dikerjakan.

Karena rubrik juga harus dipahami oleh peserta didik, maka sebisa mungkin para guru berusaha untuk menyusun rubrik agar sesuai dengan pemahaman peserta.

Jika rubrik dapat dipahami dengan mudah, maka rubrik bisa juga dijadikan sebagai sarana dalam memberi umpan balik atas projek yang diberikan oleh guru.

Langkah – Langkah Penyusunan Rubrik

Dalam penyusunan rubrik, ada beberapa hal yang pelru dikenali. Diantaranya yakni :

Baca juga:   Cara Mengikuti Pendaftaran PPG Daljab 2024 

Pertama, perhatikan jumlah kriteria serta aspek performa dari projek yang akan dibuat. Sampaikan pada peserta didik bahwa hal pertama yang dapat dimasukkan dalam rubrik penilaian yakni tentang performa dari produk yang menjadi bagian projek peserta didik.

Kedua, perhitungan penilaian pada rubrik harus bergantung pada skala seperti yang disusun oleh Likert. Misal seperti skala 1 – 4 atau jika dideskripsikan dengan dari “mulai berkembang” – “mahir”. Range skala ini bisa digunakan dalam penggunaan rubrik.

Ketiga, anda perlu menyusun rubrik dengan catatan deskripsi yang jelas. Hal ini dilakukan agar rubik dapat berfungsi sebagaimana mestinya yakni untuk memudahkan guru melakukan penilaian berdasar aspek tertentu. Hal ini berlaku agar penilaian rubrik tetap objektif bukan subyektif dari kacamata guru saja.

Nah demikian ulasan mengenai cara menyusun rubrik dan beberapa fungsinya. Semoga bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(rhm/shd)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Bagaimana Cara Mengembangkan Potensi Diri Siswa
Sekolah

Kesiswaan

Mengenal Sekolah Luar Biasa dan Sekolah Inklusi

Kurikulum

Kurikulum Merdeka Bukan Sebagai Pengganti Kurikulum 2013, Begini Penjelasannya
jenis metode pembelajaran untuk anak SD

Kurikulum

Dimensi dan Cara Penerapan Profil Pelajar Pancasila di Tingkat PAUD
cara membuat promes

Kurikulum

Kurikulum Merdeka dan Model Pembelajaran yang Tepat!

Kesiswaan

Menjadi guru berkompeten melalui kompetensi sosial emosional

Kurikulum

Mari Mengenal Kurikulum Paradigma Baru untuk Pendidikan Indonesia

Kesiswaan

Ingin meningkatkan softskill guru? simak ulasan berikut ini