Home / Karya Inovatif / Media Pembelajaran / Metode Pembelajaran

Senin, 22 Agustus 2022 - 11:13 WIB

Instrumen HOTS untuk Guru Berkualitas

HOTS – Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan instrumen untuk mengukur kemapuan berfikir yang tingakatannya cukup tinggi. Instrumen ini, bukan hanya mengkur daya ingat, menyatakan kembali atau merujuk tanpa melakukan pengolahan. namun, tingkat pengolahan ini juga dapat mengukur daya ingat dengan dilatih pembelajaran di kelas.

Dengan adanya HOTS, aktivitas belajar di kelas dapat juga mendorong dan membangun siswa untuk kreatif dan juga melatih berfikir secara kritis. Instrumen ini, melihat dari proses siswa belajar di dalam kelas lalu mulai untuk mengembangkan keterampilan agar berfikir secara kritis tingkat tinggi sehingga siswa akan menjadi terbiasa menghadapi soal-soal .

Adapun soal-soal HOTS pada umumnya mengukur kemampuan, yaitu :

  1. Menganalisis (analyzing-C4)
  2. Mengevalusi (evaluating-C5)
  3. Membuat (creating-C6)

Cara Menyusun Soal HOTS

Dalam penyusunan soal, diharuskan menguasai materi ajar. Guru juga harus memiliki keremapilan dalam menulis soal dan kreativitas juga diperlukan dalam memilih soal dalam konteks yang telahg ditentukan sesuai dengan perilaku yang diharapkan.

Baca juga:   Chat bot Telegram solusi pembelajaran interaktif

Materi yang akan dirumuskan tersebut harus dirumuskan serta dijadikan dasar pertanyaan yang sesuai dengan konteks tertentu yang akan diukur dalam merumuskan berbagai materi. berikut langkah untuk menyusun soal HOTS, yaitu:

Hal yang perlu dilakukan dalam menyusul soal yakni guru memilih KD yang akan dibuat. Sehingga KD yang akan dibuat dapat dijadikan model soal.

Menyusun Kisi-Kisi Soal

Dalam penulisan kisi-kisi soal HOTS, yang bertujuan untuk guru dalam menulis butir soal HOTS. Kisi-kisi tersebut justru diperlukan untuk nantinya dalam pemilihan KD yang dapat dibuatkan soal HOTS. Dalam pemilihan materi pokok pun terikat dengan KD yang nantinya akan diuji, merumuskan indikator dan menentukan tingkatan kognitif.

Menarik dan Kontekstual

Terkait dengan penggunaan stimulus, tentunya harus diutamakan supaya menarik dan juga mendorong semua siswa agar gemar mulai membaca. Secara kontekstual, stimulus yang sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan yang akan menarik siswa serta mendorong agar gemar membaca.

Baca juga:   Ice breaking solusi jenuh dalam belajar

Tips Membuat Soal

Dibawah ini beberapa tips yang dapat dilakukan dalam penyusunan soal HOTS, Berikut penjelasannya:

  1. Diperlukan penyusunan konteks yang nyata sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh siswa.
  2. Buat pertanyaan berupa bagan dan gambar dengan tujuan untuk merangsang otak anak/siswa untuk berfikir kritis. Dengan menggunakan gambar dan bagan dapat memeprmudah siswa menyerap dengan mudah.
  3. Berikan pertanyaan dan alasan dari jawaban yang telah diberikan dalam soal.
  4. Gunakan variasi atau bentuk soal yang berbeda. Variasi soal tersebut bisa berupa essay dan fill the blank.

Melalui soal dan penjelasan di atas, Higher Order Thinking Skills (HOTS). Banyak harapan yang tersimpan untuk siswa agar kemampuan mereka bisa menyelsaikan suatu permasalahan secara kritis yang dituai dalam sebuah soal.

 

Penulis: Vikri Februansyah

Share :

Baca Juga

gunakan media pembelajaran interaktif agar materi pembelajaran tersampaikan secara efektif

Media Pembelajaran

5 Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Software

Media Pembelajaran

Rekomendasi Aplikasi untuk Membuat Video Pembelajaran di HP

Media Pembelajaran

Cara Membuat Presentasi di Canva, Guru Wajib Tau!

Metode Pembelajaran

Cara Meningkatkan Ranah Afektif Siswa
video pembelajaran

Media Pembelajaran

Membuat Konten Video Pembelajaran Menarik dengan Capcut

Media Pembelajaran

Bikin Video Pembelajaran Ala Youtuber Dengan Aplikasi Edpuzzle

Media Pembelajaran

Mengenal Media Interaktif dalam Proses Pembelajaran

Karya Inovatif

Era yang Maju Tapi Metode Belajar Masih Konvensional? Simak Metode Belajar Asyik Berikut Ini
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.