Home / Metode Pembelajaran

Sabtu, 16 April 2022 - 03:24 WIB

Mengenal Pendekatan STEM Supaya Pembelajaran Lebih Bervariasi

Pendekatan STEM – Setiap tahunnya, dunia pendidikan pasti senantiasa mengalami perkembangan. Baik dari segi kuantitas orang yang mendidik dan dididik, strategi, metode, asesmen dan masih banyak lagi unsur komponen dalam dunia pendidikan lainnya.

Selain itu, bertambahnya tahun juga menjadi indikasi bahwa banyak hal yang harus dipelajari mulai dari hal dasar seperti perhitungan bahkan sampai bisa teraplikasikan dalam kehidupan.

Kondisi seperti tentu akan selalu menuntut bahwa ranah pendidikan harus sedemikian berkemban. Baik dari ranah pendekatan pembelajaran maupun bagaimana daya serap para peserta didik.

Salah satu pendekatan yang cukup fenomenal dan masih relevan digunakan yakni pendekatan pembelajaran ala STEM.

Apa Itu Pembelajaran STEM?

Menurut Torlakson (2014) pendekatan STEM merupakan pendekatan yang mengombinasikan keempat aspek dari science, technology, engineering dan mathematics. Kombinasi dari keempat aspek ini dinilai sebagai perwujudan kolaborasi yang serasi dari segi masalah atau realita yang terjadi sehingga pembelajaran akan menjadi pembelajaran berbasis masalah.

Tujuan diterapkannya pendekatan ini pada pembelajaran yakni agar dapat mewujudkan sebuah atmosfir belajar yang kohesif dan dapat berjalan secara aktif. Hal ini bisa terjadi lantaran keempat aspek tersebut akan saling bersinergi satu sama lain untuk bisa melakukan penyelesaian masalah.

Solusi yang nantinya ditawarkan dan diberikan dapat mengarahkan peserta didik untuk meningkatkan kemampuannya pada penyatuan konsep dari setiap aspek yang ada.

Tantangan dan Kendala Pembelajaran Generasi Milenial

Dewasa ini, perkembangan teknologi sangatlah pesat. Mau tak mau, kondisi perkembangan pesat teknologi menyebabkan generasi mendapatkan dampak baik positif maupun dampak negatif. Jika ditilik lebih lanjut, dampak positifnya sangatlah banyak.

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, para generasi milenial akan lebih cepat untuk menyerap pembelajaran yang ada. Selain itu, mereka akan lebih punya banyak cara untuk mengakses segala situs pembelajaran yang ada. Termasuk halnya ruang belajar baik yang berbayar maupun gratis.

Kendala dan tantangan lainnya yang sedang dihadapi yakni perlunya para tenaga kependidikan dan lingkungan sekolah mewujudkan sebuah sistem pendidikan yang dapat memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mensinergikan antara keterampilan dan pengetahuan. Hal ini bertujuan agar para peserta didik dapat lebih familiar dengan beragam keterampilan dan pengetahuan yang mereka pelajari.

Menurut pakar pendidikan, sebagian beranggapan bahwa kesempatan para peserta didik tidak akan dapat terwujud jika aspek pengetahuan dan keterampilan terpisah dari adanya proses pembelajaran. Sedangkan Pfeiffer, Ignatov dan Poelmans (2013) mengklaim bahwa pembelajaran STEM dapat mewujudkan kombinasi sempurna antara pengetahuan dan keterampilan agar bisa digunakan secara bersamaan oleh peserta didik.

Baca juga:   Memahami Pembelajaran HOTS

Pada pendekatan pembelajaran STEM, penting untuk mengetahui akan kebutuhan sebuah garis penghubung yang dapat mensinergikan keseluruhan aspek yang bisa digunakan secara bersamaan pada saat pembelajaran.

Tujuannya yakni tentu saja untuk menjadikan para peserta didik dapat menghubungkan keseluruhan aspek pada pendekatan STEM. Jika tujuan ini tercapai, maka para peserta didik dapat mewujudkan pemahaman metakognisi yang dibangun dalam dirinya sehingga mereka bisa membuat keempat aspek menjadi serangkaian interdisiplin pada pendekatan STEM.

Ciri – Ciri Khusus Pendekatan STEM Saat Diterapkan pada Pembelajaran

Setiap pendekatan pasti memiliki ciri-ciri khusus di dalamnya,  tak terkecuali pendekatan STEM pada penerapannya.

Tentu saja, keseluruhan ciri-ciri tersebut saling bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan saat pembelajaran. Berikut ciri – ciri yang dijabarkan oleh Torlakson (2014) :

1.   Pengetahuan Sains

Ciri pertama yang harus diketahui yakni pengetahuan sains. Sains merupakan pengetahuan yang menjadi wakil dari pembahasan hukum – hukum serta konsep beragam yang berlaku di alam.

2.   Pengetahuan Teknologi

Ciri kedua yakni dengan kehadiran dari pengetahuan teknologi. Pengetahuan yang berkaitan dengan teknologi yakni keterampilan pada sebuah sistem untuk mengatur keseluruhan masyarakat dan organisasi. Pengetahuan teknologi juga berkaitan dengan pengetahuan dengan fungsi untuk mendesain maupun menggunakan alat agar mendapatkan kemudahan dalam pekerjaan.

3.   Pengetahuan Teknik

Kemudian ada ciri ketiga yakni pengetahuan teknik. Pengetahuan ini berkaitan dengan kemampuan peserta didik dalam mengoperasikan maupun mendesain serangkaian prosedur agar masalah dapat terselesaikan.

4.   Pengetahuan Matematika

Ciri keempat yakni pengetahuan matematika. Pengetahuan ini erat kaitannya dengan pengetahuan yang mensinergikan antara konsep besaran, angka maupun ruang yang membutuhkan pernyataan logis bahkan juga disertai dengan bukti empiris. Idealnya, keseluruhan aspek ini akan lebih bermakna jika saling terintegrasi satu sama lain.

Tujuan Pendekatan Pembelajaran STEM

Belajar dengan menerapkan pendekatan STEM lambat laun akan melatih para peserta didik untuk senantiasa mengintegrasikan empat aspek tersebut sekaligus.

Proses pembelajaran yang dapat melibatkan keseluruhan empat aspek agar terbentuk dalam diri peserta didik sebuah konstruksi pengetahuan terkait subjek yang mereka pelajari. Tujuannya agar mereka lebih paham dengan pelajaran yang para pendidik sampaikan.

Baca juga:   Strategi Guru BK dalam Menghadapi Aksi Bullying pada Siswa

Menurut Bybee (2010) beberapa karakter dalam pembelajaran STEM yakni para peserta didik memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi ragam konsep atau pengetahuan pada sebuah kasus.

Misalnya dalam pembelajaran Fisika, jika pendidik menggunakan pendekatan STEM, para peserta didik secara alami akan memiliki konstruksi pemahaman untuk dapat menggunakan teknologi sekaligus merangkai sebuah konsep percobaan di mana dapat menjadi pembuktian pada sebuah hukum maupun konsep sains. Kesimpulan para peserta didik pada pembelajaran tersebut tentunya akan didukung oleh beberapa data yang sudah dikumpulkan dan dikelola secara matematis.

Tujuan lainnya yakni pendekatan STEM sangat cocok dan sempurna jika diterapkan pada pembelajaran di jenjang sekolah menegah. Sebab beberapa subjek pembelajarannya sudah mulai memasuki berbagai kebutuhan akan pengetahuan yang kompleks.

Gonzales dan Kuenzi (2010) menemukan teori lainnya bahwa pendekatan STEM memiliki makna pengajaran serta pembelajaran yang berkaitan dengan keempat aspek yakni sains, teknologi, engineering dan matematika. Pendekatan ini tidak hanya dilakukan pada jenjang menengah saja namun bisa diterapkan pada jenjang tingkat dasar bahkan sampai perguruan tinggi.

Selain itu, penggunaan pendekatan STEM ini dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini untuk dapat bersaing dan siap berkompetisi dalam dunia pekerjaan sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki. Hal ini disepakati oleh lembaga penelitian Hannover (2011) di mana menemukan sebuah fakta bahwa tujuan utama penerapan STEM yakni agar menjadi sebuah usaha untuk menunjukkan adanya eksistensi pengetahuan yang bersifat holistik antara unsur dalam STEM.

Kombinasi dan keterpaduan pada penerapan sistem belajar STEM bisa dikatakan berhasil jika keseluruhan aspek tersebut ada dalam setiap proses pembelajaran masing – masing subjek.

Nah, demikianlah ulasan mengenai sistem belajar dengan menggunakan pendekatan STEM. Dengan kehadiran beragam sistem pembelajaran, tentu akan ada banyak kesempatan untuk mencerdaskan generasi bangsa baik secara pendidikan karakter maupun intelektualitas mereka.

Kendati di awal penerapannya tidak mudah, namun para pendidik dapat senantiasa berkembang dan belajar untuk senantiasa menerapkannya sampai tujuan dari pendekatan tersebut bisa tercapai.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Guru Kreatif

Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran yang Efektif untuk Siswa

Metode Pembelajaran

5 Model Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan untuk Siswa
peran apresiasi guru terhadap antusias belajar

Kenaikan Pangkat

Peran Apresiasi Guru Terhadap Antusias Belajar Peserta Didik
Orang Tua

Metode Pembelajaran

Cara Ampuh Mengajari Anak Membaca di Rumah

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Make A Match: Kelebihan dan Kekurangannya

Metode Pembelajaran

Ternyata Ini Perbedaan Metode dan Model Pembelajaran

Media Pembelajaran

5 Rekomendasi aplikasi yang memudahkan belajar matematika

Metode Pembelajaran

Cara Melakukan Refleksi Pembelajaran yang Menarik
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.