Home / Metode Pembelajaran

Sabtu, 9 April 2022 - 07:00 WIB

Mendesain Pembelajaran Bermakna

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Pentingnya Peran Guru dan Orang Tua Dalam Mencegah Kasus Perundungan /unsplash.com

Pembelajaran Bermakna – Dalam dunia pendidikan, belajar merupakan satu keterkaitan yang tak bisa dilepaskan. Sebab dengan belajar, proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar. Sedangkan belajar sendiri biasa dimaknai sebagai suatu upaya perubahan mulai dari aspek sikap, pengetahuan dan juga keterampilan.

Proses perubahan dalam diri tersebut akan senantiasa menetap dalam diri peserta didik sebagai dampak dari hasil seringnya melakukan latihan maupun dampak dari pengalaman memahaminya.

Proses belajar biasanya bersifat kontekstual dan individual. Maksudnya, proses tersebut akan terjadi pada diri individu sendiri sebagaimana kehidupan perkembangan dan lingkungannya. Kesimpulan sederhananya, pembelajaran harusnya dilakukan oleh para siswa, bukan yang dibuat oleh mereka.

Memaknai Pembelajaran

Secara harfiah, pembelajaran bermakna suatu upaya yang menjembatani interaksi antara anak dengan lingkungan maupun anak dengan sesama anak, anak dengan sumber belajar maupun anak dengan para pendidik.

Kegiatan belajar akan menjadi hal yang berkesan bagi seorang anak apabila dilaksanakan dengan kondisi lingkungan yang amat nyaman dan mampu menjamin rasa aman bagi anak – anak.

Sebagaimana definisi yang disampaikan oleh Isjoni bahwa pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh para pendidik dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajarnya. Salah satu upaya yang harus segera dilakukan yakni memahamkan bagaimana konsep pembelajaran bermakna pada siswa.

Pembelajaran Berkmakna

Pakar psikologi, David Ausubel mengklaim bahwa pembelajaran bermakna merupakan suatu proses di mana peserta didik dapat mengaitkan informasi baru dengan ragam konsep yang relevan pada struktural kognitif seseorang.

Ia menambahkan bahwa bahan pelajaran pun yang sedang dipelajari, harus memberikan makna tersendiri. Sedangkan struktur kognitif yang dimaksud yakni terkait dengan adanya fakta, konsep, maupun generalisasi yang sudah dipelajari dan diingat oleh siswa.

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran bermakna yakni wujud struktur kognitif, stabilitas maupun kejelasan pada aspek pengetahuan di salah satu bidang studi dan pada waktu tertentu pula.

Dahar (1996) menambahkan dalam ungkapannya bahwa terdapat dua prasyarat dalam proses kegiatan pembelajaran bermakna. Pertama, materi yang dipelajari harus dapat memberikan makna yang potensial. Sedangkan prasyarat yang kedua yakni seorang anak haruslah memahami tujuan dari pembelajaran bermakna.

Dari sisi materi pembelajaran sendiri, potensi kebermaknaan juga bergantung pada dua hal; pertama syarat kebermaknaan yang logis dan kedua ragam gagasan yang relevan sehingga terdapat potensi untuk meningkatkan struktur kognisi para peserta didik.

Baca juga:   Model Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran yang bermakna sangat berhubungan erat dengan konsep konstruktivisme yang pernah dicetuskan oleh Vygotsky baik pemikiran sosial maupun emansipasi.

Konsep ini mendefinisikan bahwa seorang siswa dapat mengkonstruksikan sebuah pengetahuan atau bahkan menciptakan sebuah makna sebagai dampak dari hasil pemikiran yang berinteraksi pada suatu konteks sosial. Teori inilah yang serupa dengan penciptaan suatu makna.

Kemudian teori ini lebih dikembangkan oleh Piaget di mana Ia menjelaskan bahwa setiap individu dapat menciptakan makna dan segala pengertian baru berdasar interaksi yang terjadi, telah diketahui dan lebih dipercayai dengan beragam fenomena, maupun informasi yang baru mau dipelajari.

Piaget mendefinisikan bahwa setiap siswa senantiasa membawa pengertian dan pengetahuan awal pada tiap proses KBM dengan melalui beberapa cara yakni proses menambahkan, memodifikasi, memperbarui, merevisi, bahkan mengubah informasi yang telah dijumpai pada proses belajar.

Dari beragam proses inilah, Vygotsky menambahkan penjelasan bahwa suatu proses belajar tak pernah dapat dipisahkan dengan ragam aktivitas maupun interaksi hanya karena persepsi maupun aktivitas berjalan yang seiring melalui proses dialogis.

Urgensitas Pembelajaran Bermakna

Mendorong peserta didik untuk memaknai pembelajaran merupakan sebuah keharusan. Hal ini sejalan dengan pendapat Muchlas Samani bahwa apapun metode belajarnya, kegiatan belajar harus mengandung unsur pembelajaran bermakna.

Misalnya, guru mendorong seorang siswa untuk bisa mengaitkan temuan fenomena pada struktur pengetahuannya. Maksudnya, bahan dan sumber pembelajaran harus sesuai dengan kemampuan dan relevan untuk mencapai target kognisi siswa. Sehingga faktor emosional maupun intelektual siswa bisa ikut terlibat dalam kegiatan belajar mengajar.

Fakta Terkait Pembelajaran Bermakna

Berikut beberapa fakta terkait pembelajaran bermakna yang harus para pendidik ketahui:

1.   Pembelajaran Bermakna Itu Menyenangkan

Salah satu fakta tentang pembelajaran yang bermakna, keberadaannya dalam KBM akan menjadikan siswa senang dan atmosfir belajar menjadi ceria. Selain itu mereka juga dapat meraup keseluruhan informasi. Sehingga target kognisi yang diinginkan akan tercapai.

2.   Proses KBM Tidak Mengharuskan Siswa untuk Menghafal

Selain itu, pembelajaran bermakna juga tidak sekedar hafalan konsep maupun fakta saja, namun siswa akan lebih banyak melakukan proses mengaitkan keseluruhan konsep untuk memahami secara utuh hingga konsep yang telah dipelajari tak mudah untuk dilupakan.

Dengan demikian, pembelajaran yang bermakna akan membantu para siswa memadukannya dengan harmonis berdasar konsep dan pengetahuan yang baru.

Baca juga:   Cara Penerapan Discovery Learning dan Jenis-Jenisnya

Sehingga pembelajaran akan lebihi bermakna jika mereka dapat mengalami secara langsung topik yang mereka pelajari. Salah satu caranya dengan lebih mengaktifkan beragam indera dibandingkan sekedar mendengarkan orang menjelaskan saja.

3.   Memiliki Cara Penjelasan yang Unik

Fakta selanjutnya, pembelajaran bermakna memiliki model penjelasan yang unik. Guru akan mulai memberikan penjelasan yang berkaitan dengan relevansi yang berhubungan dengan bahan baru maupun lama.

Guru pun juga lebih memberikan gambaran ide secara umum kemudian yang terperinci. Barulah kemudian, guru menunjukkan perbedaan maupun persamaan dari kedua bahan tersebut.

Guru akan coba memastikan dan mengarahkan siswa untuk mengusahakan agar keseluruhan ide yang sudah ada dapat dikuasai sebelum ide baru tersaji.

Langkah Menyusun Kegiatan Pembelajaran Bermakna

Berdasar pembahasan di atas, maka terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh para guru agar terwujud KBM bermakna.

Pertama, para guru harus memahami bahwa orientasi pendidikan tidak hanya sekedar pada sisi pencapaian prestasi akademik, melainkan berdasar pengembangan sikap dan minat belajar maupun potensi dasar para siswa.

Kedua, topik – topik yang yang perlu dipilih dan dipelajari harus selalu didasarkan pada pengalaman siswa yang relevan.

Ketiga, pelajaran tidak boleh dipersepsikan sebagai tugas maupun sesuatu yang dipaksakan oleh guru kepada siswa melainkan sebuah bagian dari kebutuhan siswa.

Keempat, metode pengajaran yang digunakan harus membuat siswa lebih terlibat pada suatu aktivitas langsung agar lebih menyenangkan.

Kelima, guru perlu menyusun sebuah rancangan KBM yang memprioritaskan anak untuk memiliki kesempatan bermain dan bekerja sama bersama teman lainnya.

Keenam, guru perlu menggunakan bahan dan sumber pembelajaran yang konkret. Pun pada proses penilaiannya, sebaiknya guru tak menekankan pada sisi kognisi saja melainkan menggunakan tes tulis. Selain itu, proses penilaian harus lebih mencakup keseluruhan domain perilaku anak yang relevan.

Nah, demikian ulasan mengenai pembelajaran makna dan beberapa ulasan mengenai strategi dan langkah untuk merancang proses pembelajaran yang bermakna. Semoga para pendidik lebih banyak mendapatkan inspirasi untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link INI atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(shd/shd)

Share :

Baca Juga

Insekuritas Siswa

Karya Inovatif

Guru wajib tau pentingnya refleksi pembelajaran
peran apresiasi guru terhadap antusias belajar

Kenaikan Pangkat

Peran Apresiasi Guru Terhadap Antusias Belajar Peserta Didik

Media Pembelajaran

5 Rekomendasi aplikasi yang memudahkan belajar matematika

Metode Pembelajaran

Ragam Manfaat Metode See Think Wonder Untuk Melatih Rutinitas Berpikir Anak

Media Pembelajaran

Media Pembelajaran Interaktif Kunci Murid Senang Belajar

Metode Pembelajaran

Tingkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Tiga Strategi Pembelajaran Ini
Tenaga Honorer

Guru Honorer

Peran Guru Menanamkan Sifat Nasionalisme Pada si Kecil

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Make A Match: Kelebihan dan Kekurangannya
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.