Home / Metode Pembelajaran

Jumat, 18 Maret 2022 - 20:46 WIB

Metode Pembelajaran yang Cocok di Masa Pandemi!

Di masa pandemi Covid-19, Indonesia benar-benar dilanda kerugian yang besar, terutama di bidang pendidikan. Banyak sekali kampus yang tidak berjalan sesuai dengan semestinya. Hal ini dikarenakan tidak ada pertemuan tatap muka yang dilaksanakan. Sehingga perlu penyesuaian pembelajaran yang harus diterapkan oleh kampus, baik negeri maupun swasta. Selain itu model pembelajaran yang tepat juga perlu dilakukan guna menjalankan proses belajar mengajar secara efektif. Model pembelajaran yang tepat bisa menutupi kekurangan karena tidak adanya pertemuan tatap muka. Dosen perlu memilih model pembelajaran apa yang dapat diterapkan di kondisi serba digital/online seperti ini. Beberapa dosen juga bisa menyusun kurikulum dan model pembelajaran yang sesuai dengan pemerintah untuk memaksimalkan proses berlajar mengajar. Berikut ini model-model pembelajaran yang sesuai dan cocok diterapkan di masa pandemi Covid-19.

1. Project Based Learning

Metode pembelajaran ini berfokus pada kreatifitas dan kemandirian mahasiswa. Mahasiswa diminta untuk dapat berkolaborasi dan membentuk kelompok untuk melakukan kegiatan yang bersifat unik dan sementara. Mulai dari mengidentifikasi masalah, kemudian menganalisisnya, setelah itu studi lapangan dan melakukan investigasi, selanjutnya mengidentifikasi sumber dan melakukan riset, menguji solusi, dan terakhir mempresentasikan solusi tersebut. Metode pembelajaran ini membentuk mahasiswa untuk dapat mendalami suatu topik permasalahan dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Sehingga sikap kritis, kreatif, dan inovatif mahasiswa di sini akan berkembang secara signifikan. Selain itu mahasiswa juga dilatih untuk bekerjasama untuk menyusun sesuatu yang unik baik itu yang bersifat event maupun yang bersifat inventori/penemuan. Dalam model pembelajaran ini, mahasiswa-mahasiswa juga dituntut menumbuhkan sifat keingintahuan dan eksplorasi dirinya.

Baca juga:   Materi Pendidikan Anti Korupsi

2. Metode Pembelajaran Studysaster

Metode pembelajaran ini sesuai dengan namanya, berasal dari kata “study” yang artinya belajar dan “disaster” yang berarti bencana. Jadi model pembelajaran ini adalah pembelajaran yang dilakukan saat terjadi bencana. Metode pembelajaran ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi dunia pendidikan dalam menanggulangi bencana pandemi Covid-19. Mahasiswa dapat membuat sosialisasi dan kampanye berkaitan dengan wabah Covid-19. Sehingga mahasiswa diharapkan mampu untuk menumbuhkan kesadaran akan wabah Covid-19 dalam dirinya sendiri maupun orang lain. Edukasi tentang Covid-19 dapat dilakukan melalui media video kreatif, poster, modul prokes, maupun presentasi dan webinar. Ada enam tahapan dalam model pembelajaran studysaster, yaitu identifikasi, mencari, merencanakan, mencipta, membagi, dan mempraktekan. Metode ini juga diintegrasikan di berbagai mata kuliah dalam program studi. Selain itu, dalam kuliah kerja nyata (KKN) dan praktek kerja lapangan (PKL) mahasiswa juga dituntut untuk membuat program berbasis edukasi Covid-19 yang notabene merupakan metode pembelajaran Studysaster.

3. Integrated Curriculum

Kurikulum integrasi merupakan kurikulum perpaduan, penggabungan, penyatuan dari objek satu dengan objek lain. Pembelajaran dalam kurikulum integrasi berfokus pada satu topik yang diangkat. Kemudian dosen-dosen dari berbagai bidang studi berkolaborasi sehingga muncul kurikulum unit mata kuliah yang menyajikan tema persoalan sesuai dengan realita di masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu memecahkan persoalan tersebut dengan berbagai kegiatan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Walaupun dilakukan melalui pembelajaran online/daring, mahasiswa tetap bisa melakukan tugas-tugas yang diberikan secara maksimal di masyarakat. Selain itu mahasiswa juga dapat mempelajari keilmuan dari program studi lain untuk memecahkan masalah yang kompleks di masyarakat. Model pembelajaran ini dituntut agar mahasiswa siap untuk terjun sebagai problem solver yang handal. Mahasiswa juga dapat mengetahui apa saja yang diperlukan untuk menyelasaikan masalah yang sesuai dengan bidang keilmuannya sekaligus bidang keilmuan lainnya yang masih saling berkaitan.

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Menjadi guru berkompeten melalui kompetensi sosial emosional
Orang Tua

Metode Pembelajaran

Cara Jitu Orang Tua Mendidik Anaknya yang Memasuki Usia Praremaja

Kenaikan Pangkat

Ice breaking solusi jenuh dalam belajar

Karya Inovatif

Model Pembelajaran VAK (Visualization,Auditory dan Kinestetic) dalam Mengembangkan Ketrampilan Membaca, Menulis, dan Berhitung Siswa Sekolah Dasar

Metode Pembelajaran

Indikator Guru Memiliki Kompetensi Pedagogik

Metode Pembelajaran

Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Peserta Didik
Model Pembelajaran Inkuiri

Metode Pembelajaran

Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Kontekstual
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.