Home / Kesiswaan

Selasa, 23 Agustus 2022 - 13:18 WIB

Tips Meningkatkan Fokus Pada Anak yang Sulit Konsentrasi

Kesulitan konsentrasi merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh siswa. Guru harus berperan penting dalam membantu mengatasi masalah ini karena konsentrasi berkaitan penuh dengan hasil belajar siswa. Sebelum lebih lanjut membahas mengenai cara meningkatkan fokus pada anak, sebaiknya pahami dahulu bagaimana proses terbentuknya konsentrasi.

Konsep Dasar Konsentrasi

Pengertian dari konsentrasi sendiri adalah sebuah kemampuan memusatkan pikiran terhadap suatu kegiatan atau objek dalam jangka waktu tertentu. Pada proses belajar mengajar, konsentrasi dapat membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Sayangnya, banyak sekali kasus dimana siswa tidak mampu memusatkan pikiran mereka saat belejar sehingga berdampak pada menurunnya prestasi. Lalu apa saja penyebab sulitnya konsentrasi tersebut?

Penyebabnya Menurunnya Konsentrasi Belajar

  1. Kelelahan

Terlalu lelah dapat menyebakan menurunnya konsentrasi pada siswa. Banyaknya tugas yang harus dikerjakan biasanya membuat siswa lelah badan dan pikiran. Akibatnya mereka sering kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar. Sebaiknya guru tidak terlalu membebani siswa dengan banyak tugas agar mereka bisa menyegarkan dan mengistirahatkan pikiran setelah menghabiskan waktu selama berjam-jam belajar di sekolah.

  1. Penggunaan Gadget

Di zaman yang serba digital saat ini, penggunaan gadget sudah menjadi hal yang lumrah. Bahkan akan sangat sulit sekali memisahkan gadget dengan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, banyak kondisi dimana siswa terlalu banyak menghabiskan waktu menggunakan gadget sehingga konsentrasi mereka pun menurun. Penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kemampuan berkonsentrasi. Oleh karena itu, guru perlu bekerja sama dengan orangtua di rumah dalam mengontrol penggunaan gadget pada siswa.

  1. Pola Tidur yang Buruk

Salah satu dampak negatif pada penggunaan gadget adalah kurangnya tidur di malam hari karena gadget membuat penggunannya kecanduan. Siswa yang kurang tidur di malam hari akan kesulitan berkonsentrasi di pagi hari. Baik itu disebabkan oleh penggunaan gadget atau hal lainnya, penting sekali bagi siswa untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap hari.

  1. Paksaan dari Lingkungan Sekitar

Rasa tertekan karena adanya paksaan baik itu dari orangtua maupun guru dalam belajar bisa membuat siswa sulit berkonsentrasi. Tidak jarang orangtua menuntut anak untuk berprestasi dengan menekan mereka untuk terus belajar. Hal ini justru membuat mereka sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi.

  1. Suasana Belajar yang Tidak Nyaman

Sebuah tempat belajar harus memberikan kenyamanan pada siswa agar mereka mudah berkonsentrasi. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan nyaman akan meningkatkan minat mereka terhadap proses pembelajaran sehingga konsentrasi pun akan meningkat dengan sendirinya. Selain itu, memberikan media pembelajaran yang menarik juga turut andil dalam membuat suasana belajar menjadi nyaman.

  1. Minat Terhadap Suatu Mata Pelajaran Kurang
Baca juga:   Cara Mengatasi Peserta Didik dengan Insekuritas Akut

Saat siswa tidak memiliki minat terhadap suatu mata pelajaran, maka mereka cenderung tidak bisa konsentrasi saat mengerjakannya. Konsentrasi mereka berkurang karena dari awal mereka sudah tidak memiliki minat untuk mempelajarinya. Dalam hal ini, minat siswa harus terlebih dahulu ditumbuhkan agar fokus mereka meningkat.

Buat mereka menyukai mata pelajaran tersebut dengan membuat suasana belajar yang menyenangkan, memberikan media belajar yang menarik serta memotivasi bahwa mereka mampu.  Biasanya, siswa tidak menyukai mata pelajaran tertentu karena mereka merasa tidak mampu mengerjakannya atau karena materinya dianggap membosankan.

Cara Meningkatkan Fokus Pada Anak

Beberapa cara beriku ini dapat dilakukan untuk membantu siswa berkonsentrasi dalam pelajar. Peran guru sebagai pengajar dan pemberi motivasi sangat penting agar siswa mampu fokus pada kegiatan belajar.

  1. Belajar Menggunakan Video

Penggunaan media belajar interaktif seperti video Sangat berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi pada anak. Video memberikan visual dan animasi yang menarik sehingga anak betah menontonnya dalam waktu yang lama. Berbeda dengan buku dengan banyak tulisan yang monoton biasanya membuat siswa merasa cepat bosan.

Penjelasan materi dapat dimasukkan ke dalam video pembelajaran disertai dengan gambar dan animasi agar siswa lebih mudah memahami materi. Selanjutnya siswa bisa diberi tugas berkaitan dengan video yang sudah ditonton. Dengan begitu siswa dapat menguasai materi tanpa kesulitan berkonsentrasi.

  1. Memberikan Batasan Waktu

Memberikan batasan waktu dalam mengerjakan tugas dapat membantu siswa berkonsentrasi. Adanya batasan waktu akan membuat mereka berusaha sekuat tenaga untuk berkonsentrasi pada tugas karena mau tidak mau tugas harus sudah selesai pada waktu tertentu. Jika mereka terbiasa dengan hal ini, maka dengan sendirinya mereka akan berusaha berkonsentrasi dalam belajar.

  1. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Memotivasi anak agar mereka yakin dengan kemampuan mereka dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Saat anak merasa mereka mampu menyelesaikan tugas maka secara otomatis mereka akan berusaha berkonsentrasi dengan apa yang dikerjakan. Sebagai guru, penting sekali untuk selalu membantu anak percaya pada diri mereka bahkan di saat mereka merasa gagal. Dengan kepercayaan diri itu, rasa semangat akan tumbuh seiring dengan meningkatnya konsentrasi.

  1. Memberikan Tugas Secara Bertahap
Baca juga:   Yuk Pahami Dampak Positif dan Dampak Negatif Media Sosial

Biarkan siswa mengistirahatkan pikiran dengan memberikan jeda sejenak diantara tugas yang diberikan. Memberikan tugas yang terlau banyak dalam jarak waktu yanh terlalu dekat akan membuat pikiran mereka menjadi lelah sehingga konsentrasi pun berkurang.

Membuat anak berkonsentrasi dalam waktu yang lama juga akan membuat mereka cepat merasa bosan sehingga mengerjakan tugas pun tidak maksimal. Oleh karena itu, sebaiknya tugas yang besar dibagi menjadi beberapa bagian dan biarkan mereka menyelesaikan setiap bagian terlebih dahulu.

  1. Mendekati Murid Secara Individu

Pendekatan individu dapat membuat guru tahu apa yang membuat anak bisa fokus saat belajar. Dalam pendekatan itu, sebaiknya guru tidak perlu bertanya kenapa mereka tidak fokus tapi cukup tanyakan saja apa yang biasanya membuat mereka fokus belajar.

Pertanyaan seperti ini terdengar lebih positif dan mereka juga akan lebih senang memberikan jawabannya. Buatlah aktivitas yang menarik sesuai dengan apa yang membuat mereka fokus dan bisa mengerjakan tugas sampai selesai.

Cara meningkatkan fokus pada anak harus disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Setiap siswa memiliki masalah yang berbeda terkait dengan berkurangnya konsentrasi belajar. Stimulasi yang digunakan oleh guru untuk murid satu dengan murid lainnya bisa berbeda karena perbedaan penyebab tersebut. Untuk itu, penting sekali bagi pengajar untuk berkomunikasi dengan orangtua agar masalah konsentrasi tersebut bisa diatasi. Orangtua melakukan perannya di rumah dan guru melakukan perannya di sekolah.

Gangguan konsentrasi bisa hilang dan muncul kembali apabila pemicunya terjadi. Oleh karena itu, upaya meningkatkan konsentrasi pada siswa perlu dilakukan secara konsisten. Salah satu hal yang bisa dilakukan secara berkelanjutan adalah dengan tidak memberikan terlalu banyak tugas pada siswa terlebih jika mereka sudah menghabiskan banyak waktu di sekolah. Biarkan mereka mengistirahatkan dan menyegarkan pikiran di rumah agar esok hari saat di sekolah mereka bisa kembali konsentrasi. Dengan memaksimalkan waktu belajar di sekolah, seharusnya siswa tidak perlu lagi dibebani dengan tugas yang banyak. Biarlah tugas dijadikan sebagai media agar mereka tidak lupa mengulang materi yang sudah dipelajari di sekolah.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Siswa Perlu Bersiap, Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka Bulan April

Kesiswaan

5 Faktor Internal yang Menjadi Hambatan Peserta Didik dalam Belajar

Kesiswaan

9 Rekomendasi Tempat Wisata Edukasi untuk Anak yang Seru

Kenaikan Pangkat

Mengajarkan Kedisiplinan Melalui 3 Kebiasaan Sehat Pelajar Jepang

Kesiswaan

4 Aplikasi Bacaan di Android untuk Meningkatkan Literasi pada Anak
Orang Tua

Kesiswaan

Keterlibatan Orang Tua Siswa SD Untuk Berkualitas

Kesiswaan

Akibat PTM Tak Konsisten, Pendidikan Indonesia Mengalami Penurunan Kualitas
Insekuritas Siswa

Kesiswaan

Kenali P5 dahulu sebelum menerapkan kepada siswa
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.