Home / Metode Pembelajaran

Rabu, 20 Juli 2022 - 02:46 WIB

Cara Guru Era Kurikulum Merdeka Meningkatkan Interaksi Sosial Antar Peserta Didik

Interaksi sosial merupakan salah satu soft skill yang perlu dikembangkan untuk menjadi pendukung dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut juga diperlukan dalam dunia pendidikan.

Sebab interaksi sosial merupakan sarana penghubung agar argumen dapat tersampaikan dengan baik.

Selain itu, interaksi sosial juga dapat meningkatkan keterampilan pesrta didik untuk bersosialisasi sejak dini.

Mengenal Lebih Dalam tentang Interaksi

Sederhananya, interaksi sosial sederhananya merupakan hubungan timbal balik antar individu dan individu lainnya maupun dalam kelompok, atau bisa juga terjadi antar kelompok dan kelompok.

Wujud interaksi sosial yang nyata yakni saat anda bersinggungan dengan masyarakat. Di sektor pendidikan, peserta didik akan dilatih cara berinteraksi sosial yang baik.

Interaksi tersebut terjadi karena adanya dua hal yakni aksi dan reaksi. Syaratnya pun terdapat komunikasi serta adanya kontak sosial antar para pelaku yang berinteraksi dan terlibat di sekitar tersebut. Prosesnya pun bisa terjadi di ruang tempat dan waktu tanpa adanya batasan.

Pada penerapannya, terdapat 2 jenis interaksi sosial yakni interaksi asosiatif dan disosiatif.

1.   Interaksi Asosiatif

Interaksi sosial asosiatif adalah proses interaksi yang dapat mewujudkan adanya kerjasama dan kegiatan positif lain. Adapun beberapa jenisnya yakni sebagai berikut :

Pertama, interaksi berupa kerjasama. Kerjasama merupakan suatu kegiatan dimana beberapa individu maupun kelompok melakukan pekerjaan secara bersama – sama. Kemudian mereka juga saling tolong menolong dalam menuntaskan pekerjaan.

Kedua, interaksi dengan jenis akomodasi. Akomodasi merupakan suatu proses pada penyesuaian antar individu maupun kelompok dimana awalnya terjadi pertentangan kemudian mengalami ketegangan.

Ketiga, interaksi berupa akulturasi. Akulturasi merupakan suatu kegiatan untuk mewujudkan adanya penerimaan suatu unsur menjadi suatu budaya baru tanpa harus melenyapkan unsur yang sudah ada.

Keempat, interaksi berupa asimilasi. Asimilasi merupakan suatu kegiatan dimana para pendidik mewujudkan adanya usaha dalam meredakan perbedaan pada individu maupun kelompok untuk bisa mencapai kesepakatan berdasar kepentingan maupun tujuan bersama.

2. Interaksi Disosiatif

Adapun interaksi disosiatif berkaitan dengan ragam konflik, perpecahan serta hal negatif lainnya. Terdapat beberapa jenis dalam penerapannya. Diantaranya yakni :

Pertama, interaksi berupa kompetisi. Kompetisi merupakan suatu persaingan baik individu dengan individu maupun kelompok vs kelompok agar tujuan dapat tercapai.

Kedua, interaksi berupa kontravensi. Kontravensi merupakan suatu sikap penentangan secara tersembunyi agar tidak sampai terjadi perselisihan maupun konflik terbuka.

Baca juga:   Wajib dicoba! Berikut Cara Membuat Pembelajaran Tidak Membosankan

Ketiga, interaksi berupa konflik sosial. Konflik tersebut biasanya merupakan suatu pertikaian yang bisa saja terjadi sebab adanya perbedaan paham maupun kepentingan antar individu dan kelompok.

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Pakar Pendidikan

Adapun makna sederhana dari interaksi sosial dapat dipahami sebagai berikut :

Pengertian pertama dari Soerjono, beliau menegaskan bahwa interaksi sosial terbagi dalam beberapa jenis. Definisinya sendiri yakni suatu hubungan sosial dinamis yang melibatkan adanya hubungan antar individu, kelompok maupun kelompok dengan komunitas lainnya.

Kemudian menurut Gillin, interaksi sosial dimaknai sebagai suatu hubungan sosial dinamis yang mana menyangkut hubungan antar individu dan kelompok dengan kumpulan manusia lain di dalamnya.

Kemudian menurut Susanti, interaksi sosial dimaknai sebagai hubungan antar manusia yang dapat menciptakan adanya ketetapan hubungan.

Sehingga sebagai hasil akhirnya, interaksi sosial bergantung pada nilai maupun arti serta adanya interpretasi yang sudah diberikan para pihak dan terlibat dalam interaksi tersebut.

Selanjutnya, penuturan dari Selo menegaskan bahwa interaksi sosial adalah suatu hubungan yang bersifat timbal balik antar manusia bersama dengan lingkungan sekitar dari berbagai sisi kehidupan bersama.

Kemudian interaksi sosial selanjutnya yakni interaksi sosial adalah suatu kegiatan maupun aktivitas yang bisa dilakukan oleh individu agar mendapat ganjaran maupun hukuman dengan menggunakan tindakan dari individu lainnya.

Selanjutnya penuturan dari Suryawati dan Maryati, keduanya menegaskan bahwa interaksi sosial merupakan suatu hubungan maupun kontak antar manusia yang bersifat timbal balik dan saling memberikan respon.

Mengenal Ciri – Ciri Interaksi Sosial dalam Dunia Pendidikan

Pada penerapannya, interaksi sosial memiliki ciri ciri. Adapun ciri – ciri umumnya yakni :

Pertama, terdapat jumlah pelaku minimal dua orang atau lebih.

Kedua, terdapat adanya komunikasi antar pelaku sehingga sangat mungkin terjadi adanya pemberian tanggapan.

Ketiga, interaksi sosial mengharuskan adanya dimensi waktu pada saat keberlangsungannya.

Keempat, kemudian terdapat adanya maksud maupun tujuan yang akan dilakukan demi terwujudnya interaksi sosial.

Kelima, terdapat adanya reaksi serta respon pada kegiatan yang mengharuskan adanya interaksi sosial.

Mengapa Peserta Didik harus Meningkatkan Interaksi Sosial?

Peserta didik perlu meningkatkan adanya interaksi sosial sebab hal tersebut berguna ketika peserta didik sudah terjun ke masyarakat.

Terjun ke masyarakat bukan berarti mereka hanya sekedar bekerja saja, namun dapat mengatur segala tindak tanduk serta cara berinteraksi dengan sesama teman maupun para senior yang lebih berpengalaman dalam berinteraksi.

Baca juga:   Cara Mengajar Interaktif untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa

Bayangkan saja, bagaimana jadinya seorang peserta didik dapat berkontribusi pada bangsa bila nyatanya mereka kurang memahami cara berinteraksi? Tentu akan terjadi kekacauan yang lebih kompleks dan menambah permasalahan pendidikan.

3 Cara Cepat Agar Interaksi Sosial antar Peserta Didik Mengalami Peningkatan Pesat

Untuk meningkatkan interaksi sosial antar peserta didik, para pengamat pendidikan sudah banyak memberikan referensi dna bisa diakses dimanapun. Adapun beberapa rangkuman dari pernyataan salah satu praktisi pendidikan, yakni sebagai berikut :

1.    Mengajak Peserta Didik Bermain

Cara pertama yang dapat anda lakukan yakni dengan lebih sering mengajak peserta didik untuk bermain. Bermain bukan berarti anda menjadikan waktu belajar terbuang.

Namun anda bisa mengusahakan agar permainan yang anda lakukan masih menggunakan tema yang edukatif.

Misalnya, mengisi waktu belajar dengan melakukan permainan tebak – tebakan. Kemudian bisa juga dengan mengajak peserta didik untuk bermain di luar kelas.

2.    Memberikan Soal pada Peserta Didik

Cara kedua yang bisa dilakukan yakni lebih sering memberikan latihan soal pada peserta didik. Di awal, mungkin anda merasa bahwa pemberian soal hanya akan membuat peserta didik jenuh bukan?

Alih – alih kemampuannya meningkat, malah si peserta didik merasa terbebani dengan soal – soal.

Untuk menyiasatinya, anda bisa memberikan soal berupa studi kasus, kemudian berupa wawancara antar narasumber, dan soal yang tidak terlalu sulit penyelesaiannya. Tujuannya agar peserta didik dapat meningkatkan kerjasama dengan sesama teman – teman di kelas.

Dengan banyaknya soal yang didapatkan, mereka akan dengan mudah melakukan interaksi dengan anda.

Anda bisa membantu pengerjaannya sekaligus mengarahkan peserta didik untuk dapat mengerjakan soal.

3.    Menyelenggarakan Kerja Kelompok

Selain kedua cara diatas, cobalah untuk lebih sering mengadakan kegiatan berupa kerja kelompok. Kerja kelompok akan lebih banyak meningkatkan kemampuan interaksi sosial para peserta didik.

Nah demikian ulasan mengenai interaksi sosial peserta didik dan beberapa sub pengertian lainnya. Semoga ulasannya bermanfaat.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(rhm/shd)

Share :

Baca Juga

Insekuritas Siswa

Metode Pembelajaran

Tips Mengatasi Insekuritas Siswa di Sekolah

Kesiswaan

Ingin meningkatkan softskill guru? simak ulasan berikut ini

Metode Pembelajaran

Mengenal dan Cara Menerapkan Metode Belajar Time-Out

Metode Pembelajaran

Cara Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri

Metode Pembelajaran

Metode Discovery Learning dan Strategi Implementasinya di Kelas

Karya Inovatif

Model Pembelajaran VAK (Visualization,Auditory dan Kinestetic) dalam Mengembangkan Ketrampilan Membaca, Menulis, dan Berhitung Siswa Sekolah Dasar
Penilaian Akhir

Metode Pembelajaran

Tips Menghadapi Penilaian Akhir Semester Bagi Guru dan Peserta Didik

Kesiswaan

Kenali Komponen-Komponen Membangun Karakter Siswa, Guru Harus Tahu!