Home / Metode Pembelajaran

Sabtu, 12 Maret 2022 - 06:11 WIB

Model-Model Pembelajaran yang Efektif Meningkatkan Literasi Siswa

Model-model pembelajaran meningkatkan literasi siswaUpaya meningkatkan literasi siswa bisa dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran yang efektif sesuai dengan tujuan penyampaian materi. Lalu, apa saja model-model pembelajaran yang efektif meningkatkan literasi siswa? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Model Pembelajaran Berbasis Masalah

Problem based learning merupakan model pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi serta kemampuan berpikir siswa. Pada metode pembelajaran ini siswa akan disuguhkan suatu permasalahan yang harus dipahami.

Permasalahan ini berupa bahan bacaan yang relevan dengan materi siswa, sehingga peserta didik mampu menganalisisnya dengan baik. Kemudian, guru bisa menerapkan beberapa pertanyaan terkait dengan bacaan yang sedang diberikan.

Model pembelajaran berbasis masalah ini akan membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan literasi dan ketelitiannya. Sebab hasil analisis dari teks dan kemampuan mencari jawaban atas soal yang diberikan akan menjadi penilaian tersendiri.

Manfaat lain dari model pembelajaran ini adalah untuk membantu siswa berkemang dnegan baik untuk partisipasi di kelas. Pembelajaran berbasis masalah juga akan membantu siswa untuk menyampaikan kesimpulan atau pendapatnya dari suatu teks yang sudah dibaca.

Model  Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran berikutnya adalah kooperatif yang dikembagkan menjadi beberapa tipe dengan tujuan untuk mengajak siswa bekerjasama. Pembelajaran kooperatif melatih siswa memainkan peran dalam kelompok serta meningkatkan kemampuan literasinya.

Baca juga:   Model Pembelajaran Problem Solving

Pertama, guru bisa menerapkan pembelajaran kooperatif dengan konsep jigsaw dimana nantinya siswa dibentuk menjadi beberapa tim. Selanjutnya, setiap tim diberi topik atau bahan bacaan yang harus didiskusikan bersama.

Lalu, setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergantian. Sementara kelompok lain yang tidak sedang maju ke depan harus memberikan pendapatnya. Selain itu, guru juga bisa mengajak diskusi antar kelompok dengan metode tanya jawab.

Model Pembelajaran Langsung

Model-model pembelajaran yang efektif meningkatkan literasi siswa yang satu ini biasa disebut dengan ekspositori. Guru berperan untuk memberikan secara langsung dengan teknik demonstrasi, tanya jawab, dan ceramah.

Meskipun terbilang model lama, tapi pembelajaran langsung ini memudahkan guru untuk menyampaikan materinya dengan jelas. Selain itu, peserta didik juga akan lebih memahami apa yang disampaikan oleh guru.

Akan tetapi, kelemahan dari model pembelajaran langsung adalah siswa bisa saja merasa mengantuk saat mendengarkan guru menjelaskan materi. Oleh sebab itu, model pembelajaran ini harus dikombinasikan dengan materi lain.

Siswa harus diminta membaca materi terlebih dahulu, membuat catatan, mengamati, dan menyajikan kesimpulan. Cara ini efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa karena peserta didik akan diminta untuk menulis dan membaca.

Baca juga:   Orang Tua Harus Mengajarkan Anaknya Bisa Mencintai Diri Sendiri

Model Pembelajaran Kontekstual

Satu lagi model pembelajaran yang bisa digunakan adalah konstruktivisme atau berdasarkan pada pemahamannya terlebih dahulu. Model pembelajaran ini dilakukan dengan sistem kerja kelompok dengan diskusi secara langsung atau memberikan pertanyaan.

Setiap kelompok membaca atau menyajikan hasil karya yang harus didiskusikan bersama anggota lain. Selanjutnya, siswa bisa melakukan tanya jawab langsung antara kelompok atau membuat jurnal terhadap hasil diskusi. Guru juga meminta setiap kelompok untuk menyampaikan kesan pesannya.

Model pembelajaran ini bermanfaat bagi siswa untuk menguasai pembelajaran secara kontekstual sebagai dasar. Selanjutnya, siswa bisa mengembangkan pemahamannya seiring dengan peningkatan literasi setelah pembelajaran berakhir.

Model-model pembelajaran yang efektif meningkatkan literasi siswa bisa diterapkan secara efektif sesuai dengan kondisi kelas. Kemampuan literasi memang harus menjadi perhatian penting dari guru/ Hal ini karena kemampuan menulis dan membaca siswa akan mempengaruhi pemahamannya pada materi.

Silahkan Bergabung dan Belajar Bersama Diklat 64 JPPenyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP), Modul Ajar dan Modul Project“.Klik LINK INI untuk mendaftar jadi peserta.

Share :

Baca Juga

Metode Pembelajaran

Strategi Belajar Berdasarkan Gaya Belajar Siswa

Metode Pembelajaran

Metode Discovery Learning dan Strategi Implementasinya di Kelas

Metode Pembelajaran

Strategi Belajar Mengajar yang Mudah & Efektif di Masa Pandemi

Metode Pembelajaran

Penerapan Konsep SOLE dalam Pembelajaran Mandiri
Pendaftaran Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Segera Ditutup

Metode Pembelajaran

Tips Membangun Komunikasi Harmonis dengan Peserta Didik

Metode Pembelajaran

Cara Guru Era Kurikulum Merdeka Meningkatkan Interaksi Sosial Antar Peserta Didik

Metode Pembelajaran

5 Keterampilan Dasar Mengajar yang Wajib Dikuasai Guru
Orang Tua

Metode Pembelajaran

Cara Ampuh Mengajari Anak Membaca di Rumah