Home / Admin Sekolah / Kesiswaan

Sabtu, 24 September 2022 - 10:33 WIB

Langkah menyusun asesmen P5 dengan mudah

Asesmen P5 – Menyusun asesmen proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka perlu memerhatikan beberapa aspek. Beberapa aspek yang dimaksud adalah dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila. Selain itu indikator tersebut dapat menjadi acuan penyusunan asesmen proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Mengutip penjelasan di laman ditpsd.kemdikbud.go.id, Asesmen diagnostik adalah penilaian yang dapat mengetahui kelemahan-kelemahan peserta didik dalam menguasai materi atau kompetensi tertentu.

Di samping itu, asesmen diagnostik memiliki fungsi untuk mendeteksi penyebab dari kekurangan atau kelemahan tersebut. sehingga hasil asesmen ini akan menjadi dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan (intervensi) yang tepat dan sesuai dengan kelemahan peserta didik.

 Poin penting dalam menyusun asesmen proyek penguatan

Asesmen merupakan salah satu bagian penting dari pembelajaran berbasis proyek. Oleh sebab itu, dalam merencanakan proyek atau menyusun modul proyek. Terdapat hal hal yang perlu diperhatikan dalam merancang asesmen proyek. Dalam buku Panduan Pengembangan Proyek Penguatan Profil Pancasila, terdapat 5 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Keberagaman peserta didik

Dalam melaksanakan asesmen, tidak semua jenis asesmen cocok dengan individu peserta didik. Sehingga dalam merencanakan asesmen dengan beragam jenis akan dapat membantu pendidik dan peserta didik merasakan pembelajaran yang berbeda.

2. Tujuan proyek

Tujuan proyek bertugas untuk membuat asesmen tidak hanya fokus pada produk pembelajaran, namun juga ber fokus pada dimensi, elemen dan sub-elemen pelajar Pancasila

3. Indikator perkembangan

Baca juga:   6 Situs Penunjang Pembelajaran Bahasa Inggris

Pembuatan indikator perkembangan dalam sub-elemen di awal projek sehingga dengan ini akan memperjelas tujuan proyek

4. Keterkaitan antar asesmen

Poin selanjutnya yaitu keterkaitan antar asesmen sangat diperlukan. Karena hasil dari asesmen diagnostik dapat memetakan kekuatan dan kelemahan peserta didik, yang menjadi acuan tim fasilitas dalam menentukan indikator performa peserta didik saat merancang asesmen formatif dan sumatif. Sedangkan untuk asesmen formatif ini memperhatikan tugas sumatif yang dapat menurunkan beban kerja peserta didik

5. Tujuan asesmen

Tujuan asesmen harus jelas dan melibatkan peserta didik dalam proses asesmen tersebut, sehingga asesmen tersebut dapat berhasil terlaksana

Peranan asesmen diagnostik, formatif dan sumatif

Sebelum menyusun asesmen p5, Anda harus mengetahui peran 3 macam asesmen yaitu sebagai berikut ini:

  • Asesmen Diagnostik

Penerapan asesmen ini dimulai pada awal proyek  dengan menentukan dimensi, elemen dan sub-elemen. Di samping itu pihak yang berhak untuk memberikan asesmen adalah seorang pendidik. Contoh penerapan aesmen ini menggunakan observasi dan kuisoner.

  • Asesmen Formatif

Asesmen selanjutnya adalah asesmen formatif dengan penerapan secara berkala dan berkelanjutan. Sedangkan beberapa pihak yang dapat memberikan asesmen ini antara lain: pendidik, peserta didik secara pribadi, antar peserta didik dan juga mitra seperti orang tua atau wali. Selain itu, asesmen ini memiliki beberapa contoh penerapan dengan menggunakan umpan balik (feedback)

  • Asesmen Sumatif

Selanjutnya adalah Asesmen Sumatif yang dapat diterapkan pada akhir proyek dengan pihak yang berhak memberikan asesmen hanyalah seorang pendidik. Sedangkan penerapan ini dapat menggunakan beberapa cara seperti: presentasi, diorama, produk yang memiliki teknologi tinggi atau seni

Baca juga:   Cara Monitoring Program Penguatan Karakter di SMP

Langkah-langkah menyusun asesmen P5

1. Menentukan tujuan pembelajaran

Langkah pertama yaitu menentukan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan alur perkembangan dimensi

2. Merancang indikator kemampuan

Langkah selanjutnya adalah merancang indikator kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognisi, sikap dan keterampilan. Selain itu juga untuk memastikan asesmen berjalan sesuai dengan tujuan

3. Menyusun strategi asesmen

Menyusun strategi asesmen dapat dilihat dari dua aspek, yaitu bentuk asesmen dan instrumen asesmen. Bentuk asesmen merupakan sebuah cara yang mampu menilai peserta didik dalam menunjukkan kemampuan dan perilaku. Selanjutnya menyusun instrumen asesmen yaitu bagaimana cara agar pendidik dapat mengukur kemampuan peserta didik.

4. Mengolah hasil asesmen

Langkah selanjutnya adalah mengolah hasil asesmen dengan bukti pencapaian peserta didik untuk membuat kesimpulan mengenai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran.

5.Menyusun pelaporan

Langkah terakhir adalah menentukan pencapaian peserta didik dengan menyusun laporan hasil. Di samping itu, laporan ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan pendidik untuk mengevaluasi pembelajaran di dalam kelas.

 

Ikutilah pelatihan “Penyusunan Modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5” dan dapatkan fasilitas berupa full support dari tim instruktur dan mendapatkan e-sertifikat 32 JP.

<<DAFTARKAN DIRI ANDA DISINI>>

 

(muf/muf)

 

 

Share :

Baca Juga

Kesiswaan

Breaking News! Simpan Permanen Akun LTMPT Diperpanjang

Admin Sekolah

Memahami Cara Penggunaan Platform Rapor Pendidikan Indonesia

Karya Inovatif

Puzzlemaker Cara Mudah Membuat Teka-teki Silang untuk Pembelajaran

Kesiswaan

Begini Strategi Menumbuhkan Karakter Cinta Tuhan pada Siswa
motivasi belajar

Kenaikan Pangkat

Lakukan ini untuk Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Kesiswaan

Cara Meningkatkan Kecerdasan Peserta Didik

Kesiswaan

Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Siswa Disabilitas (ADiK)

Kesiswaan

Pentingnya Mengenali Kepribadian Peserta Didik Bagi Guru