Home / Kurikulum

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:33 WIB

Pembelajaran Berdiferensiasi : Pengertian, Karakteristik dan Strategi Pembelajaran

Untuk mengakomidasi kelemahan dalam program pendidikan bagi anak berbakat yang dilakukan dengan menggunakan program percepatan penuh atau pengayaan, para praktisi pendidikan mengembangkan pendekatan pembelajaran yang bernama pembelajaran berdiferensiasi atau  differentiated instruction.

Pembelajaran tersebut dilakukan dengan cara Guru memberikan fasilitas kepada siswa sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena setiap siswa mempunyai karakteristik yang berbeda, sehingga tidak bisa diberikan perlakukan yang sama. Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, Guru harus memikirkan berbagai tindakan yang masuk akal. Karena pembelajaran ini tidak berarti pembelajaran dengan memberikan tindakan atau perlakukan yang berbeda untuk setiap siswa, maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang kurang pintar dengan yang pintar.

Pengertian Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi yaitu serangkaian keputusan yang dibuat oleh guru yang masuk akal dan berorientasi kepada kebutuhan siswa. Keputusan tersebut berhubungan dengan hal-hal berikut ini:

  1. Kurikulum yang mempunyai tujuan pembelajaran yang bisa didefinisikan dengan jelas.
  2. Bagaimana cara guru memberikan respon atau tanggapan terhadap kebutuhan belajar siswa.
  3. Bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang bisa mengundang siswa untuk belajar dan bekerja keras dalam mencapai tujuan belajar yang lebih tinggi.
  4. Manajemen kelas dengan efektif.
  5. Penilaian berkelanjutan.

Menurut Tomlinson dan Eidson (2003) pengertian pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang SD (Sekolah Dasar) yaitu pembelajaran secara proaktif dengan melibatkan siswa selama proses pembelajarannya, serta memandang kelas-kelas sekolah dasar sebagai kelas yang memadukan berbagai minat, kesiapan, dan bakat belajar siswa.

Karakteristik Pembelajaran Berdiferensiasi

Tomlinson (2000) menyebutkan bahwa ada empat karakteristik utama pembelajaran berdiferensiasi yang efektif, antara lain:

  1. Pembelajaran dengan konsep dan prinsip memberikan dorongan.
  2. Penilaian berkelanjutan.
  3. Menggunakan pengelompokan secara konsisten dan fleksibel.
  4. Siswa aktif bereksplorasi dengan bimbingan dan arahan dari guru.

Untuk memahami berbagai hal terkait karakteristik pembelajaran berdiferensiasi, mari simak penjelasannya berikut ini.

Pembelajaran Berfokus Pada Konsep dan Prinsip Pokok

Dalam hal ini, siswa bisa mengeksplorasi konsep yang ada pada pokok bahan ajar. Cara ini membuat siswa dapat memahami dan menggunakan ide dari konsep yang diajarkan. Pada waktu yang bersamaan, siswa yang berbakat bisa memperluas pemahaman dan aplikasi konsep pokok tersebut.

Pengajaran dalam pembelajaran ini, menekankan kepada siswa agar bisa memahami materi pelajaran. Bukan menghafal serpihan informasi. Pengajaran berbasis konsep dan prinsip ini bisa mendorong guru untuk memberikan berbagai pilihan dalam belajar.

Evaluasi Kesiapan dan Perkembangan Belajar Siswa

Evaluasi kesiapan dan perkembangan belajar siswa akan diakomodasi ke dalam kurikulum. Hal ini berarti tidak semua siswa membutuhkan satu kegiatan atau bagian tertentu daru proses pembelajaran secara sama. Guru harus melakukan evaluasi kesiapan dan minat siswa secara terus menerus dengan cara memberikan dukungan dan bimbingan tambahan, serta memperluas eksplorasi siswa.

Baca juga:   Mengenal Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penerapannya di Kelas

Pengelompokan Siswa Secara Fleksibel

Dalam proses pembelajaran berdiferensiasi, terdapat pengelompokan siswa secara fleksibel. Siswa yang memiliki bakat biasanya belajar dengan berbagai pola, seperti belajar sendiri, berpasangan, atau berkelompok. Terkadang tugas perlu dibuat berdasarkan tingkat kesiapan siswa, gaya belajar, minat siswa, ataupun kombinasi antara minat, kesiapan, dan gaya belajar. Cara belajar klasik dan linier juga bisa digunakan untuk mengajarkan ide-ide baru.

Active Explorer (Siswa Penjelajah Aktif)

Bila terdapat siswa yang demikian, maka guru bertugas untuk membimbing eksplorasi tersebut. Karena berbagai kegiatan bisa terjadi dengan simultan di dalam kelas. Guru memiliki peran sebagai pembimbing dan fasilitator, bukan sebagai dispenser informasi.

Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Dalam mendiferensiasikan pengajaran, guru dapat memodifikasi lima unsur kegiatan mengajar, yaitu materi pelajaran, proses, produk, lingkungan dan evaluasi (Howard, 1999; Weinbrenner, 2001)

Substansi Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, guru memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua siswa mempelajari materi pelajaran dalam kurikulim yang harus siswa kuasai. Tetapi, guru tidak harus mengajarkan materi tersebut pada semua siswa. Artinya, siswa yang sudah menguasai kompetensi atau bahan ajar, bisa mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi dan bahan ajar tersebut. Mereka boleh meloncatinya.

Proses

Banyak sekali kegiatan yang bisa guru lakukan untuk memodifikasi proses pembelajaran dan pengajaran, diantaranya:

  1. Mengembangkan kecapakan berpikir.

Siswa yang berbakat harus mengembangkan kecapakannya dalam berpikir analitis, kritis, kreatif, dan organisasional. Guru bisa mengajarkan secara langsung kecapakan tersebut atau memadukan kecakapan dengan materi pembelajaran. Selain itu, kecapakan berpikir juga dapat dikembangkan lewat teknik bertanya.

  1. Hubungan dalam dan lintas disiplin. Siswa yang berbakat membutuhkan kecapakan berpikir tingkat tinggi, utamanya adalah kemampuan mengaplikasi, menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi. Siswa yang berbakat siap untuk belajar dengan kecapakan berpikir tinggi jika mereka mempunyai kecapakan untuk memecahkan suatu konsep atau ide, mengatur ulang fakta-fakta, ide dan konsep dalam kombinasi baru, menentukan nilai suatu ide, dan mengaplikasikan sesuatu yang sudah mereka kuasai dengan cara kreatif dan baru.
  2. Studi mandiri menjadi alternatif lain dalam melakukan modifikasi proses. Siswa yang berbakat ada juga yang senang bekerja sendiri, mulai dari menentukan topik, menentukan cara dan penyelesaian, menentukan sumber hingga menentukan format produk akhir studi. Guru bisa memberikan fasilitas kepada studi mandiri siswa dengan cara mengelompokkan siswa yang memiliki minat sama.
Baca juga:   Panduan Kurikulum Merdeka untuk Pemulihan Pendidikan Nasional

Produk

Guru bisa mendorong siswa yang akan memodifikasi produk dengan cara mendemonstrasikan hal-hal yang sudah dikerjakan atau dipelajari ke dalam berbagai format. Format tersebut bisa mencerminkan kemampuan atau pengetahuan untuk memanipulasi ide. Contohnya guru bisa meminta siswa untuk melakukan sintesis pengetahuan yang mereka perolah, daripada meminta mereka untuk menambah jumlah laporan dari suatu bab.

Selain itu, guru juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa yang berbakat untuk melakukan investigasi terhadap masalah riil yang terjadi di sekitarnya dan mempresentasikan solusinya. Misalnya, siswa diminta untuk melakukan investigasi polusi air kali atau emisi kendaraan, lalu hasilnya bisa disampaikan kepada instansi pemerintah.

Lingkungan Belajar

Iklim belajar yang ada di dalam kelas adalah faktor yang sangat memperngaruhi minat dan gaya belajar siswa secara langsung. Sikap guru juga sangat menentukan iklim belajar di dalam kelas. Lingkungan belajar yang sesuai yaitu terkandung di dalamnya sebuah kebebasan untuk memilih satu disiplin ilmu, kesempatan untuk mempraktikkan kreativitas, interaksi kelompok, kemandirian belajar, kompleksitas pemikiran, keterbukaan terhadap ide, mobolitas gerak, menerima opini, dan merentangkan belajar hingga keluar ruangan kelas.

Untuk itu, guru harus bisa membuat pilihan yang sesuai mulai dari apa yang diajarkan, bagaimana mengajarkannnya, materi dan sumber daya yang diperlukan hingga bagaimana mengevaluasi pertumbuhan belajar siswa.

Evaluasi

Modifikasi evaluasi yaitu menentukan suatu metode untuk mendokumentasikan penguasaan materi pembelajaran kepada siswa berbakat. Guru harus memastikan bahwa siswa berbakat mempunyai kesempatan untuk melakukan demonstrasi penguasaan materi pelajaran sebelumnya saat akan mengajarkan pokok bahasan, topik, ataupun unit baru mata pelajaran.

Selain itu, guru harus mendorong para siswa untuk mengembangkan rubrik atau metode lain untuk melakukan evaluasi proyek atau hasil studi mandiri milik mereka.

Nah, itulah materi tentang pengertian, karakteristik, dan strategi pembelajaran berdiferensiasi yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota e-Guru.id dan dapatkan pelatihan gratis setiap bulan untuk meningkatkan kompetensi sebagai pendidik. Caranya, klik pada link ini atau poster berikut untuk gabung menjadi member e-Guru.id!

(RAW)

 

Share :

Baca Juga

Kurikulum

Bukan Teori, Ini 5 Langkah Teknis Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) 2022 Bagi Guru di Sekolah

Kurikulum

Dimensi dan Cara Penerapan Profil Pelajar Pancasila di Tingkat PAUD

Kurikulum

10 Panduan Lengkap Terkait Kurikulum Merdeka yang Wajib Guru Miliki

Kurikulum

6 Hal Penting dalam Penerapan Kurikulum Merdeka SMP

Kurikulum

Pentingnya Pendidikan Anti Korupsi pada Peserta Didik
HOTS

Kurikulum

Manfaat Tata Tertib Sekolah Bagi Siswa

Kurikulum

Langkah Menyusun Asesmen Projek dalam Program Profil Pelajar Pancasila
Mulai Juli 2022, Pancasila Menjadi Mapel Wajib di Sekolah

Kurikulum

Yuk Intip, Sejarah Kurikulum Yang Pernah Diterapkan di Indonesia
Mari Gabung e-Guru.idMenjadi guru yang kompeten dan profesional di era digital

Temukan cara baru mengikuti seminar, workshop, pelatihan BERSERTIFIKAT.