Home / Metode Pembelajaran

Rabu, 10 Agustus 2022 - 14:34 WIB

Orang Tua Bisa Melatih Sikap Kritis Pada Anaknya

Ilustrasi model pembelajaran yang cocok untuk gen z

Ilustrasi model pembelajaran yang cocok untuk gen z

Orang TuaOrang tua merasa khawatir mengenai anak mereka yang tumbuh pada jaman serba canggih dan selalu menggunakan teknologi. Bahkan tidak sedikit anak yang mempunyai sikap membantah dan tidak sesuai dengan umurnya. Maka dari itu banyak orang tua yang mengeluhkan tingkah laku anaknya dan mereka merasa paling pintar.

Bahkan anak selalu bertingkah seolah mereka paling tau daripada orang tuanya dengan nada bantahan. Sikap ini tentunya tidak ditemui pada anak jaman dulu yang cenderung selalu menurut ada arahan orang tua. Sebenarnya bagus ketika anak memiliki jiwa ktiris namun harus dibarengi dengan arahan dari orangtuanya. Dengan perubahan jaman sekarang anak dituntut untuk memiliki sikap kritis pada lingkungannya.

Jangan sampai mereka menelan mentah-mentah pada perubahan tersebut tanpa mereka mengetahui terlebih dahulu motif dari perubahan tersebut. Jika anda ingin anak anda memiliki sikap yang kritis maka anda harus benar-benar melatihnya. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang harus dilatih sikap kritisnya kepada anak.

Baca juga:   Tips-Tips Mengajar Untuk Guru Baru!

Baca Juga: 5 Manfaat Terbaik Program Merdeka Belajar Bagi Pendidik

Orang Tua Mengajarkan Sikap Kritis

Mengajukan pertanyaan

Anak usia golden age, mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Orang tua harus memberikan contoh kepada anak dengan cara memberikan pertanyaan sederhana. Pertanyaan yang diajukan bisa dengan perlahan dinaikan tingkat kesulitannya sesuai dengan usia anak. Melatih kebiasaan ini merupakan cara pola pikir anak menjadi lebih kritis. Nantinya anak tidak akan mengajukan pertanyaan secara menyeluruh jika dia tidak mengetahui sebab dan akibat.

Mengenalkan sudut pandang

Jika anak sudah mulai beranjak remaja, orang tua harus mengenalkan aspek sudut pandang. Anak perlahan akan memahami berbagai sudut pandang terhadap suatu masalah. Melatih anak membentuk opini sendiri dengan pemikirannya sendiri. Dalam setiap masalah tentunya akan memiiki sudut pandang yang berbeda tergantung orang yang mengalaminya.

Baca Juga: 5 Keuntungan Merdeka Belajar Bagi Peserta Didik

Mengajarkan anak untuk besikap rasional

Setelah anak dikenalkan dengan sudut pandang, selanjutnya ajarkan anak untuk bisa bersikap rasional. Nantinya, anak harus memiliki alasan terhadap sudut pandang apa yang dipilihnya serta bisa menerima sudut pandang rang lain yang tentunya berbeda dengannya.

Baca juga:   Guru Wajib Tahu 7 Metode Pembelajaran Menarik

Ini merupakan alasan yang logis yang disertai dengan bukti nyata. Para ahli juga mengemukakan ini meruakan bentuk untuk mengasah kemampuan anak untuk bisa bersikap rasional serta anak harus juga dilatih untuk membedakan antara bukti nyata untuk menjadi peran pendukung pendapatnya.

Bermain peran

Bermain peran akan membuat anak mengenali karakter yang berbeda di sekitarnya. Anak akan mengerti jika dia berada pada posisi serta karakter yang diperankan. Dengan memahami berbagai karakter lain akan membuat pikiran anak menjadi luas dan terbuka. Ini juga akan membangun sikap kritis pada sesuatu yang dilihat oleh anak di sekitarnya. Dia tidak akan menerima sesuatu sebelum dia memahami terlebih dahulu apa yang sedang terjadi.

 

Penulis: Vikri Februansyah

Share :

Baca Juga

Metode Pembelajaran

Cara Melakukan Refleksi Pembelajaran yang Menarik

Kesiswaan

Kenali Komponen-Komponen Membangun Karakter Siswa, Guru Harus Tahu!
ide ice breaking SD

Kesiswaan

Membuat Suasana Belajar Lebih Kondusif dan Seru dengan Ice Breaking

Kesiswaan

Ingin meningkatkan softskill guru? simak ulasan berikut ini

Kurikulum

Berbagai Jenis Metode Pembelajaran Kurikulum Merdeka
model pembelajaran discovery learning

Metode Pembelajaran

Cara Menciptakan Pembelajaran Kreatif
peran apresiasi guru terhadap antusias belajar

Kenaikan Pangkat

Peran Apresiasi Guru Terhadap Antusias Belajar Peserta Didik
jenis metode pembelajaran untuk anak SD

Metode Pembelajaran

8 Jenis Metode Pembelajaran untuk Anak SD, Apa Saja?